Bernas.id – Festival Mahakarya yang dilaksanakan kemarin (5/7) secara live di kanal Youtube berlangsung sangat seru dengan dua penyaji muda, sukses, dan berpengalaman, Wirda Mansur direktur WakeUpMakeUp dan Sarita Sutedja founder Upnormal juga Bakso Boedjangan. Juga tidak kalah dengan mereka berdua adalah Indra Dwi Prasetya seorang Curriculum Innovation Strategist dari Universitas Mahakarya Asia selaku host yang membuat bincang-bincang semakin berbobot.
Tepat pukul 10.00 WIB festival dimulai dengan sebuah pertanyaan “Bagaimana awal mula baik Wirda maupun Sarita hingga terjun ke dunia entrepreneur?” Hal ini didasari karena kedua narasumber memang mempunyai bisnis di usia yang masih tergolong muda dan masuk kategori millennials serta sukses menjalankannya.
Wirda memulainya dengan menulis impian semasa umurnya sekitar sepuluh tahun. Saat itu ditulisnya dua impian besarnya yaitu yang pertama ingin menjadi seorang hafizah dan yang kedua ingin menjadi pengusaha fashion serta kosmetik. Wirda menuliskan sebagai langkah awal, kemudian menyampaikannya ke orang-orang sekitar sebagai bentuk afirmasi. Kemudian dieksekusi dengan proses untuk mewujudkan semua impian.
Pendidikan bagi Wirda adalah jembatan yang menghubungkan impian-impiannya dengan kenyataan saat ini. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraihnya berkat ijin dan kuasa Tuhan membimbingnya dalam belajar, meraih pendidikan yang sesuai juga dalam setiap usaha. Belajar bisa kapan, di mana, dan kepada siapa saja. Pendidikan formal merupakan sebuah sarana yang memudahkan dalam pencapaian kompetensi yang diinginkan. Pendidikan perguruan tinggi tidak hanya mengajarkan sebuah ilmu tetapi juga mengasah skill untuk bisa berdaptasi dengan berbagai karakter manusia. Kemampuan bersosialisasi terasah di sini.
Sementara menurut Sarita yang juga founder foodizz.id, pendidikan memberikan latihan-latihan yang nantinya akan berguna ketika terjun ke masyarakat maupun dunia usaha. Dia merasakan ketika terjun pertama di dunia usaha consulting bahwa ternyata teori-teori yang diterima di masa kuliah benar adanya, sangat bermanfaat. Hanya saja ketika awal dia dan rekan-rekannya terjun di dunia usaha tidak memanfaatkan hal ini dengan baik. Seharusnya jika dia dan tim berpedoman pada ilmu-ilmu yang didapat saat kuliah maka pasang surut usaha tidak akan sering terjadi. Bongkar pasang teamwork akan lebih efisien karena diputuskan berdasar analisis teori bukan asas perasaan.
Keduanya sepakat, pendidikan sangatlah perlu di era pandemi kali ini terutama skill berbicara baik secara lisan maupun copy writing. Pandemi mengharuskan social distancing yang mau tidak mau lebih mengaktifkan platform–platform daring. Bahkan Wirda sebagai salah satu penggagas kuliah online di Universitas Mahakarya Asia dengan jurusan S1 Kewirausahaan (Startup) berpesan, “Skill yang relevan di era pandemi saat ini adalah bisa ngomong.”
