Bernas.id – Konsep diri dapat juga disebut dengan keyakinan, pandangan atau penilain seseorang terhadap dirinya. Seseorang mempunyai konsep diri negatif adalah mereka yang merasa bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak kompeten, gagal, malang, tidak disukai, dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif, akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, entah itu menyalahkan diri sendiri (secara negatif) atau menyalahkan orang lain.
Sebaliknya orang yang dengan konsep diri positif akan lebih terlihat lebih optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Orang dengan konsep diri yang positif akan mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.
Baca juga: 11 Jurusan Di Universitas Mahakarya Asia dan Peluang Karirnya
Idealnya setiap orang memiliki konsep diri yang positif, namun perlu dicermati terdapat 7 faktor yang dapat memengaruhi proses pembentukan konsep diri:
1. Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua menjadi faktor signifikan dalam mempengaruhi konsep diri seorang. Sikap positif orang tua yang terlihat oleh anak, akan menumbuhkan konsep dan pemikiran yang positif serta sikap menghargai diri sendiri.
2. Kegagalan
Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan asumsi bahwa ada ketidakmampuan yang besar. Kegagalan membuat orang tua merasa dirinya tidak berguna.
3. Depresi
Orang yang sedang mengalami depresi akan mempunyai pemikiran yang cenderung negatif. Orang yang depresi akan menjadi super sensitif atau cenderung mudah tersingung atau “termakan” ucapan orang.
Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas
4. Kritik internal kritik
Terkadang mengkritik diri sendiri memang dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang akan pebuatan yang dilakukan.
5. Bersikap objektif dalam mengenali diri sendiri
Rumit dengan berpikir yang buruk terhadap suatu keadaan atau terhadap suatu keadaan atau terhadap diri kita sendiri. Dengan sikapnya yang fleksibel, konsep diri dapat mengalami perubahan kearah yang lebih positif.
Baca juga: Inilah 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi
6. Hargai diri sendiri
Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jika tidak bisa menghargai diri sendiri maka tidak akan mekihat kebaikan yang ada pada diri sendiri
7. Jangan memusuhi diri sendiri
Terima semua kekurangan diri, jadikan titik tolak untuk berubah dan tantangan untuk menjadi lebih baik.
Konsep diri negatif bisa saja dirasakan oleh remaja bahkan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mengelola pemikiran dan memaafkan kejadian dimasa lalu.
Diperlukan banyak kegiatan untuk mengelola pemikiran dan potensi yang dimiliki. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Mahakarya Asia atau UNMAHA terhadap para mahasiswanya. UNMAHA mengadakan mentoring untuk pengembangan minat dan kemampuan wirausaha para mahasiswa. Dengan dilakukannya hal ini, UNMAHA terus mendorong mahasiswa untuk memiliki konsep diri yang positif.
Baca juga: Jurusan Ilmu Komunikasi: Info Kuliah, Pekerjaan, dan Universitas
