Batu bata menjadi material yang dibutuhkan dalam pembangunan sebuah rumah. Pemakaian batu bata digunakan untuk membuat dinding rumah agar kokoh. Jenis batu bata untuk dinding rumah ada beragam, mulai dari bata merah, bata ringan atau hebel, batako, bata ekspos, hingga bataton.
Bata merah dan hebel menjadi jenis bata yang paling umum digunakan untuk membangun rumah. Bata merah sudah digunakan sejak dulu sebagai bahan bangunan. Kini bata tersebut masih menjadi favorit masyarakat. Sedangakan hebel merupakan inovasi bata jenis baru.
Kedua jenis bata tersebut memiliki perbedaan. Harga hebel dengan bata merah berbeda. Proses pembuatan keduanya juga berbeda. Begitu pula dengan tekstur dan karakteristiknya. Lalu, lebih bagus hebel atau bata merah? Bagi Anda yang sedang bingung memilih bata, mari simak perbedaannya.
Bahan Hebel dan Bata Merah
Bahan dasar kedua jenis bata ini berbeda. Bata merah dibuat dari tanah liat. Proses pembuatan bata ini yakni dicetak kemudian dilakukan pembakaran hingga kering dan keras. Sementara itu, bata hebel dibedakan menjadi dua jenis yaitu Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC).
Bahan hebel AAC diproduksi menggunakan semen, pasir kwarsa, kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium. Untuk bahan hebel CLC berupa pasir, semen air, dan busa.
Penggunaan Hebel dan Bata Merah
Bata yang dipakai sebagai material sejak dulu ini diproduksi oleh industri rumahan. Pembuatannya dilakukan secara manual, mulai dari pembuatan bahan, pencetakan, hingga pembakaran. Sebagai jenis bata modern, proses pembuatan hebel dilakukan oleh mesin atau teknologi. Bata jenis ini biasanya diproduksi oleh pabrik-pabrik material.
Perbedaan proses pembuatannya juga mempengaruhi bentuk kedua bata tersebut. Karena dibuat secara manual, bata merah memiliki ukuran dan bentuk yang tidak seragam. Maka dari itu, pemasangan bata merah perlu menggunakan bantuan plester semen agar hasilnya bisa rata dan tidak ada celah.
Bata hebel yang diproduksi menggunakan mesin memiliki hasil yang lebih rapi. Ukuran dan bentuk bata hebel seragam. Kualitas bentuk yang bagus tersebut membuat pemasangannya menjadi mudah. Meski begitu, pemasangan batu merah lebih gampang. Berbeda dengan hebel yang harus dipasang oleh seorang ahli. Hanya orang-orang tertentu yang mengerti teknik pemasangan bata ringan ini.
Penggunaan keduanya juga berbeda. Bata merah cocok dijadikan bahan pembuatan bangunan yang kecil. Sedangkan, bata ringan cocok digunakan untuk rumah tingkat.
Kekuatan Hebel dan Bata Merah
Bahan yang berbeda membuat hebel dan bata merah memiliki kekuatan yang berbeda. Secara kualitas, bata hebel lebih unggul. Hebel lebih kokoh dibanding bata merah karena dibuat menggunakan bahan pengikat, yakni semen yang dicampur dengan bahan pembuatan beton.
Apakah hebel tahan hujan? Jelas bata ringan ini sangat kuat menghadapai air hujan. Bahan yang digunakannya pun telah memenuhi kualifikasi pembuatan bangunan tahan gempa.
Ketika diuji, beban yang mampu ditahan oleh bata merah ialah sekitar 25 kilogram per sentimeter persegi. Bata hebel lebih dari itu. Bata ringan ini mampu menanggung beban kisaran 40 kilogram per sentimeter persegi.
Meskipun demikian, tingkat kekerasan juga menjadi kekuarangan bata hebel. Banyak yang bertanya apakah bata hebel bisa di paku. Jawabannya adalah bisa. Namun, Anda harus berhati-hati. Pemasangan paku pada bata ini harus menggunakan angkur nilon khusus yang memiliki cengkeraman kuat. Jika tidak, bata ringan ini akan rapuh.
Perbandingan Harga Hebel dan Bata Merah
Sebagai produk industri rumahan, bata merah mudah didapatkan di toko-toko bangunan. Bata merah cocok bagi Anda yang ingin membangun rumah dengan anggaran yang lebih hemat. Harga bata merah cukup murah jika dibandingkan dengan hebel.
Sementara itu, bata hebel memiliki harga yang lebih mahal dari bata merah. Mahalnya hebel dikarenakan bata jenis ini masih jarang dipasaran. Namun jika melihat kualitasnya, harga yang dipatok untuk bata ini sebenarnya tergolong terjangkau.
Bobot Hebel dan Bata Merah
Kedua bata ini memiliki bobot yang berbeda. Bata merah lebih berat dibanding hebel. Padahal secara dimensi, bata merah berukuran lebih kecil. Bebannya yang lebih berat ini juga menjadi kekuarangan dari bata merah, yaitu pada proses pengangkutan hingga pemasangan.
Meski memiliki ukuran yang lebih besar, bobot bata hebel justru lebih ringan. Kelebihan ini lah yang membuat orang tertarik menggunakan hebel. Hebel lebih mudah diangkut, pemasangan lebih cepat, serta dapat menopang dengan lebih sempurna.
Itu tadi beberapa kelebihan dan kekurangan dari hebel dan bata merah. Bagaimana, sudah memutuskan mau memakai yang mana? Jika anda memiliki anggaran lebih, lebih baik membeli hebel. Secara kualitas, bata hebel telah teruji lebih unggul.
Baca Juga: Inilah 24 Sertifikasi di Bidang IT Terbaik di Universitas Mahakarya Asia
Apakah Anda memiliki visi untuk menciptakan ruang-ruang yang indah sekaligus fungsional? Program Sarjana Arsitektur di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) membuka peluang bagi Anda untuk menjadi arsitek inovatif yang mampu memadukan seni, teknologi, dan kebutuhan manusia. Dari desain hunian modern hingga proyek skala besar seperti kawasan perkotaan, Anda akan diajak mengeksplorasi kreativitas tanpa batas dengan bimbingan dosen berpengalaman dan fasilitas studio desain terkini.
Peluang Bisnis Menarik Sambil Kuliah
Kuliah sambil berbisnis bukan lagi impian. Menjadi reseller laptop adalah solusi cerdas untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu jadwal akademik. Untuk Anda yang ingin melanjutkan kuliah, Raih masa depan dengan mendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru di UNMAHA. Berbagai pilihan program studi yang berkualitas siap menjadi jembatan menuju impian akademik dan karir yang gemilang. Jangan tunda lagi, daftar sekarang dan mulailah perjalanan akademik yang menginspirasi. Punya pertanyaan seputar PMB atau program studi? Admin UNMAHA siap membantu menjawab semua kebutuhan informasi. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA, dan dapatkan respons cepat serta informasi akurat.***5
