Bernas.id – Bagi para milenial yang sudah berkeluarga dan memiliki buah hati, menabung bukan lagi menjadi sebuah kepentingan, tetapi keharusan demi menjaga kesehatan keuangan. Apalagi, kebutuhan di masa depan akan terus bertambah. Bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kebutuhan biaya sekolah anak.
Mengenai sekolah anak, jangan tunggu hingga anak sudah masuk sekolah untuk menabung biaya sekolah di masa depan, termasuk kuliah anak. Sebaiknya, kamu mempersiapkannya perlahan-lahan dengan cara berinvestasi. Salah satu instrumen investasi yang mampu memberikan hasil tinggi adalah saham.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Meskipun trading saham dan juga menabung saham sedang booming di Indonesia, ada baiknya sebagai milenial yang cerdas, harus mempelajari soal investasi saham ini dengan baik. Sembari menabung, simak tips berinvestasi saham demi dana pendidikan anak di masa depan berikut ini tips agar berhasil dalam mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.
1. Jangan Gunakan Dana Pendidikan
Jika kamu pemula dan baru mau mulai membeli saham, hati-hati dalam menggunakan uang yang kamu miliki untuk diinvestasikan dalam saham. Terutama dana pendidikan yang sudah kamu punya dan simpan. Jika ada uang lebih, anggarkan 10% dari penghasilan per bulan untuk membeli saham. Sedangkan, gunakan dana pendidikanmu untuk membayar SPP, membeli buku seragam, bayar uang gedung, atau keperluan pendidikan lainnya.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
2. Jenjang Pendidikan Tinggi
Menambung saham untuk dana pendidikan sebaiknya digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Seperti jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Misalnya, anak kamu sekarang kelas 3 SD, uang yang kamu investasikan bisa digunakan nanti ketika dia hendak masuk kuliah.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
3. Hindari Jual Jangka Pendek
Hindari membeli saham kemudian menjualnya dalam jangka pendek. Belilah saham untuk memenuhi tujuan finansial jangka panjang. Kalau jangka pendek, saham sangat berisiko buatmu.
Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah
4. Risiko Investasi
Jangan lupa untuk mempelajari risiko investasi. Pahamilah analisis fundamental yang baik sebelum Anda membeli saham untuk berinvestasi. Kenalilah rasio-rasio yang menunjukkan profitabilitas, kesehatan keuangan, dan valuasi sebuah perusahaan, bandingkan pula kinerja dari perusahaan dengan kompetitornya. Hindari melakukan pembelian saham hanya karena rumor atau mengikuti ajakan-ajakan teman atau tokoh-tokoh publik semata.
Baca juga: 4 Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar Agar Tidak Terkecoh
5. Orang Terpercaya atau Mentor yang baik
Pilihlah beberapa mentor yang sudah ahli dan temukan satu orang yang bisa diandalakn, tujuannya adalah untuk sharing maslah-masalah yang sedang dialami, dengan begitu kamu bisa bebas berkonsultasi dan akan mendapatkan pengarahan yang terbaik dari mentor.
Keputusan memang ada ditanganmu. Maka haruslah bijak dalam menyikapi segala pilihan. (ASN)
Baca juga: 4 Cara Akurat untuk Menentukan Support dan Resistance Harga Saham
