BERNAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Inovasi Indonesia Expo (IE2) secara virtual pada Rabu (11/11/2020) kemarin. Ia menyampaikan Indonesia membutuhkan banyak inovator di berbagai sektor seperti kesehatan, pangan, bisnis hingga digitalpreneurs.
?Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen, model bisnis, dan digitalpreneurs,? ungkapnya sebagaimana dikutip Bernas.Id dari laman resmi Sekretariat Kabinet www.setkab.go.id.
I2E merupakan acara tahunan pameran riset teknologi inovasi terbesar yang diikuti berbagai lembaga penelitian dan industri. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menjadi penyelenggara I2E. Pameran ini menyajikan berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator yang keseluruhannya merupakan karya anak bangsa. Untuk itu, pria yang akrab disapa Jokowi itu menyambut baik penyelenggaraan I2E 2020.
?Saya menyambut gembira dan menyampaikan penghargaan atas diselenggarakannya ekspo Inovasi Indonesia ini. Inovasi adalah kunci transformasi, inovasi adalah energi untuk menciptakan perubahan, inovasi adalah solusi untuk mengatasi permasalahan, inovasi adalah modal untuk memenangkan persaingan,? sambungnya.
Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, terlihat begitu pentingnya inovasi bukan hanya Indonesia tetapi berbagai negara di dunia. Jokowi berujar di Indonesia turut muncul beragam inovasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 8 bulan. Inovasi yang dilakukan utamanya di bidang kesehatan, yakni berupa pengembangan vaksin Merah Putih. Indonesia berkomitmen mengembangkan vaksin Covid-19 yang dilakukan para periset dalam negeri dan bekerja sama dengan negara lain.
Menurutnya, para inovator telah menemukan berbagai karya yang dibutuhkan untuk percepatan penanganan Covid-19. Misalnya penemuan GeNose yang dapat mendeteksi virus melalui tiupan dari mulut yang mudah dan cepat. Selain itu, ada beberapa komunitas peneliti yang bekerja untuk menemukan obat maupun terapi bagi pengobatan pasien positif Covid-19.
Disampaikan Jokowi, inovasi-inovasi yang muncul di tengah pandemi Covid-19 tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki berbagai talenta hebat. Selain itu menunjukkan siap untuk kemandirian dan keunggulan bangsa. Kendati begitu, Jokowi mengingatkan jika kemunculan inovasi tersebut harus ditopang oleh ekosistem salah satunya ekspo.
?Ekspo ini adalah salah satu contoh dari ekosistem tersebut. Kita harus terus memfasilitasi kerja sama antar-stakeholders, memperkuat multiple helix, memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri dengan pemerintah dan juga masyarakat,? terangnya.
Ditegaskan Jokowi perlu adanya kolaborasi agar karya-karya para inovator tidak berhenti menjadi sebatas purwarupa atau prototype tapi berlanjut untuk diproduksi secara massal dan bahkan bergerak ke arah investasi komersial. Apabila bisa terwujud dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat tapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional termasuk terciptanya lapangan pekerjaan.
?Saya mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara. Berkontribusi bagi kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik,? tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Lebih lanjut, pameran yang sebelumnya dikenal dengan nama RITECH EXPO ini diharapkan menjadi dalam upaya membumikan riset serta memperkenalkan berbagai produk inovasi dalam negeri. (mta)
