Bernas.id – Tak pernah terbayang di benak Aisya Putri Wahyuni untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Baturaja. Bahkan ia yang asli Muara Enim, Palembang tak pernah mendengar dan tahu kalau di Baturaja ada sebuah kampus dengan jurusan Teknik Informatika. AKMI Baturaja yang kini telah merger bersama 3 perguruan tinggi lain di Yogyakarta dan Jakarta menjadi Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA).
Awal mulanya Aisya diajak oleh teman untuk kuliah di UNMAHA Baturaja, tapi ia tak langsung menyetujui karena memang tak ada gambaran akan melanjutkan ke sana. Setelah mencari informasi, akhirnya Aisya mantap memilih jurusan Teknik Informatika di UNMAHA sesuai cita-citanya yang ingin menjadi seorang programmer. Hal ini pun disambut bahagia oleh keluarga besarnya karena Aisya tak perlu jauh-jauh dalam menempuh kuliah.
Dua semester dilalui dengan penuh suka cita karena penuh dengan pengalaman baru. Di UNMAHA Baturaja ternyata tak hanya mempelajari mata kuliah sesuai jurusan saja, ada mata kuliah kewirausahaan yang sengaja dikembangkan dengan tujuan agar mahasiswa bisa mandiri secara finansial serta menjadi bekal setelah lulus nanti. Kesempatan ini pun dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Aisya yang memang berangkat dari keluarga kurang mampu.
Satu hal lagi yang membuat Aisya sangat bersyukur telah memutuskan melanjutkan study di UNMAHA kampus technopreneur adalah kesempatan yang diberikan kepadanya untuk ikut seleksi beasiswa Bidikmisi full 6 semester. Sebuah pengalaman lucu sempat terjadi saat dia dipanggil menghadap Bapak Muhajir, salah satu dosen yang menangani beasiswa. Karena Aisya termasuk mahasiswi yang belum pernah dipanggil secara khusus untuk bertemu dosen, ia sempat ketakutan saat mendapat panggilan menghadap. Dalam pikirannya terbayang seperti dulu sewaktu masih menjadi pelajar di sekolah menengah atas yang dipanggil guru BP karena melakukan suatu kesalahan. Perasaan was-was menyelimuti perasaan ketika akan menghadap. Formulir Pengajuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi, perlahan diejanya tulisan dalam kertas yang diserahkan sang dosen dan senyum pun mengembang. Aisya pun menarik napas lega.
“Sangat bersyukur saya bisa bergabung di kampus technopreneur UNMAHA ini, selain ada jurusan yang sesuai cita-cita, kampus ini juga membimbing kami untuk mandiri secara finansial dengan kewirausahaan. Satu hal lagi, saya sangat berterima kasih diberikan kesempatan memperoleh beasiswa Bidikmisi full 6 semester sampai lulus kuliah. Semoga akan semakin banyak lagi anak-anak yang kurang mampu namun berkeinginan untuk kuliah yang terbantu dengan beasiswa semacam ini. Semakin sukses untuk UNMAHA dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih.” (Aisya Putri Wahyuni, mahasiswi UNMAHA Baturaja penerima beasiswa Bidikmisi full 6 semester sampai lulus angkatan tahun 2019).
