Bernas.id – Enam remaja sengaja mencari keributan saat berkendara menggunakan sepeda motor, tadi malam. Rombongan remaja itu menggeber-geberkan suara dari motor dan membunyikan klakson sepanjang jalan. Mereka menaiki motor dengan berdiri dan melaju cukup kencang. Aksi para remaja yang membahayakan ini viral di media sosial.
Warga geram dengan tingkah laku rombongan pelajar yang mengundang ketidaknyamanan ini. Para remaja ini juga tidak menggubris saat warga meminta berhenti melakukan aksi nekat di jalanan ini.
Akhirnya warga kompak menghentikan paksa aksi mereka. Aksi Ugal-ugalan di jalan akhirnya terhenti setelah warga mengepungnya di sekitar Pasar Kotagede, Kota Yogyakarta. Rombongan ABG ini ribut sendiri di jalan. Diamankan karena mereka juga hendak menabrak orang yang menghalanginya.
Dari keenam pelaku anak ini rata-rata berusia 13 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan barang berbahaya seperti senjata tajam. Mereka juga tidak terpengaruh minuman alkohol.
?Namun untuk motif masih kami selidiki. Karena belum jelas kenapa mereka ugal-ugalan di jalan,? ucap Kepala Unit
Postingan ABG yang ugal-ugalan di jalanan Sabtu, 6 Februari 2021 malam diunggah di Facebook grup info cagetan jogja. (Foto: Adilla/ICJ/Istimewa)
Informasi yang dihimpun, sebagian mereka merupakan pelajar SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, ada pula yang putus sekolah. Berikut identitas rombongan pelaku anak yang sudah membuat keributan di jalan, pada Sabtu, 6 Februari 2021 pukul 21.30 WIB tersebut:
1. MA, 14 tahun, warga Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta.
2. FR, 13 tahun, warga Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta.
3. F, 13 tahun, warga Tukangan, Danurejan Yogyakarta.
4. L, 13 tahun, warga Ringroad selatan.
5. B, 14 tahun, warga Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
6. A, 13 tahun, warga Sorosutan UH 5, RT 30, RW 08, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Iptu Mardiyanto menceritakan kronologi rombongan ABG ugal-ugalan. Mulanya, keenam pelaku anak berkendara menggunakan motor berboncengan dari arah Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Pelaku anak yang duduk dibelakang berdiri sambil merekam video. Sedangkan yang joki menekan klakson motor bak orang sedang pawai.
Di tengah perjalanan, pengendara motor atau saksi meminta rombongan ABG berhenti namun tidak digubrisnya. Saksi pun mengejar rombongan pelaku anak sampai di Pasar Kotagede. Warga mengepung rombongan pelaku anak.
Iptu Mardiyanto mengaku, kejadian tersebut membuat lalu lintas pasar mengalami kemacetan. Untuk memberi efek jera, petugas memberikan hukuman fisik kepada para pelaku anak dengan cara push up. ?Mereka tidak kami tahan. Sudah pulang ke rumahnya masing-masing,? ujarnya. (ASN)
