Bernas.id – Kecanggihan teknologi di era digital memberikan kemudahan di semua sektor, termasuk bagi penulis. Kemudahan berupa kelas menulis online dan penerbitan indie yang terbilang mudah, sehingga melahirkan penulis-penulis baru di jagad literasi. Maraknya event-event menulis buku antologi menjadi event yang paling diserbu penulis pemula. Dalam hal ini memang kedua pihak diuntungkan, baik pihak penulis maupun penerbit.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Penulis merasa bangga karyanya dibukukan, begitu juga penerbit memiliki bahan untuk menerbitkan buku. Apalagi ada biaya bagi kontributor dalam buku antologi tersebut. Namun, di balik kemudahan tersebut juga terdapat tantangan yang harus diperhatikan penulis pemula maupun penulis senior, di antaranya sebagai berikut:
1. Penulis Viral Sebelum Karya Terbit Menjadi Buku Cetak
Sekali lagi teknologi digital sangat menguntungkan bagi penulis. Melalui platform bernuansa literasi memudahkan penulis menetaskan karya yang langsung bisa dinikmati sebelum karya dibukukan. Maka tak heran, muncul penulis viral melalui karya yang ditulis di platform tersebut. Hal inilah yang membuat penulis terkagum-kagum dengan pencapaian statistik pembaca. Padahal karya yang viral belum tentu sesuai dengan kaidah dan pedoman dalam kepenulisan. Mengejar viral boleh, asalkan mengedepankan kualitas tulisan. Sehingga ketika berhasil mendapat respon positif dari pembaca, sebaiknya mengoreksi tulisan jika perlu memperbaikinya.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
2. Penerbit Hanya Memandang Statistik Pembaca
Tantangan selanjutnya ketika tulisan kita mendapat respon positif dari pembaca, kemudian banyak penerbit yang menawarkan agar karya tersebut diterbitkan di penerbitan mereka, tentunya secara indie. Penerbit biasanya akan melihat statistik pembaca ketimbang follower penulis. Padahal jelas, banyaknya pembaca belum tentu tulisan layak terbit. Para pembaca, terutama yang tidak mengerti kaidah kepenulisan hanya melihat keunikan cerita, serta ke-ekstriman konflik dalam cerita. Hal ini menjadi tantangan penulis dalam meningkatkan kemampuan untuk membuat tulisan semakin berkualitas.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
3. Serangan Haters
Siapa pun dan di mana pun, ketika seseorang mencapai sebuah titik kesuksesan pasti akan muncul haters atau kelompok yang tidak suka. Ini wajar. Dan penulis harus siap jika ini terjadi ketika berhasil menetaskan karya. Tak perlu berkecil hati, terus berkarya dan buat haters itu bungkam tak bicara.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
4. Tidak Fokus
Ketika penulis merasa bahwa karyanya tidak mendapat respon positif dari pembaca atau minim reader, yang kemudian membuat penulis tidak fokus. Penulis akan ikut-ikutan menulis dengan tema yang sedang viral tersebut. Misalnya tema yang lagi viral adalah poligami dan perselingkuhan, lantas akan menulis tema itu juga. Padahal keinginan tersebut tidak benar-benar muncul dari hatinya, hanya sekadar mengikuti trend. Sebaiknya tetaplah menulis sesuai dengan keinginan, tanpa harus mengikuti tema yang tengah viral.
Baca juga: Inilah Penggunaan Kata Sambung Di dan Kata Depan Di yang Benar
5. Patah Semangat
Inilah tantangan yang mungkin sering kali terjadi pada penulis, terutama penulis pemula. Ketika karya tidak mendapat respon positif, tidak ada yang membaca, penulis akan patah semangat yang kemudian berhenti menulis. Seharusnya dengan tidak adanya pembaca pada karya kita, maka carilah kesalahannya lalu perbaiki. Tidak ada penulis yang langsung senior. Pasti juga merasakan hal yang sama. Tidak ada pembaca tidak masalah, justru bisa dijadikan cambuk untuk memacu semangat untuk terus berkarya. Anggaplah karya itu sebagai catatan harian atau diary yang memang tidak untuk dibaca oleh orang lain. Dengan itu, penulis tidak akan was-was jika karyanya tidak ada yang membaca.
Menulis adalah kegiatan yang bisa untuk mengabadikan sejarah. Apa yang terlintas di otak, tidak selamanya kita akan mengingatnya. Dengan tulisan kita akan selalu mengenang moment istimewa dan semua hal yang pernah terlintas di pikiran. Tidak hanya itu, menulis juga bisa mendatangkan penghasilan jutaan bahkan milyaran, jika mampu mencari peluangnya. Teruslah menulis dan torehkan sejarah melalui sebuah karya.
Baca juga: Kaidah Penulisan Huruf Miring dan Tujuan Penggunaannya
