Bernas.id – Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis atau disebut sebagai HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) diartikan sebagai suatu pendekatan ilmiah, yang bersifat rasional, dan sistematik. Dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau menilai, dan mengendalikan suatu bahaya. Pada mulanya prinsip HACCP hanya dapat di gunakan untuk menganalisis bahaya pada pangan, akan tetapi seiring perkembangan waktu kini HACCP bisa diaplikasikan lebih luas tidak hanya pada pangan saja.
Adapun beberapa prinsip HACCP yang harus diterapkan pada pangan adalah prinsip pada umumnya yakni dilihat dari kebersihan pangan Codex. Hal tersebut tentunya dilakukan sesuai dengan kode etik dan Undang-Undang yang berlaku.
Jelas keberadaan HACCP sebagai patokan, atau panutan keamanan dan kualitas suatu produk pangan, karena sudah memiliki standar mutu yang tinggi dan mengutamakan keamanan. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (kemenperin) mendukung dan sedang mempersiapkan Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) untuk meningkatkan kualitas dan kemanan mutu pangan dengan memberikan program yang bersertifikasi Hazard Analitical Critical Control Point (HACCP), tujuannya supaya IKM menjadi pasar yang bersandar Internasional.
Dengan tujuan dari HACCP yang sudah jelas untuk memonitor dan menilai dengan cara memantau dari proses pengadaan bahan baku, lokasi produksi, proses produksi hingga produk siap atau layak dipasarkan. Hal tersebut dapat mengendalikan kualitas keamanan mutu produk.
Tentunya yang akan berdampak pada citra produk.
Manfaatnya yang akan diperoleh IKM di antaranya;
1. IKM akan segera masuk pasar global atau pasar internasional
2. Dapat memperkuat produk IKM dari segi kualitas dan kepercayaan dari konsumen
3. Para pelaku usaha IKM akan lebih percaya diri dalam pemenuhan kebutuhan konsumen dan pengadaan produk-produk baru
4. Memperluas target pasar dan akan mempengaruhi terhadap jumlah produksi dan pendapatan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan bersertifikasi HACCP dan bisa mengimbangi hal tersebut maka akan membuat IKM berkembang pesat, dan akan mengubah perekonomian Indonesia. Karena pertumbuhan Indonesia juga dipengaruhi oleh pertumbuhan perekonomian yang ada. (ASN)
