Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Reksonegaran Festival #2: Pendidikan Berkarakter dengan Sentuhan Seni dan Keluarga

    June 20, 2026

    TK Happy Bear Yogyakarta Asuh Muridnya Tumbuh Secara Kognitif dan Karakter

    June 20, 2026

    Musliman: Masyarakat Sulteng Harus Siap Hadapi Gempa

    June 20, 2026

    Puluhan Warga Ikuti Lomba Domino Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Polsek Palu Selatan

    June 20, 2026

    Profesor Mohamed Shamji Resmi Menjabat sebagai Presiden EAACI saat Kongres 2026 Ditutup di Istanbul

    June 20, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan, Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM dan Kuliner

      June 19, 2026

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Desa»Pelarian Blandong Alas Gunung Pandan
    Desa

    Pelarian Blandong Alas Gunung Pandan

    Heru Sang AmurwabumiBy Heru Sang AmurwabumiNovember 8, 2020Updated:September 20, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Tubuh Dirgo gemetar begitu hebat. Keringat mengucur dari pelipis dan dahinya. Awalnya ia mengira sedang bermimpi buruk, tetapi gedoran pintu berkali-kali membuatnya sadar. Dirgo sontak meloncat dari balai-balai bambu tempat tidur. Dilihatnya Suliyem, istrinya dan Korep, anaknya sedang menggeliat dan berusaha bangun. Dirgo cepat-cepat memberi isyarat menggunakan jari telunjuk agar mereka tidak mengeluarkan suara apa pun. Sementara gedoran pintu terdengar kian keras.

     

    “Dirgo, kau sudah dikepung!” teriak seorang lelaki dengan suara lantang. “Menyerahlah jika kau ingin selamat. Kami hitung sampai tiga!?

     

    Suliyem ikut gemetar dan lekas membekap kepala Korep ke dada. Dirgo sempat mendengar derap sepatu dan suara lain yang ricuh. Sesaat sebelum berlari ke arah dapur, ia melihat Suliyem dan anaknya duduk di ranjang sedang ketakutan. Lelaki itu mendorong mereka dari balai-balai bambu dan menyuruh tiarap di bawahnya. Sejurus kemudian, Dirgo beranjak pergi ke dapur dan berniat menerabas kegelapan malam melalui pintu belakang rumah.

     

    Semak belukar yang merimbun di kebun belakang rumahnya seperti membeku. Dingin. Dada Dirgo bergemuruh ketika kakinya dengan cepat menggilas tanaman-tanaman liar itu. Tak ada pilihan lain, ia harus lari sejauh mungkin. Jika ia memilih bertahan, orang-orang yang menggedor pintu rumahnya akan menangkapnya. Dirgo tak mau itu terjadi di hadapan Suliyem dan Korep.

     

    Langkah Dirgo semakin cepat. Serupa berlari. Pikirannya mulai dihantam kecamuk badai kebimbangan. Sempat terlintas pertanyaan, bagaimana jika akhirnya orang-orang itu mengejar, lalu berhasil menemukan keberadaannya? Mendadak perut Dirgo terasa mulas.

     

    ***

     

    Kedung Pingit terletak di lereng Gunung Pandan, digelung lebatnya belantara Pegunungan Renteng. Tak mudah tinggal di desa yang hanya menggantungkan hidup dengan hutan dan isinya itu. Menjadi blandong?pencuri kayu adalah pekerjaan yang lazim dilakukan orang-orang Kedung Pingit. Namun pekerjaan itu sekarang tak lagi banyak dilakukan, setelah beberapa tahun terakhir, pemerintah melengkapi para mandor hutan dengan senapan untuk melumpuhkan blandong.

     

    Dirgo adalah satu dari beberapa orang Kedung Pingit yang masih setia menggeluti pekerjaan sebagai bladong, meski nyawa menjadi taruhan. Setiap tengah malam, ia nekad masuk ke tengah belantara Gunung Pandan, berbekal kapak dan parang, menebang sebatang pohon jati yang konon sudah ada di sana sejak buyutnya masih hidup. Iya, orang-orang memang menganggap hutan adalah warisan untuk anak cucu. Maka tak berdosa jika mereka menebang demi menyambung hidup.

