Bernas.id ? Membeli barang bekas atau preloved bukan hal yang memalukan. Banyak pemburu barang-barang preloved di e-commerce dan sosial media. Hal ini juga membuat penjual barang-barang preloved mendapatkan kesempatan. Peluang bisnis untuk barang-barang preloved masih terbuka lebar.
Buat kamu yang ingin mencoba peluang bisnis dengan membuka toko preloved di e-commerce, ikutilah 6 cara menarik perhatian konsumen berikut ini.
1. Buat Nama Toko yang Mudah Diingat
Buatlah nama toko barang preloved mu dengan nama yang mudah dikenal. Pilih nama yang mudah diingat dan unik. Di e-commerce orang akan mudah menemukan tokomu kalau namanya mudah diingat. Jangan membuat kata-kata yang sulit dihafal atau terlalu panjang. Selain itu, hindari tanda baca yang tidak diperlukan agar tidak membingungkan konsumen. Konsumen akan kesulitan menemukan tokomu jika suatu saat ia hendak melihat-lihat.
2. Tampilkan Foto Produk dengan Angle Menarik
Unggah foto produk dengan angle foto menarik. Usahakan selalu menampilkan foto asli untuk barang yang kamu jual. Jangan menggunakan foro dari pihak lain. Konsumen biasanya suka foto asli alias real pict. Selain itu, jika kamu memakai foto dari pihak lain kamu harus memberikan pernyataan bahwa foto tersebut bukan gambar asli dari barang yang dijual.
Untuk mendapatkan foto yang basgus maka kamu bisa memotret produkmu sendiri dengan angle menarik dan suasana yang bagus. Pastikan pencahayaan cukup, serta detail-detail kekurangan barang tersebut terlihat jelas.
3. Buat Feed dengan Tema Bersambung
Daya tarik berjualan lewat internet adalah penonjolan secara visual. Kamu bisa membuat feed dengan tema bersambung. Pilih salah satu tema, misalnya dipotret dekat jendela, background putih bersih, atau dengan menyesuaikan warna barang menjadi satu deret dengan tone yang sama.
4. Buat Deskripsi yang Lengkap
Orang yang memutuskan membali barang preloved pasti akan tahu bahwa barang tersebut sudah pernah dipakai dan mungkin ada cacat atau rusaknyanya. Yang perlu kamu lakukans ebagai penjual adalah menuliskan deskripsi secara lengkap tanpa menutupi keadaan yang sebenarnya. Kamu bisa menyebutkan, misalnya ada lecet, warna yang pudar, kelonggaran, dan lain-lain. Keterusterangan di awal akan sangat dibutuhkan jika sewaktu-watu pembeli komplain setelah membeli produk.
5. Cantumkan Harga yang Masuk Akal
Preloved atau barang bekas pakai tidak dapat disamakan dengan barang yang baru meskipun merk nya ternama. Jika kamu memasang harga yang terlalu tinggi kamu akan kesulitan mendapatkan pembeli. Sesuaikan juga harga yang kamu tentukan dengan keadaan barang tersebut,
Ingat, preloved pasti mengalami penurunan harga meskipun kamu mengklaim bahawa barang tersebut baru dipakai satu kali. Mematok harga yang terlalu tinggi bisa membuat konsumen membeli barang baru dengan harga selisih yang sedikit.
6. Berikan Diskon atau Promo Menarik
Siapa sih yang tidak suka dengan diskon? Pembeli akan semakin tertarik jika ada diskon aatu promo. Buatlah program diskon dan promo di tokomu. Kamu bisa membuat beberapa kebijakan, misalnya potongan harga jika membeli lebih dari satu barang. Meskipun sepele namun hal ini cukup efektif untuk me
