Bernas.id ? Masker merupakan salah satu peralatan yang digencarkan pemerintah untuk selalu digunakan sejak pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia. Tidak cukup menggunakan masker, dua aktivitas lainnya yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin juga menyertai dalam upaya pencegahan virus Covid-19.
Pada kenyataannya kebiasaan memakai masker belum bisa menyeluruh ke semua lapisan masyarakat di Indonesia. Padahal pihak-pihak terkait tak hentinya mengingatkan masyarakat untuk tertib dalam penggunaan masker. Di mata beberapa kalangan masyarakat, memakai masker hanyalah sebuah kewajiban di depan aparat. Namun, di belakang itu, dengan tenangnya mereka melepas masker atau memakainya tidak dengan standar pemakaian.
Idealnya pemakaian masker yaitu untuk menutupi mulut dan hidung. Tidak mulut saja dan membiarkan hidung tetap menghirup udara bebas di sekitarnya. Lebih parah dari itu, masih banyak masyarakat yang mengenakan masker pada dagu. Lantas, apa yang dilindungi jika yang ditutupi adalah dagu?
Di samping itu, dengan adanya peraturan selalu mengenakan masker, permintaan masker pun semakin melonjak. Banyak perusahaan konveksi yang kewalahan karena begitu tingginya demand. Selain itu juga bermunculan model masker beraneka ragam juga beraneka bahan. Masker seperti apa, sih yang sebenarnya direkomendasikan yang bisa mencegah penularan Covid-19?
Menurut pakar penyakit menular di Universitas Johns Hopkins, Maryland, Amesh Adalja, MD dikutip dari Health mengatakan bahwa penggunaan masker berlapis dua lebih efektif daripada masker satu lapis, tentunya dengan kualitas bahan masker yang baik pula.
Asumsi tersebut didukung oleh pernyataan dr. Leonard Krilov, MD, Kepala Penyakit Menular Anak di rumah Sakit NYU Langone, Long Island. ?Masker yang paling tepat untuk menangkal Covid-19 adalah masker medis atau masker kain yang mempunyai dua lapisan,? kata dr Leonard dikutip dari Health.
Berikut daftar masker yang direkomendasikan oleh para Ahli:
1. Masker N95
Masker N95 adalah pelindung wajah dengan penyaring partikel yang sesuai dengan standar N95 dari Nasional Institute for Occupation Safety and Health air filtration rating Amerika Serikat. Masker jenis ini sering digunakan oleh tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Dirancang untuk sekali pakai. Namun, beberapa penelitian menyebutkan masker ini bisa didekontaminasi dan dapat digunakan hingga tiga kali.
2. Masker Bedah
Masker bedah banyak beredar di daerah-daerah. Masker yang umumnya berwarna hijau dan biru ini sangat mudah didapatkan. Biasanya dijual di apotek dan juga supermarket. Awal penularan virus Covid-19 tahun lalu, masker ini menjadi langka dan harganya meluap hingga 10 kali lipat. Namun, saat ini sudah kembali ke harga standar dan mudah didapatkan. Perlu diingat masker ini dirancang untuk sekali penggunaan, ya. Jadi, jangan lagi berpikir untuk memakai ulang atau bahkan berniat mencucinya.
3. Masker KN95 atau KF94
Sekilas masker jenis KN95 mirip dnegan masker jenis N95. Namun, ternyata berbeda, loh. Jika masker N95 digunakan untuk tenaga medis, lain halnya dengan masker KN95 yang direkomendasikan hanya untuk masyarakat pada umumnya.
4. Masker Dobel
Masker jenis inilah yang diklaim efektif untuk mencegah virus corona varian baru yang lebih cepat menular dari sebelumnya.
Itulah beberapa jenis masker yang direkomendasikan. Anda bisa menggunakan salah satunya. Terpenting dalam memakai masker adalah tidak terlepas dari tujuan awalnya. Jadi, gunakan masker yang sekiranya nyaman saat digunakan untuk menghindari aktivitas menurunkan masker ke dagu. (muu)
