Bernas.id – Peran UMKM dalam mendongkrak ekspor telah membuat neraca perdagangan menjadi surplus, bahkan di masa pandemi. Tetapi, memasuki pasar ekspor bukan hanya sekedar menjual dan mengirimkan barang ke luar negeri. Harus ada upaya perombakan atau shifting yang besar dalam melaksanakan bisnisnya. Hal ini diungkapkan oleh Olvy Andrianita, Direktur Pengembangan Produk Ekspor (P2E), DJPEN, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Tiga macam perombakan yang harus dilakukan pemilik UMKM untuk sukses menembus pasar ekspor dijabarkan pada webinar nasional Pengembangan Kualitas Produk UMKM Bernilai Tambah dalam Rangka Penetrasi di Pasar Mesir.
Kolaborasi
Salah satu kelemahan dari UMKM biasanya karena keterbatasan sumber daya, baik tenaga kerja maupun modal, maka hanya berfokus pada satu komoditi saja. Itu sebabnya, UMKM perlu menjalin jejaring dan berkolaborasi dengan banyak pihak, sehingga bisa membantu dalam proses produksi, logistik, hingga pencarian pasar, terutama pasar ekspor. Jika perlu UMKM bisa bekerjasama dengan perusahaan besar atau gerakan masyarakat yang memiliki hubungan dengan pasar luar negeri.
Hilirisasi
Menurut Olvy, pemilik UMKM sudah harus mulai melakukan banyak inovasi, bukan hanya sekedar meniru produk orang lain, sehingga bisa memproduksi hasil olahan yang memberikan nilai tambah. Menjual produk hilir, bukan produk hulu yang masih mentah. Tentu ini akan membutuhkan kesiapan tenaga kerja dan menjual produk hilir tentu membutuhkan kemasan dan pencitraan merek yang bisa menarik konsumen luar negeri.
Keamanan Pangan
Olvy menceritakan bahwa ada satu kasus barang ekspor yang setelah sampai di negara tujuan, ternyata kemasannya mengandung Covid dan walau kasus sudah selesai, tetap harus ditegakkan bahwa keamanan pangan atau food safety, bukan hanya sekadar untuk mematuhi aturan perdagangan internasional. Penanganan barang dari proses produksi hingga pengemasan harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan menjadi budaya baru yang diterapkan untuk memberikan kesan yang baik kepada konsumen.
Syamsu Alam Darwis, dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Cairo menerangkan beberapa produk unggulan dari Indonesia yang digemari masyarakat di Mesir adalah minyak sawit, kopi dan rempah-rempah seperti pala, cengkeh, kayu manis, dan lainnya. Testimoni dari masyarakat Mesir menggemari kopi dari Indonesia karena ada cita rasa yang berbeda dari kopi negara lain, seperti Vietnam atau negara lain yang juga memproduksi kopi. (TAF)
