Bernas.id – MTs Negeri 5 Nganjuk Menuju Madrasah Literasi Kaya Inspirasi adalah tema yang diangkat pada kegiatan Peluncuran Buku dan Rembug Literasi yang digelar Rabu (16/12) di halaman sekolah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, staf karyawan, perwakilan siswa sebagai penulis buku yang diluncurkan, dan beberapa tamu undangan antara lain pengawas sekolah dan komunitas pegiat literasi Kabupaten Nganjuk (Kopling). Mengingat masih masa pandemi maka kegiatan ini pun disiarkan melalui kanal Youtube MTSN 5 Nganjuk sehingga bisa disaksikan oleh seluruh warga madrasah secara daring.
Sekitar pukul 08.00 WIB kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars GERAMM (Gerakan Ayo Membangun Madrasah). Hadirin tetap hikmat meski berdiri dengan berjarak.
Kegiatan ini berawal dari antusias para siswa untuk menulis kemudian beberapa guru berinisiatif untuk mengumpulkan karya-karya tersebut dalam sebuah buku. Bekerja sama dengan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) dan Gerakan Menulis Indonesia (GMB Indonesia), 11 guru sepakat untuk mengajak dan membimbing siswa untuk berkarya. Dengan proses yang panjang, jalan yang berliku dalam proses menulis, akhirnya terbitlah 5 buku karya bersama. Demikian yang disampaikan ketua panitia, M. Abdul Rasyid, M.Pd..
Kemudian dilanjutkan sambutan dari kepala madrasah.
“Anak-anakku seperti yang telah disampaikan ketua panitia, kita akan meluncur tapi tidak meluncur kemudian terjun bebas. Kita akan meluncur dan terus naik, menyebar ke segala penjuru dan mengisi ruang literasi yang ada. Perlu diingat, literasi tidak terbatas hanya membaca dan menulis. Literasi sangatlah luas, mulai melihat, mendengar, membaca hingga akhirnya mampu menuliskannya. Jangan berhenti hanya sampai pada titik hari ini, teruslah maju hingga tingkat dunia,” sambut kepala MTs Negeri 5 Nganjuk, H. Sutopo, S.Ag.,M.Pd.I. Tak lupa beliau juga mengajak khususnya seluruh warga madrasah untuk tetap melakukan slogan-slogan pembiasaan yang telah dibangun yaitu :
- Saya suka membaca
- Saya pandai bercerita
- Saya senang menulis
Apresiasi dan ucapan selamat disampaikan oleh perwakilan komunitas literasi, Kopling yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Inara Yunita. Kopling merasa bersyukur saat ini madrasah-madrasah di bawah naungan Kemenag tengah menggaungkan dan menggerakkan literasi dalam pembelajaran sehari-hari. Harapan ke depan akan tumbuh generasi-generasi yang tangguh dan melek literasi dalam mengukir prestasi.
Lima buah buku antologi karya para siswa yang diluncurkan pada kegiatan ini berjudul The Other Way sebuah antologi puisi berbahasa Inggris, Berangkat ke Kota adalah antologi puisi berbahasa Indonesia, antologi cerita cekak berbahasa Jawa Sekar dan Lintang, serta dua buku kumpulan cerpen dengan judul Lentera Malam Ini dan Rumah dalam Kata.
Siti Nur Imamah selaku pengawas madrasah mengucapkan selamat atas peluncuran kelima buku tersebut dan berharap literasi akan terus menyala di MTsN 5 Nganjuk ini.
“Karena literasi sudah menjadi program di madrasah maka konsekuensinya yang pertama harus tercantum di program kerja kepala madrasah. Kedua, harus ada kegiatannya, setidaknya 15 menit membaca mengerti kemudian bercerita, dan yang ketiga ada tim literasi,” imbuh Imamah sebagai pesan kepada pihak madrasah di akhir sambutan sebelum sesi gunting pita balon sebagai simbolik peluncuran buku bersama kepala madrasah.
Perlu diketahui selain lima buku yang diluncurkan, sebelumnya sudah ada buku yang diterbitkan. Buku tersebut antara lain:
- Antologi buku karya sanggar Bahasa MTs Negeri 5 Nganjuk berjudul Together We Can
- Antologi Puisi 2020 karya Ekstra Jurnalis bersama guru dan penulis terpilih lainnya. Judul Ketika Pandemi Covid-19 Bercerita
- Antologi Puisi tema Covid 2020 karya kolaborasi Ekstra Jurnalis, sanggar bahasa, guru dan Komunitas Yuk Menulis (KYM). Berjudul Untuk kita yang sedang berjuang
- Antologi Quotes 2020 karya guru?guru MTsN 5 Nganjuk bersama gubernur Jawa Tengah dan Komunitas Yuk Menulis (KYM) dengan judul Lentera Makna
- Antologi Puisi 2020 karya guru?guru MTsN 5 Nganjuk bersama Ustadz Yusuf Mansyur dan Komunitas Yuk Menulis ( KYM) judul Ruang Renung
- Special, Novel tunggal karya Afriza Dwi kelas 8B. Buku yang menceritakan kisah seorang remaja beserta lika-liku kehidupannya yang penuh tantangan berjudul Hosyi, serta
- Antologi cerpen kearifan lokal Kabupaten Nganjuk. Penuh sarat dengan kisah budaya Nganjuk dibalut dengan sisi humanis yang manis. Penulis Guru MTsN 5 Nganjuk : Prastiwi Ningsih, Elya Fauziyah dan Sofia Ulfa dengan judul Jerat Serat.
Sebelum diakhiri dengan penyerahan hadiah serta tampilan bercerita dari beberapa siswa, panitia menggelar rembug literasi dengan menghadirkan pemateri Ahmad Ikhwan Susilo, S. Pd salah satu Pengurus Taman Baca Masyarakat Jawa Timur serta penggerak TBM Gelaran Jambu, Pare, Kediri dengan mengangkat bahasan tentang literasi keluarga, literasi dimulai dari rumah. Ikhwan menyampaikan bahwa peran orang tua merupakan hal utama sebelum anak-anak mengenal dunia literasi dari luar. Salah satu contoh peran literasi yang bisa dilakukan orang tua adalah membacakan buku atau mendongeng kepada anak. (tan)
