Bernas.id – Idul Adha 2020 yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah 1441 H atau 31 Juli 2020 di masa pandemi ini membawa warna tersendiri dalam sejarah manusia di abad 21. Pemandangan Ka?bah yang biasanya dipenuhi jutaan umat muslim seperti gambar di atas tidak akan bisa disaksikan di tahun ini karena pandemi Covid19.
Jamaah haji dari Indonesia banyak yang harus menelan kekecewaan karena Pemerintah Saudi Arabia hanya mengizinkan 10.000 jamaah yang bisa beribadah haji, dan hanya untuk warga yang tinggal di Saudi Arabia. Setiap jamaah diharuskan menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga kebersihan tangan dengan menjaga jarak selama beribadah. Tawaf dilaksanakan dengan menjaga jarak antara satu jamaah dengan yang lain dalam satu jalur melingkar, yang dijaga ketat oleh petugas yang berjalan di sela-sela jalur.
Begitu juga dengan ibadah salat Id yang dilaksanakan dengan berkumpul di lapangan harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan. Di antaranya meminta peserta salat Id untuk membawa alas salat masing-masing, harus dalam kondisi sehat, mengatur jarak berdiri antar jamaah kurang lebih 1 meter, membawa pembersih tangan, menghindari kontak fisik dengan tidak bersalaman dan berpelukan, dan tidak mengizinkan anak-anak atau orang tua yang rentan tertular Covid19 untuk salat di lapangan.
Protokol kesehatan pun berlaku ketat untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Dimulai dari kebutuhan tempat yang luas karena posisi pos penyembelihan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging tidak boleh saling berdekatan untuk menghindari kerumunan. Anak-anak yang biasanya bisa melihat penyembelihan hewan kurban, tahun ini terpaksa tidak bisa menyaksikan langsung karena hanya panitia kurban saja yang boleh berada di lokasi.
Ditambah dengan ketentuan alat tidak boleh digunakan secara bersama, setiap petugas harus diberikan satu alat sendiri. Jika harus meminjam, maka perlengkapan tersebut harus dilakukan desinfeksi terlebih dahulu sebelum dipakai oleh yang lain. Panitia kurban saat bertugas pun harus memakai masker, baju lengan panjang, dan sarung tangan. Secara berkala, petugas harus mencuci tangan dan tidak mengusap bagian mata, hidung, mulut, dan telinga. Petugas juga harus memperhatikan sekitar jika akan batuk, bersin, maupun meludah.
Semua pengetatan protokol kesehatan ini tidak mengurangi semangat umat Islam dalam menyambut Idul Adha 2020. Walaupun jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini lebih sedikit, masyarakat Indonesia tetap antusias untuk menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan salat Id dan penyembelihan hewan kurban di berbagai masjid.
