Bernas.id – Siti Ramlah atau biasa dipanggil Ama adalah gadis yang berasal dari Sulawesi Tengah. Ama terlahir dari keluarga yang kurang mampu dan memiliki lima saudara. Ayahnya yang hanya seorang petani tidak sanggup membiayai kuliah saat Ama lulus dari SMA. Ia lulus pada tahun 2016 dan bisa kuliah di tahun 2019 setelah tiga tahun bekerja untuk mengumpulkan biaya kuliah. Meski telah memiliki tabungan, keluarga Ama tidak mengizinkannya kuliah dengan alasan takut tidak bisa menyelesaikan karena terkendala biaya nantinya. Namun, Ama memiliki tekad yang tinggi. Ia harus mewujudkan impian dan ia yakin bahwa cita-cita itu harus dikejar. Karena niat yang kuat itulah orangtua Ama akhirnya mengizinkan untuk melanjutkan kuliah di kota Yogyakarta.
Baca juga: Inilah 10 Sekolah Penerbangan Terbaik yang Ada di Indonesia
Ama pun senang karena restu orangtua telah dikantongi. Akhirnya ia berangkat ke Yogyakarta setelah menjual motornya seharga 3 juta untuk tambahan biaya kuliah. Awalnya Ama ingin daftar di salah satu universitas islam negeri di Yogyakarta. Namun, karena pendaftaran sudah ditutup, Ama berselancar di internet mencari informasi perguruan tinggi di Yogyakarta yang masih membuka pendaftaran. Ama mendapat informasi mengenai STIEBBANK yang sekarang telah di-merger menjadi Universitas Mahakarya Asia atau UNMAHA. Ama pun memutuskan daftar di kampus tersebut melalui link yang tersedia di internet.
Setelah menjalani pembelajaran di STIEBBANK selama satu semester, Ama jadi mengerti tentang bisnis setelah mendapatkan mentoring digital marketing dari Pak Putu Putrayasa, CEO Bernas Group. Hingga Ama menjadi bagian tim bernas dengan menjadi kontributor. Selain itu Ama juga menjadi duta kampus yang mengurusi perekrutan mahasiswa baru bersama dengan tim yang lain. Dari perekrutan mahasiswa tersebut bisa menghasilkan fee sebesar Rp150.000,00
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Selain aktif di Bernas Group Ama juga aktif di organisasi kampus seperti BEM. Ama juga bekerja part time di pabrik bakpia untuk menambah biaya hidup di sana. Namun, semenjak mendapat beasiswa di awal semester 2 yang berupa pembebasan uang SPP full selama 8 semester, Ama tidak lagi bekerja. Ia akan lebih fokus kuliah dan organisasi. Ama akan belajar lebih dalam lagi tentang digital marketing sekaligus praktik langsung sesuai arahan sang mentor. Hingga saat ini Ama dipercaya oleh Pak Putu Putrayasa untuk menjadi salah satu admin keuangan pencairan komisi mahasiswa di Bernas Group. Sebuah pencapain yang luar biasa bagi Ama. Selain itu Ama juga memasarkan produk-produk dari Bernas Group serta perekrutan mahasiswa UNMAHA. Ama tidak pernah menyesal kuliah di UNMAHA, justru ia bangga bisa kuliah di sana karena di UNMAHA banyak ilmu yang ia dapatkan dan mungkin orang lain tidak dapatkan. Harapan Ama adalah bisa mendapatkan penghasilan sendiri sejak mahasiswa agar tidak membebankan orangtuanya.
Jika Siti Ramlah bisa membuktikan, kalian juga pasti bisa. Tunggu apa lagi, segera daftarkan diri di Universitas Mahakarya Asia, kampus pencetak pengusaha sejak menjadi mahasiswa. Akan banyak ilmu yang bisa didapat di sana, tidak hanya teori, tetapi praktik langsung dengan monitoring dari orang yang handal di bidangnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
