YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Obyek wisata Taman Sari akan resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 2020. Menurut Ketua Kampung Wisata Taman Sari, Ibnu Titianto, saat ini pihaknya melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di area wisata Taman Sari.
“Di sini warganya kebanyakan dari sektor informal, jadi kita buka perlahan-lahan karena wisata ini ditutup sejak Februari. Nantinya akan dibuka resmi pada tanggal 8 Juli 2020,” ujarnya, Senin (6/7/2020).
Ia menjabarkan standar operasional prosedur (SOP) harus ditaati oleh pengunjung seperti cek suhu tubuh, mengenakan masker, cuci tangan, hingga tidak diperbolehkan menyentuh bangunan Taman Sari.
“Ada protokol kesehatan harus dipatuhi seperti harus cek suhu tubuh, cuci tangan, tidak menyentuh bangunan, untuk itu kami lakukan simulasi,” jelasnya.
Pengelola telah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat jika ada pengunjung menunjukkan gejala sakit maka akan langsung segera dilakukan pemeriksaan.
“Kalau ada suhu tubuh lebih dari 37 tidak diperbolehkan masuk akan kami cek tiga kali. Seperti destinasi lainnya di sini juga akan dibatasi yaitu sebanyak 250 orang dalam satu waktu,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan penataan pada penjual, lalu untuk pengunjung yang masuk dipusatkan di pintu masuk utama.
“Maksimal pembelian tiket untuk satu rombongan satu orang itu untuk mengantisipasi berjubelnya pengunjung. Kalau nanti ada antrian kami sediakan shelter untuk menunggu,” imbuhnya.
Sedangkan untuk pembayaran tiket masuk pihaknya belum menerapkan pembayaran non tunai, untuk itu pengelola menerapkan dan mewajibkan petugas penjaga tiket mengenakan sarung tangan.
“Kedepan kami juga berlakukan pengunjung wajib memindai QR code untuk mempermudah penelusuran jika terjadi kasus penularan covid-19,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung Arif Priyo mengatakan, etuju terkait penerapan protokol kesehatan di semua destinasi wisata tidak hanya di Taman Sari saja.
“Tidak hanya di Taman Sari saja, tetapi juga di area lain juga harus menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Ia menyarankan agar saat parkir pengelola memberikan jarak antara satu kendaraan dengan kendaraan lain, karena di lokasi parkir masih terjadi kerumunan pengunjung. (cdr)