     

    Blandong-blandong itu akan keluar dari hutan ketika matahari naik sejengkal. Sebuah truk dari seorang pedagang mebel sudah menunggu di tepi jalan. Tak ada transaksi tawar menawar, baik para blandong maupun pemilik truk sudah memiliki kesepakatan harga selama bertahun-tahun. Tengah hari, mereka akan sampai lagi di Desa Kedung Pingit.

     

    Sebenarnya kebandelan blandong-blandong tersisa juga sudah membuat mandor alas Gunung Pandan habis kesabaran. Berkali-kali diingatkan, mereka tak pernah menghiraukan. Satu dari sekian mandor yang kerap mendatangi Dirgo adalah Darsiman. Sebagai teman sebaya Dirgo selama duduk di bangku sekolah dasar di Kedung Pingit.

     

    Alih-alih berhenti menjadi blandong, yang ada justru Dirgo dan kawan-kawannya semakin berani. Jika para mandor hutan dilengkapi senapan, blandong-blandong alas dari Kedung Pingir membekali diri dengan parang dan golok. Mereka siap bertaruh nyawa jika lahan pencarian nafkahnya diusik dengan kedok tugas negara.

     

    ***

     

    “Apa yang selama ini digunjingkan orang-orang mulai membuatku risih. Seharusnya menantuku tak lagi mblandong,” ujar simbok Suliyem kepada Darsiman, seorang mandor hutan yang sedang bertamu ke rumah mertua Dirgo itu. “Mungkin benar bahwa ia jumawa, berani menantang para mandor hutan Gunung Pandan.”

     

    Ucapan-ucapan mertua Dirgo semakin liar. Ia tak tahu bahwa menantunya yang berada di dalam bilik sedang menguping obrolan mereka.

     

    “Aku sudah berkali-kali meminta Suliyem menasihati Dirgo, Mak.”

     

    “Seharusnya kamu yang pantas menjadi menantuku.”

     

    Ucapan terakhir perempuan paruh baya itu membuat darah Dirgo mendidih. Di dalam bilik, ia menggeretakkan gigi geraham, lalu meremas-remas sepuluh jemari membentuk kepalan tangan. Kasak-kusuk bahwa Darsiman dulu pernah menjalin hubungan dengan Suliyem mulai mengusik pikirannya.

     

    Dirgo mulai sadar, kedatangan mandor hutan muda itu bukan pertama kali ini. Ia mencoba memutar kembali ingatan. Iya, ia mengingatnya. Suatu siang ketika baru pulang mblandong, Dirgo melihat Darsiman bertamu. Suliyem turut menemui di ruang tamu.

     

    Mandor hutan itu mungkin sering menemui Suliyem diam-diam, ketika mertuanya sedang pergi ke sawah, sementara ia masih di tengah hutan.  Dugaan itu semakin kuat, mengingat ia adalah orang yang selalu disanjung mertuanya. Dada Dirgo mendadak semakin sakit mengingatnya.

     

    ***

     

    Jerit Mak Sinah di pagi buta membuat Desa Kedung Pingit gempar. Perempuan tua yang hendak mencari daun jati muda itu berteriak histeris seperti orang kesurupan, sambil menunjuk ke arah hamparan ladang jagung di pinggiran hutan Gunung Pandan. Pecahlah kesunyian desa yang masih senyap, ketika para lelaki masih sibuk dengan sapi-sapi di kandang?kebiasaan setiap pagi tiba, mereka membersihkan kotoran hewan piaraan. Sementara para perempuan masih sibuk menyiapkan urusan perut.

     

    “Ada mayat mandor hutan! Ada mayat mandor hutan!”

     

    “Di mana? Di mana?”

     

    “Ia terjungkal di tepi ladang jagung!” jawab Mak Sinah dengan tubuh menggigil.

