Hayo? siapa di rumah yang punya kebiasaan ?nyusuh?? Kebanyakan orang Indonesia khususnya kaum millennial secara tidak sadar memiliki kebiasaan menimbun barang. Hal ini dikarenakan gaya berpikir ?ih lucu ya? , ?wah mumpung lagi diskon ini!? akhirnya membeli suatu barang padahal tidak terlalu membutuhkan barang tersebut.
Selain itu pengaruh lingkungan juga kerap menjadi alasan munculnya gaya hidup konsumerisme ini. Contohnya saja, ketika teman-teman arisan suka mengkoleksi perabot rumah tangga maka secara tidak langsung kita juga memiliki kebiasaan yang sama. Atau saat jalan-jalan ke mall, kita tergoda dengan penawaran diskon dan promo baju, sepatu, dan barang menarik lainnya.
Sekali dua kali, mungkin kita tidak akan merasakannya. Namun ketika kondisi rumah yang semakin penuh dengan tumpukan barang tak terpakai maka munculah rasa bersalah dalam diri kita. Saat itulah akan muncul pemikiran bahwa ada yang salah dengan gaya hidup ini.
Melihat rumah yang penuh dengan barang tak terpakai dapat mempengaruhi psikis kita lho! Rasa bersalah, ketidaknyamanan, serta rasa sia-sia bisa terus muncul karena gaya hidup ini. Karena itu, beberapa kaum millennial mulai mencoba untuk menerapkan gaya hidup minimalis agar memperoleh kehidupan yang damai serta bahagia. Memang apa sih itu gaya hidup minimalis?
Apa sih Hidup Minimalis?
Hidup minimalis yaitu ketika seseorang yang benar-benar mengetahui apa yang penting bagi dirinya sendiri dan tetap mempertahankan hal-hal tersebut untuk dirinya. Itulah pendapat menurut Fumio Sasaki (Goodbye Things). Namun, ada beberapa orang berpendapat gaya hidup minimalis adalah gaya hidup sederhana, tidak berlebihan, dan lebih mementingkan kualitas dibanding kuantitas.
Gaya hidup minimalis tidak sama dengan gaya hidup pas-pasan atau kekuranganya. Namun, dapat diartikan sebagai membeli barang-barang sesuai kebutuhan, menyimpan barang yang hanya diperlukan, serta mengontrol keinginan diri sendiri untuk bersikap konsumtif.
Prinsip hidup minimalis ?
1. Pentingkan Kualitas Dibanding Kuantitas
Mengubah mindset atau pola pikir manusia bukanlah hal yang mudah. Masyarakat terbiasa memiliki stigma membeli barang murah dengan dalih untuk menghemat pengeluaran. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Barang murah biasanya memiliki kualitas yang kurang baik sehingga masa pengunaan hanya bertahan 1 hingga 2 tahun saja. Jika kita memilih membeli barang berkualitas baik namun dengan harga lebih mahal, maka akan bertahan lebih dari tiga tahun. Lebih baik membeli satu barang mahal namun berkualitas baik daripada membeli barang murah namun hanya bertahan sebentar sehingga harus membeli berulang kali.
2. Peduli Dengan Perawatan Barang
Ketika barang rusak, jangan langsung mengambil keputusan untuk membeli yang baru. Pertama, lihat seperti apa kerusakannya. Kemudian, carilah tempat reparasi atau service center guna memperbaiki barang tersebut. Jika ingin membeli barang baru, buanglah barang lama dan tidak menyimpannya di gudang.
3. Belilah Barang Berdasarkan Fungsi
Jangan membeli barang hanya karena ?ih ..lucu? namun sampai di rumah Anda tidak tahu akan mengunakan untuk apa. Karena itu, belilah barang sesuai dengan fungsinya saja. Contohnya, jika Anda telah memiliki setrika listrik, jangan juga membeli setrika uap dikarenakan modelnya yang lucu. Hal itu karena kedua benda tersebut memiliki fungsi yang sama hanya beda cara pengunaannya saja.
Cara Menerapkan Gaya Hidup Minimalis?
Butuh keberanian dan juga niat yang besar untuk memulai menerapkan gaya hidup minimalis. Jika ingin memulai keluar dari zona nyaman, berikut cara menerapkan gaya hidup minimalis :
1. Tengoklah rak makanan, kulkas, dan meja kosmetik Anda. Apakah ada barang-barang yang sudah melewati masa kedaluwarsa? Jika ada, segera buang dan jangan menerapkan kebiasaan mengunakannya meskipun baru lewat satu hari saja. Selain buruk bagi kesehatan juga akan membuat rumah Anda kotor dan berbau.
2. Jika ada barang-barang yang tidak setiap hari kamu pakai, simpanlah pada tempat-tempat tertentu. Kemudian bersihkan secara berkala agar tidak timbul jamur dan juga debu.
3. Melihat tumpukan baju yang masih bagus namun sudah engan untuk dipakai rasanya memang sedih sekali. Namun, ada baiknya jika Anda mendonasikan ke pihak-pihak yang membutuhkan alih-alih dibuang begitu saja atau disimpan di gudang hingga berjamur.
