Bernas.id – Pengendalian diri merupakan sikap, tindakan atau perilaku seseorang secara sadar baik direncanakan atau tidak untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku. Mengendalikan diri tidaklah mudah, namun memberikan banyak manfaat. Sebelum lanjut ke penjelasan mengenai cara-cara pengendalian diri yang dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:
Cara pertama, mengendalikan diri dengan menggunakan prinsip kemoralan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjaga sikap, ucapan, maupun menjaga dari pikiran-pikiran negatif terhadap apapun yang dihadapi.
Cara kedua, mengendalikan diri adalah dengan menggunakan kesadaran. Kita sadar saat suatu bentuk pikiran atau perasaan yang negatif muncul. Pada umumnya orang tidak mampu menangkap pikiran atau perasaan yang muncul. Dengan demikian mereka langsung lumpuh dan dikuasai oleh pikiran dan perasaan mereka.
Cara ketiga, melakukan perenungan. Saat kita sudah benar-benar sulit menahan amarah coba lakukan perenungan. Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan, misalnya, berikut ini:
a. Apa sih untungnya saya marah?
b. Apakah benar reaksi saya seperti ini?
c. Mengapa saya marah ya? Apakah alasan saya marah ini sudah benar?
Cara keempat, mengendalokan diri dengan kesabaran. Emosi naik, turun, timbul, tenggelam, datang, dan pergi seperti halnya pikiran. Saat emosi bergejolak sadari bahwa ini hanya sementara. Usahakan tidak larut dalam emosi. Gunakan kesabaran, tunggu sampai emosi ini surut, baru berpikir untuk menentukan tanggapan yang bijaksana dan bertanggung jawab.
Cara kelima, yaitu menyibukkan diri dengan pikiran atau aktivitas yang positif. Pikiran hanya bisa memikirkan satu hal dalam suatu saat. Saat kita berhasil memaksa diri memikirkan hanya hal-hal yang positif maka film di layar pikiran kita juga berubah. Dengan demikian pengaruh dari keinginan atau suatu emosi akan mereda.
Adapun hal-hal yang harus dihindari antara lain:
- Berbicara tidak sopan atau sering menggunakan kata-kata kasar. Seseorang yang sering menggunakan kata-kata kasar akan otomatis mengeluarkan kata-kata kasar tersebut ketika ia sedang dalam keadaan emosi dan secara otomatis pula emosinya justru akan terus berkobar.
- Terlalu sering bermain game. Ini merupakan salah satu bentuk hawa nafsu yang sudah menjadi kebiasaan dikalangan remaja bahkan anak-anak pada saat ini. Hasrat untuk bermain game akan sulit dikendalikan sehingga kita akan terus-menerus melakukan ini.
- Nafsu terhadap hal bersifat pornografi. Tidak jauh beda dengan penjelasan di atas (terlalu sering bermain game). Hal ini dapat mengakibatkan seseorang semakin tersesat ke dalam hal-hal negatif dan akan membuatnya semakin jauh dari agama dan Tuhannya.
- Dengan menjauhi hal-hal tersebut di atas, akan membantu kita untuk bisa mengendalikan diri.
Tanpa disadari, meskipun terlihat sederhana, namun upaya-upaya untuk mengendalikan tersebut mampu menuai banyak manfaat apabila kita berhasil untuk mengendalikan diri. Manfaat yang diperoleh dari keberhasilan seseorang dalam mengendalikan dirinya antara lain
- Kita jadi mampu untuk meningkatkan kesabaran. Dengan kesabaran, dapat meningkatkan komunikasi positif di lingkungan masyarakat sehingga di peroleh suasana tenang.
- Akan lebih dapat menimbangkan pencukupan kebutuhan hidup yang sesuai dengan kemampuan diri dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan
- Dapat mengurangi rasa gelisah, cemas, iri dan tidak puas yang dapat terjadi pada semua tingkatan.
Ketika remaja mampu mengendalikan dirinya, maka ia akan menjadi remaja yang berprestasi. Kemampuannya mengendalikan diri juga terkait kemampuannya mengelola emosi. Remaja sebagai individu yang sedang mencari jatidiri perlu diarahkan pada hal-hak yang positif. Membekali remaja dengan keterampilan-keterampilan mental akan membuat mereka siap menjadi generasi penerus yang siap berkompetisi secara sehat.
Bantu remaja mengembangkan potensinya sambal terus berkompetisi untuk mendapatkan beasiswa kuliah full di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) dengan mengikuti #kontesbeasiswa.
