Bernas.id – Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah yang sangat dinantikan umat Muslim seluruh dunia. Bulan di mana umat Islam diwajibkan berpuasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Bulan untuk umat Nabi Muhammad lebih melatih kesabaran dan hawa nafsu, tidak hanya sekedar menahan makan dan minum. Sejak tahun 2020, umat Islam menjalani Ramadan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Wabah Covid-19 memaksa masyarakat yang menjalani puasa melakukan penyesuaian dalam beribadah agar terhindar dari virus yang menyerang organ pernapasan ini.
PP Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2021 bahwa tahun ini Ramadan jatuh pada tanggal 13 April 2021. Ini artinya setidaknya sekitar dua bulan lagi telah masuk bulan puasa. Nah, apa yang perlu dilakukan saat puasa Ramadan di tengah pandemi tahun kedua kali ini?
Belajar pada Ramadan tahun 2020 lalu, ada beberapa hal yang wajib kita ketahui terkait menjalankan ibadah di tengah pandemi.
Pertama, Jamaah di Masjid dengan Protokol Kesehatan
Ramadan identik dengan shalat tarawih. Ibadah shalat sunah yang umumnya dilakukan secara berjamaah selepas shalat Isya'. Awal Ramadan tahun lalu, terjadi pro dan kontra tentang pelaksanaan ibadah yang dilakukan berjamaah di masjid. Anjuran yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah mengurangi kapasitas masjid dengan menerapkan jaga jarak antar jamaah. Karena memang baru terjadi pada tahun 2020, banyak jamaah yang belum paham atau bahkan tidak mengindahkan hal ini. Namun, seiring telah berjalan hampir setahun maka masyarakat mulai paham dan terbiasa menjaga jarak saat berjamaah di masjid.
Anjuran lainnya adalah mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker. Dua hal ini telah menjadi kebiasaan yang telah banyak diterapkan di era kenormalan baru. Jadi, Ramadan di tengah pandemi session kedua nanti jika ingin berjamaah di masjid maka tetap terapkan protokol kesehatan.
Kedua, Minimalisir Kegiatan Bersama
Bukber atau Buka Bersama adalah kegiatan asyik yang dilakukan waktu berbuka telah tiba. Tak jarang berbagai undangan buka bersama ini datang dari banyak pihak, baik itu keluarga, teman, bahkan kolega. Namun, perlu diingat Ramadan kali ini berbeda, meminimalisir atau bahkan menghindari kegiatan bersama tentu lebih bijak. Ini bukan berarti tidak menghormati undangan bukber yang ada melainkan lebih pada upaya untuk memproteksi diri dari terpapar virus yang telah memakan banyak korban jiwa. Jika pun tetap menghadiri undangan semacam ini, tetap perhatikan penerapan protokol kesehatan.
Ketiga, Jaga Pola Makan dengan Buat Daftar Menu
Meski Ramadan di tengah pandemi, tahun 2020 lalu, pedagang dadakan yang menyediakan menu buka puasa masih banyak. Hanya saja, jika tahun sebelumnya berlokasi di satu tempat dan terpusat semacam pasar kaget, tahun 2020 lalu berada terpisah-pisah guna menjaga jarak.
Berbagai menu yang menggiurkan dapat membuat kita kalap mata dan memborong berbagai menu tersebut tanpa memperhatikan pola menu sehat. Nah, untuk tahun ini tidak ada salahnya jika membuat daftar menu makan. Baik untuk makan sahur atau pun menu buka puasa. Seimbangkan antara karbohidrat, protein, vitamin, dan juga asupan mineral. Memperbanyak konsumsi air putih tentu akan semakin baik untuk kesehatan tubuh.
Keempat dan yang sering terlupakan, Kelola Stress demi Imunitas Tubuh
Jika pola makan sudah tertata dengan rapi dan memenuhi pola sehat maka mengelola stres adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan.
Dalam akun @KemenkesRI, stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional. Stres merupakan bagian alami dan penting dari kehidupan, apabila stress berlangsung berat dan berlangsung lama bisa merusak kesehatan.
Di tengah pandemi ini, kesehatan dan imunitas menjadi hal yang utama mengingat virus Corona dapat dengan mudah menyerang pada orang dengan imunitas rendah. Mengelola stres adalah salah satunya. Jika stress bisa dikendalikan, maka hati dan pikiran akan lebih santai sehingga imunitas tetap terjaga. (tan)
