WASHINGTON, BERNAS.ID – Kamala Devi Harris atau Kamala Harris barangkali saat menjadi perempuan yang sedang banyak diperbincangkan orang dalam konteks politik di Amerima Serikat maupun dunia.
Dialah wakil presiden pasangan Joe Biden yang telah memenangkan pemilihan umum Amerika Serikat, dan akan segera dilantik menjadi Wakil Presiden perempuan pertama di Amerika Serikat. Politikus partai Demokrat kelahiran Oakland, California 20 Oktober 1964 lalu merupakan anak dari Donald Harris yang berasal dari Jamaica dan Syamala Gopalan Harris yang berdarah India.
Baca juga : Kalahkan Donald Trump, Joe Bidden Menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46
Sejak kecil Kamala hidup di California dan mengenyam pendidikan di Westmount High School (1981) dan melanjutkan studi hukum di Black Howard University di Washington (1986) dan UC Hastings College of the Law (1989). Karirnya dibangun dalam bidang hukum dengan bekerja sebagai jaksa penuntut umum di Kejaksaan Distrik Alameda County yang membawanya menjadi jaksa wilayah San Francisco selama 2 periode dan kemudian menjadi jaksa agung wanita pertama sekaligus jaksa agung berdarah amerika africa pertama di California pada 2010.
Kamala yang cukup dekat dengan Joseph Robinette “Beau” Biden III yang merupakan Jaksa Agung Delaware dan sekaligus anak dari Joe Biden itu kemudian mencalonkan diri dan terpilih menjadi Senator Junior untuk negara bagian California pada tahun 2016. Sebagai senator Kamala mendapatkan dukungan dari kaum progresif karena kritikan-kritikan pedasnya, termasuk terhadap calon Mahkamah Agung saat itu Brett Kavanaugh dan Jaksa Agung William Barr.
Kamala sebetulnya merupakan pesaing Biden dalam konvensi partai demokrat. Pada saat debat dalam pemilihan calon presiden partai demokrat bahkan Kamala tak segan melakukan kritik tajam kepada Biden saat menjabat sebagai senator California terkait program integrasi sekolah terpisah. Namun sejak akhir 2019 usaha kampanye Kamala seperti menghilang sebelum kontes Demokrat pertama di Iowa pada awal 2020. Pada bulan Maret, Kamala Harris mendukung mantan wakil presiden tersebut, dengan mengatakan dia akan melakukan segala upaya untuk membantu terpilihnya Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya. Ujungnya pada agustus 2020 Biden memilihnya untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden dalam pemiliha umum AS.
Siapa sangka nasib dari istri kedua Dough Emhof, seorang pengacara DLA Piper Multinational dan ibu dari Cole dan Ella Emhoff ini menjadi orang nomor dua di negara adidaya dunia. Anggota Kongres, Pramila Jayapal dari Washington mengatakan bahwa kekuatan Harris tak sekadar datang dari pengalamannya di dunia politik, melainkan juga dari dukungan orang-orang yang telah ia wakili selama menjadi Senator California. California sendiri merupakan negara bagian terpadat di Amerika dan salah satu negara bagian yang paling beragam. Terlihat dari persentasi demografinya dengan hampir 40% orang adalah Latino dan 15% adalah orang Asia.
(Penulis : Hariyo Pradipto)
