Bernas.id – Para mahasiswa yang bergelut di bidang IT saat ini harus banyak bergaul dan memperluas wawasan. Mimpi ingin mendirikan perusahaan start-up Unicorn atau menjadi profesional di perusahaan multinasional di bidang IT tidak akan mungkin tercapai jika hanya terfokus pada membangun kemampuan IT saja.
Dalam sebuah webinar Festival Mahakarya yang diselenggarakan oleh Universitas Mahakarya Asia berjudul “Menangkap Peluang Bisnis dan Melejitkan Karir di Bidang Teknologi”, VP Corporate Strategy Telkomsel dan CEO Telkomsel Mitra Inovasi Andi Kristianto menegaskan bahwa ada keluhan dari investor maupun pendiri perusahaan IT tentang tenaga teknis IT di Indonesia yang jumlahnya tipis. Sementara jumlah mahasiswa dan lulusan IT di Indonesia banyak yang membutuhkan pekerjaan.
Yang berarti ada employability gap atau jurang kemampuan dan kompetensi yang tidak bisa dilampaui oleh para lulusan IT di Indonesia. Masih kalah dengan tenaga IT dari India, Cina, bahkan Vietnam. Andi memaparkan strategi Gojek yang mengakuisisi perusahaan IT di India supaya dapat dengan segera meluncurkan aplikasinya karena Indonesia belum memiliki tenaga IT dengan kompetensi yang diharapkan.
Relevansi
Andi memfokuskan pada relevansi sebagai salah satu kunci keberhasilan mahasiswa IT jika ingin berhasil masuk perusahaan IT. Relevansi keterkaitan antara ilmu IT dengan apa yang terjadi di kehidupan sehari-hari, sehingga akhirnya bisa menyelesaikan permasalahan dengan solusi IT. Andi memberi pencerahan bahwa mahasiswa IT juga jangan hanya terpaku pada kecanggihan solusinya, sehingga tidak bisa melihat apakah dengan solusi tersebut masalah yang sebenarnya terpecahkan.
Wawasan
Mahasiswa IT saat ini diharuskan untuk memiliki banyak wawasan, banyak bertemu dan berbincang dengan orang-orang di luar dari dunia IT. Walaupun pada awalnya hanya sebagai pendengar, tetapi nanti jika terbiasa mendapat banyak wawasan, akan memberikan perspektif dalam memberikan solusi yang tepat.
Terutama jika berkaitan dengan bagaimana solusi tersebut akan bisa menghasilkan keuntungan. Secanggih apapun solusi IT, kesuksesannya akan bergantung pada siapa pengguna dan apakah memiliki kemampuan untuk membayar solusinya. Bagaimanapun perusahaan IT bukan hanya tentang teknologi saja, ada sisi bisnis juga yang harus dipikirkan.
Relasi
Pentingnya berinteraksi dengan komunitas di luar IT akan mengembangkan peluang bagi pekerja IT untuk mencari proyek atau pekerjaan IT. Dari komunitas alumni, sampai pada komunitas yang berkaitan dengan hobi.
Potensi seorang pekerja IT harus dikembangkan sehingga menjadi mampu berkontribusi dengan cara mengidentifikasi masalah, memberikan solusi yang lebih tepat, serta melengkapi sebuah tim yang bisa bergerak bersama. Andi meminta mahasiswa IT untuk belajar menikmati menjadi diri sendiri sebagai ahli IT di lingkungan yang lebih luas.