     

    Pagi itu, Kedung Pingit yang semula masih sepi, tiba-tiba berubah ramai dalam sekejap. Kabar yang dibawa Mak Sinah mengundang rasa penasaran. Orang-orang sontak berhamburan keluar rumah, lalu berbondong-bondong menuju tepi hutan Gunung Pandan.

     

    Sesosok mayat tampak tergeletak di sebuah pematang ladang jagung. Leher dan dadanya menyisakan luka menganga. Darah yang menutupi luka itu belum sepenuhnya kering. Menandakan bahwa ia dibacok belum lama.

     

    Melihat kejadian mengenaskan itu, rasa keingintahuan orang-orang yang memadati ladang jagung milik Jagabaya Kedung Pingit berubah menjadi ketakutan. Satu per satu mereka mundur sambil berbisik, “Mandor Darsiman … Mandor Darsiman … Mandor Darsiman.”

     

    ***

     

    “Berhenti, Dirgo. Menyerahlah!”

     

    Kepala Dirgo seperti dihantam palu berkali-kali. Tubuhnya sudah koyak moyak, berlumuran luka akibat menerabas rerimbunan bambu. Ia berhasil keluar dari Desa Kedung Pingit, namun tiga langkah di depannya ternyata telah berdiri enam orang yang mengacungkan senjata ke arahnya. Dirgo menjatuhkan dirinya dengan posisi jongkok, menyadari bahwa pelariannya telah berakhir.

     

    Dengan perasaan tercabik-cabik, Dirgo menatap mereka. Kini orang-orang yang sedang memburunya dari belakang tadi pasti sudah menemui Suliyem, memberi kabar soal peristiwa yang sesungguhnya. Mereka akan mengorek keterangan dari istrinya, membawa ke kantor polisi di kecamatan sebagai saksi. Mereka akan membuat istrinya tahu bahwa suaminya telah membunuh seorang mandor hutan.

     

    Pikirannya mulai memijak kesadaran, pertanyaan baru muncul dalam benaknya: bagaimana nanti nasib Suliyem dan Korep?

     

    Ia dicari polisi bukan sekadar telah menjadi blandong. Namun juga tersebab mandor alas Gunung Pandan saat ini, Darsiman, lelaki yang dulu pernah memiliki perasaan yang sama dengannya kepada Suliyem, telah ia bacok. Tak ada gunanya ia melawan atau kembali lari. Di bawah todongan senjata polisi dan mandor alas lainnya, ia mengangat kedua tangannya di atas kepala dan mulai meneteskan air mata. Dirgo menyerah. (*Heru Sang Amurabumi)

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Heru Sang Amurwabumi

    Related Posts

    Mahasiswa UGM Turun ke Togean, Fokus Atasi Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

    June 19, 2026

    Sambung Rasa, Jalan Anggajaya 2 Concat Akan Segera Diaspal

    March 14, 2026

    Warga Tiyasan Condongcatur Ubah Tanah Pelungguh Menjadi Lumbung Pangan Warga

    January 24, 2026

    Ternak Ayam Kampung Tak Perlu Besar, Modal Awal Hanya Rp132.000

    January 18, 2026

    KopDes Merah Putih Sudah Hampir Capai Target Presiden

    June 3, 2025

    9.835 Kopdes Merah Putih Terbentuk, Beroperasi Mulai 28 Oktober

    May 8, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Profesor Mohamed Shamji Resmi Menjabat sebagai Presiden EAACI saat Kongres 2026 Ditutup di Istanbul

    June 20, 2026

    Mavenir berkolaborasi dengan Red Hat untuk meluncurkan Platform AI Terintegrasi yang mengubah operator menjadi penyedia layanan AI

    June 18, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Massa dari Berbagai Daerah Turun ke Jakarta, Dukung Kebijakan Kerakyatan Prabowo

    June 19, 2026

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Reksonegaran Festival #2: Pendidikan Berkarakter dengan Sentuhan Seni dan Keluarga

    June 20, 2026

    TK Happy Bear Yogyakarta Asuh Muridnya Tumbuh Secara Kognitif dan Karakter

    June 20, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.