YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Perayaan puncak hari ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta dimeriahkan dengan acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #5 dengan tema Babat Alas Mertani, Rabu (21/10/2020) di halaman Air Mancur Balaikota Yogyakarta.
Dikatakan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, pagelaran WJNC kali ini berbeda dari biasanya, pagelaran akbar yang rutin sudah 5 kali diselenggarakan di Tugu Pal Putih Yogyakarta. Dia juga berharap kegiatan even tahunan ini bisa menjadi even nasional.
“Bahwa kegiatan yang sudah berjalan lima tahun ini semoga bisa menjadi even yang bersifat nasional,” kata Haryadi dalam sambutan pembukaan acara WJNC.
Acara WJNC ini juga dikemas secara virtual yang bisa disaksikan secara online di sosial media. Haryadi mengakui ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta kali ini terasa sangat istimewa.
“Dibandingkan dengan tahun lalu jelas berbeda, kalau kemeriahan acaranya sama, tapi kemeriahan masyarakatnya berbeda ditengah pandemi covid-19 yang sedang dialami oleh seluruh dunia termasuk Indonesia dan Yogyakarta pada khususnya,” tambah Haryadi.
Tema ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta, “Tan Mingkuh Tumapak Ning Jaman Anyar” disebutkan Haryadi akan menjadi slogan selamanya tidak hanya pada perayaan ulang tahun Kota Yogyakarta. “Jadikan semangat ditengah situasi pandemi dalam melayani masyarakat,” katanya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Asisten Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat, Sekda Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Tri Mulyono, dalam sambutannya mengatakan WJNC ini merupakan ajang interaksi antar budaya tradisional wayang dengan media moderen carnaval melalui media streaming. “Karnaval ini diharapkan menjadi hiburan yang menyejukan, untuk mengikis sikap intoleransi dan kekerasan yang baru saja terjadi di Yogyakarta,” katanya.
Pada kesempatan itu Sultan juga ikut mengayubagya dan mengucapkan selamat ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta. “Semoga Tuhan yang maha kuasa berkenan memberikan petunjuk dijalan lurusnya, agar Kota Yogyakarta tetap menunjukan karisma, sebagai kota budaya, kota toleransi, dan predikat-predikat lainnya. Sehingga tetap menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan karena karakternya yang khas itu,” imbuhnya. (cdr)
