Bernas.id – Melihat belum usainya penyebaran Covid-19 Pemerintah Arab Saudi memperpanjang periode pembatasan perjalanan internasional bagi warganya.
Pemerintah Arab Saudi akhirnya juga menggeser tanggal pembukaan kembali perbatasan kerajaan, yang pada awalnya 31 Maret 2021 menjadi 17 Mei 2021 karena penundaan pengiriman vaksin Covid-19.
Dengan demikian, pada perjalanan udara, darat, dan laut baru bisa dilakukan setelah 17 Mei 2021. Ketentuan ini tidak berpengaruh terhadap perjalanan umrah, yang masih mengikuti ketentuan pada 3 Januari 2021.
Melansir dari Arab News, Jumat (29/1/2021), keputusan itu diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada Jumat (29/1/2021). Langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian Arab Saudi. Dengan adanya keputusan terbaru ini kemudian didasarkan pada pernyataan menteri kesehatan Saudi yang mengungkapkan bahwa produsen vaksin Covid-19 telah gagal memenuhi tenggat waktu untuk pengiriman batch sesuai kontrak.
Salah seorang dokter di Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Abdullah Riyadh, Dr Shaikh Abdullah, beliau mengatakan kepada Arab News bahwa dengan memperpanjang larangan perjalanan negara itu adalah langkah bijaksana oleh pemerintah.
?Arab Saudi sudah melakukan pekerjaan yang bisa dikatakan sangat baik dalam menahan penyebaran virus dan telah mendapatkan tempat dalam daftar negara dengan jumlah kasus serta tingkat kematian terendah,” kata dr. Shaikh
Pendapat dia, sebagai dokter garis depan dalam perang melawan virus, dia melihat imunisasi/vaksinasi massa sebagai satu-satunya cara untuk mengalahkan virus ini.
Melansir dari Worldometer pada Jumat (29/1/2021). Total kasus Covid-19 di Uni Emirat Arab yakni sekitar 297.014 kasus. Sedangkan total kematian akibat Covid-19 yakni 826 orang. Adapun yang sembuh sebanyak 269.999 orang.
Melansir Gulf News, Jumat (29/1/2021). Vaksin yang tertunda jadwalnya adalah Pfizer pihak perusahaan mengatakan, mereka akan menunda pengiriman di seluruh dunia. Pendapat kerajaan, penting untuk mengimunisasi atau memvaksinasi sebagian besar masyarakat Arab Saudi sebelum mencabut larangan dan membuka kembali perbatasan.
Dari pihak Kerajaan juga ingin mempertahankan tingkat infeksi rendah yang saat ini dilaporkan di Kerajaan. Dengan berbagai alasan itulah akhirnya pihak pemerintah Arab Saudi menunda pembukaan perjalanan hingga 17 Mei 2021. (LSR)
