Bernas.id – Memasuki abad ke 21, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka akses bagi para pemilik bisnis untuk membuka pasar ke dunia global dengan lebih mudah. Potensi perdagangan secara elektronik atau e–commerce global berkembang sangat pesat. Namun, belum semua UMKM Indonesia memiliki pengetahuan, kompetensi teknologi dan akses untuk mengembangkan bisnis menuju e–commerce global.
Dalam sebuah webinar yang digelar oleh KAGAMA bertema Expanding Your Market through E-Commerce menghadirkan Felix Yang, Country Director Alibaba.com untuk Indonesia, Singapore, Bangladesh, Rusia, dan Korea Selatan. Sebagai perusahaan yang telah menghubungkan lebih dari 10 juta pebisnis dengan 180 ribu brand ke konsumen di seluruh dunia, Felix menjelaskan bahwa UKM Indonesia memiliki potensi besar dalam memasarkan produk ke pasar global.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Siswadhi Pranoto, CEO ATT Group: Authorized Channel Partner of Alibaba.com dan Anton Mart Irianto, Direktur Operasi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Persero. Terlihat pula Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo; Ketua II, Bambang E. Marsono, Direktur Eksekutif/ Wasekjen PP KAGAMA, Hasannudin M. Kholil, Kordep Peningkatan Kompetensi Alumni, Aji Erlangga, serta Ketua ABDSI, Cahyadi Joko Sukmono. Dimoderatori oleh Direktur Utama Global Talent Incubator (Anak Perusahaan ATT Group), Amalia Prabowo, acara ini diikuti lebih dari 160 peserta terdiri dari pelaku UKM siap ekspor serta para pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penjelasan dari Felix membuka mata peserta bahwa peluang bisnis masih terbuka sangat lebar. Terutama model perdagangan B2B (business to business) dan dengan perkembangan teknologi, 90% transaksi bisa dilakukan dengan mudah melalui gawai pintar. Berdasarkan data yang terkumpul dari transaksi bisnis tercatat oleh Alibaba.com, nilai transaksi B2B berada di angka 23,9 juta USD dan volume perdagangannya enam kali lebih besar daripada B2C (business to consumer).
Permintaan dari pembeli itu lantas dipenuhi secara e–commerce oleh manufaktur (39%) dan UKM (29%). Bila dijumlahkan, manufaktur dan UKM baru memenuhi 68% kebutuhan pembeli B2B. Hal ini yang dinilai Felix merupakan potensi bagi UKM Indonesia untuk bisa menjual produknya ke pasar global. Dan dengan perkembangan teknologi, Alibaba.com membuka tujuan perdagangan secara elektronik ke 10 negara seperti Amerika Serikat, India, dan Inggris. Tentunya, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pemilik bisnis UKM di Indonesia.
