Bernas.id – Apa sih freelance itu? Mungkin ada di antara kita yang baru mendengar kata itu, atau justru ada yang sudah menjadi freelancer?
Freelance atau tenaga lepas adalah sebuah pekerjaan tanpa ada ikatan jangka panjang dengan klien atau orang yang memberi pekerjaan tersebut. Dengan kata lain freelance adalah pekerjaan yang bisa kita kerjakan di rumah. Wah, kayaknya sangat cocok, ya dengan kondisi sekarang yang mengharuskan kita di rumah saja. Kurang lebih sudah satu bulan kita merasakan dampak pandemi covid-19 ini. Tidak ada salahnya kita memutar otak untuk mencari terobosan pekerjaan salah satunya dengan menjadi freelancer.
Sebelum memutuskan mengambil pekejaan sebagai freelancer, alangkah baiknya kita mengetahui sisi positif dan negatifnya. Di antaranya sebagai berikut:
1. Waktu Yang Fleksibel
Bekerja di sebuah perusahaan memiliki jam kerja yang telah ditentukan. Berbeda dengan freelancer yang tidak memiliki jam kerja. Kita bisa melakukan kapan pun asalkan pekerjaan tersebut dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati.
Namun, kelemahannya terletak pada penghitungan gaji. Pekerja freelance dihitung per-proyek yang dihasilkan sehingga hari libur tidak masuk dalam penghitungan gaji. Sementara pekerja di perusahaan, di mana hari libur, akhir pekan dan cuti tidak mempengaruhi gaji. Mereka akan mendapatkan gaji yang sama tiap bulannya.
2. Tidak Tertekan
Pernah gak, sih mendengar atau mengalami tekanan sebagai karyawan atau pekerja full-time? Meskipun tekanan itu bermacam-macam bagi setiap karyawan tidak sama. Biasanya yang sering menjadi keluhan karyawan adalah memiliki atasan yang sedikit arogant dengan memberi tugas tidak ada pengertian. Atau mungkin tekanan dengan sesama karyawan karena kesenjangan sosial. Hal tersebut mungkin saja terjadi ketika menjadi seorang karyawan perusahaan.
Tekanan tersebut tidak terjadi pada seorang freelancer. Namun, hal tersebut bisa membuat para freelancer terlena akan kebebasan tersebut. Dan akhirnya mengerjakan tugasnya sesaat sebelum batas waktu berakhir.
2. Bebas Kemacetan dan Berbusana
Sudah jelas, ya, jika seorang freelancer tidak akan terjebak kemacetan saat bekerja. Karena pekerjaannya bisa diselesaikan di rumah, kafe, dan tempat fleksibel lainnya. Namun, bagi para freelancer tidak akan mendapat tunjangan fasilitas seperti halnya pekerja full-time.
Selain bebas dari kemacetan, juga bebas dalam busana. Sebagian perusahaan mengharuskan mengenakan seragam di hari-hari tertentu. Dan pastinya harus rapi dan sesuai dengan baju ala kantoran. Sangat berbeda bagi para freelancer yang bebas dalam berbusana. Tidak harus mengenakan kemeja, celana bahan atau pun jas yang menunjukkan keformalitasan.
Nah, bagaimana? Setelah membaca beberapa kelebihan dan kekurangan pekerja freelance, akankah tertarik untuk melakukannya?
Meskipun demikian menjadi seorang freelance sebaiknya hanya digunakan sebagai kerja sampingan atau tambahan penghasilan. Agar perekonomian menjadi kuat.
Bagi kalian yang masih bingung mau jadi freelancer apa, klik link berikut: http://bernas.info/ViralPropertyViralKomisi
Dengan menjadi salah satu mitra di bidang property, akan mendatangkan komisi yang besar.
Selamat mencoba!
