BANTUL, BERNAS.ID – Kondisi TPA Piyungan di Bantul, DIY mendapat perhatian khusus dari Komisi C DPRD DIY yang melakukan inspeksi dan ke kawasan tersebut, Kamis (10/9/2020). Proyek pembangunan fisik kawasan tersebut dirasa belum memuaskan perkembangannya.
Wakil Ketua Komisi C Gimmy Rusdin, yang memimpin kunjungan menjelaskan, selama dua tahun ini pengelolaan TPA Piyungan mendapat banyak sorotan. Terkait perkembangan proyek, ia menyesalkan, tidak ada laporan tertulis yang jelas dari pengelola tentang perkembangan pembangunan.
“Masa buat leaflet saja sulit, padahal anggaran proyeknya Rp 50 miliar,” keluhnya di sela kunjungan.
Seperti diketahui, keseluruhan proyek memakan anggaran sekitar Rp 50 miliar. Sebanyak Rp 10 miliar menggunakan APBD DIY, dan Rp 40 miliar dari dana APBN.
Targetnya, untuk proyek menggunakan APBD DIY Desember 2020 sudah selesai. Padahal sampai sekarang perkembangan baru mencapai 30 persen.
“Banyak laporan ke komisi tentang pembangunan ini,” katanya.
Ia juga mengkritisi banyaknya TPA rumah tangga yang ada di kawasan jalan menuju TPA Piyungan. Menurutnya itu harus dijadikan satu, tidak terpisahkan.
“Seharusnya jangan di jalan-jalan seperti itu,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Arief Azazie Zain selaku Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPESDM DIY mengakui, karena usia teknisnya sudah lewat, TPA Piyungan akan tutup pasca tahun 2022. Proyek yang dilakukan saat ini salah satunya adalah membangun talut, supaya sampah tidak tumpah.
“Setelah ditutup nanti akan dijadikan gunung terasering dengan ketinggian 40 meter,” jelasnya.
Ia memaparkan, TPA Piyungan kini masih menerima 600-650 ton per hari. Lahan 10 hektar itu kini perlahan ditutup dengan talut, dipasangi saluran irigasi, pipa lindi, dan dibuatkan jalan operasional baru. Arief mengakui, baru 30 persen proyek yang terselesaikan.
“Kontrak pekerjaan mulai 1 Juli, dan penyerahannya tanggal 27 Desember. Insyaallah Desember selesai,” katanya yakin. (den)
