BERNAS.ID – Pesatnya perkembangan teknologi kamera pada smartphone, memang membuat pocket camera, mirrorless, dan DSLR ditinggalkan. Selain penggunaan yang lebih praktis, hasil foto kamera smartphone juga tak kalah berkualitas. Demikian juga fitur-fiturnya yang semakin canggih.
Mode manual pada kamera smartphone memang memungkinkan kita mengambil foto dengan cepat sehingga mampu menangkap momen dadakan yang hanya sekejap mata. Namun, pada kondisi tertentu mode otomatis tidak mampu menghasilkan foto sesuai harapan kita. Beruntung, sekarang sudah mulai banyak smartphone yang punya mode kamera manual.
Berikut ini cara untuk mendapatkan hasil foto yang keren hanya dengan menggunakan mode kamera manual.
1. Mengatur White Balance
White balance juga akan berpengaruh pada hasil akhir foto, Anda juga perlu memahami white balance untuk mendapatkan warna foto seakurat mungkin. Alasan kenapa Anda harus mengatur white balance adalah karena memotret dalam kondisi pencahayaan yang berubah-ubah.
Jadi, tujuan mengatur white balance di sini supaya kamera mengenali temperatur sumber cahaya yang ada. Agar warna putih terlihat putih, merah terlihat merah dan hijau terlihat hijau, atau dengan kata lain agar kamera merekam warna obyek secara akurat dalam kondisi pencahaayan apa pun.
2. Dekatkan Kamera dengan Subjek Foto
Untuk mendapatkan foto terbaik dengan mode manual, Anda harus menempatkan kamera pada jarak yang tepat dari subjek foto Anda. Untuk mendapatkan bidikan terbak, dekatkan lah lensa dengan subjek foto Anda atau mode makro.
Tetapi disarankan jangan juga terlalu dekat. Kami merekomendasikan jaraknya tak kurang dari 3 cm. Selain itu Anda harus memegang kamera dengan baik agar tidak goyah sehingga kualitas gambar tidak maksimal.
Namun hasil foto sebenarnya juga tergantung dengan kualitas kameranya. Perbedaan merek dan jenis smartphone membuat banyak perbedaan terkait kualitas foto yang dihasilkan.
3. Atur Level ISO
ISO adalah kepanjangan dari International Standard Organization. ISO dalam kamera biasanya nomor yang digunakan untuk menentukan sensitivitas film dan jumlah cahaya yang diperlukan kamera untuk menangkap foto.
Seringkali Anda tampak khawatir dan kebingungan ketika mengatur ISO secara manual. Padahal mengatur ISO tidak begitu sulit. Kuncinya adalah sesuaikan level ISO sesuai dengan lingkungan dan subjek foto Anda.
Jika Anda memilih pengaturan ISO dengan level tinggi di tempat yang terang hasilnya gambar akan terlalu terang dan foto menjadi hancur. ISO tinggi diperlukan jika pencahayaan di sekitar kurang atau ingin mendapatkan subjek yang bergerak cepat.
Sedangkan jika pencahayaan di lingkungan subjek foto terbilang cukup maka Anda dapat mengatur level ISO menjadi rendah, karena akan lebih sedikit menghasilkan noise. Silakan bermain-main dengan ISO Anda dan Anda akan dengan cepat memahami cara kerjanya.
4. Mengatur Shutter Speed
Shutter Speed adalah lamanya waktu rana kamera terbuka untuk mengekspos cahaya ke sensor kamera. Kecepatan rana biasanya diukur dalam sepersekian detik, semakin lama maka memungkinkan lebih banyak cahaya ke sensor kamera. Jadi, sangat berguna jika kamu berada dalam kondisi cahaya rendah dan fotografi di malam hari.
Sebaliknya, Anda juga bisa mengatur kecepatan rana yang cepat untuk membekukan objek yang bergerak. Anda juga bisa mengombinasikan ISO yang tepat, untuk mendapatkan foto yang maksimal dalam keadaan tertentu.
5. Tepat Saat Gunakan Flash
Menggunakan fitur flash sebenarnya adalah pilihan terakhir ketika Anda mengambil foto. Tujuan dari flash sebenarnya bukan menerangkan area yang sepenuhnya gelap. Flash membantu Anda untuk menyeimbangkan antara latar belakang foto dan subjek foto.
Untuk itu hindari penggunaan flash yang terlalu dekat dengan wajah Anda atau subjek Anda atau di dekat cermin, kaca, atau benda menantul. Hal ini karena cahaya akan dipantulkan sehingga dapat membuat subjek foto tampak terlalu terang.
6. Menggunakan Kamera HDR
HDR (High Dynamic Range) mengkompensasi perbedaan cahaya dan kontras; itu juga mengubah level dan intensitas warna. Cara terbaik untuk menggunakan fungsi ini adalah dalam situasi di mana subjek Anda memiliki cahaya latar. Kami telah menyiapkan artikel tertentu dengan tips untuk mode HDR.
Kamera HDR memungkinkan kamera untuk memotret gambar dengan ?jangkauan? atau tingkat pencahayaan yang lebih dinamis (disesuaikan dengan kondisi). Foto dengan HDR memiliki tingkat kecerahan yang lebih baik dari pada foto tanpa HDR. Foto tanpa HDR memiliki tingkat kecerahan yang tidak merata, yakni awan terlihat jauh lebih terang dari pada objek yang difoto.
HDR sejatinya tidak membantu kamera dalam pengambilan gambar di kondisi gelap atau minim cahaya. HDR justru hanya menyeimbangkan perbedaan pencahayaan saja. Contohnya ketika kita memotret membelakangi matahari. Sudah banyak smartphone yang memiliki kamera HDR tergantung jenis dan kualitas lensa dari ponsel pintar masing-masing.
7. Aktifkan Hasil Edit Anda dengan RAW
Awalnya RAW hanya tersedia untuk kamera DSLR. Namun seiring berkembangnya teknologi, format RAW juga tersedia untuk perangkat smartphone. RAW bukanlah singkatan. Dalam bahasa Indonesia RAW berarti ?mentah?. Dengan kata lain, RAW merupakan file atau gambar mentah yang dihasilkan oleh sebuah kamera.
Hal ini membawa beberapa keuntungan. Pasalnya, kita bisa mengkustomisasi atau memberikan efek super kreatif pada setiap foto yang dihasilkan kamera. Selain itu, kualitas gambar dalam format RAW jauh lebih baik dibandingkan format JPEG, sebab file matang seperti JPEG sudah mengalami proses kompresi.
Idealnya, jika Anda mengambil foto RAW, Anda harus melakukannya dengan rencana untuk mengedit gambar pada layar yang lebih besar seperti pada PC Anda. Di sana Anda dapat mengubah pengaturan pencahayaan dan warna tanpa merusak kualitas produk akhir. Pada akhirnya, Anda akan mengekspor file RAW ke format yang lebih banyak dibaca seperti JPEG sebelum membagikannya.
Bagi Anda yang berencana menekuni bisnis yang menguntungkan seperti bisnis properti misalnya, kini ada inovasi terbaru yang memungkinkan Anda menjadi agen properti sukses dengan cara yang mudah dan efisien. Bernas Group melalui Viral Property menyelenggarakan program Gotong Royong Digital yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari properti di seluruh Indonesia tanpa harus repot terjun langsung ke lapangan. Daftarkan diri Anda segera melalui link berikut ini: https://bernas.info/ViralProperty. (tds)
