Dalam hal kecepatan dan biaya, baja ringan adalah juara. Di sisi lain, bahaya memakai menggunakan baja ringan untuk hunian juga patut dipertimbangkan.
Kini, banyak pengembang sering menawarkan penggunaan baja ringan untuk hunian. Harus diakui, material bangunan ini membuat proses pembangunan berjalan lebih cepat. Di samping itu, harganya pun cenderung lebih murah ketimbang material lainnya.
Namun, pengembang jarang menyampaikan kekurangan baja ringan. Sehingga menjadikan penghuni pun kurang waspada selama menempati hunian.
Bahaya Memakai Baja Ringan
Padahal, jika hunian Anda dibangun dengan material baja ringan, ada beberapa hal yang wajib diketahui. Sehingga bisa meminimalisir bencana maupun kemungkinan buruk yang dihasilkan dari material ini.
Mengutip keterangan pada situs Architecture and Design, berikut ini penjelasan terkait bahaya menggunakan baja ringan.
Rentan Rubuh Karena Terjangan Angin

Sambungan kerangka baja ringan (foto: Karmod)
Jika Anda tinggal di wilayah yang senantiasa diterjang angin berkecepatan tinggi, lebih baik pertimbangkan material lain ketimbang baja ringan. Soalnya, sistem sambungan antar baja hanya menggunakan baut.
Alhasil, kerangka pun cenderung lebih rapuh dibanding material lain. Apalagi jika tenaga yang memasangnya kurang kokoh, risiko rumah rubuh akibat terjangan angin jadi lebih tinggi.
Baca juga: Cara Pemasangan Plafon PVC Sendiri Paling Lengkap, Mulai Dari Rangka Kayu Hingga Bertingkat
Bahaya Sengatan Listrik

Bahaya sengatan listrik pada rumah dengan baja ringan (foto: Made in China)
Ancaman kedua yang mengintai penghuni rumah dengan material baja ringan adalah listrik. Tahun lalu, sempat viral berita di mana seseorang meninggal akibat tersengat listrik yang mengaliri plafon dengan konstruksi baja ringan.
Peristiwa tersebut sontak menimbulkan pertanyaan banyak orang. Apakah baja ringan aman terhadap aliran listrik? Jawabannya, memang ada kemungkinan tersebut. Tapi tidak serta merta segampang itu listrik mengaliri rumah.
Meskipun baja memiliki sifat konduktor bagi listrik, baja tetap harus dialiri listrik agar kerangka baja ringan mampu menyetrum penghuni. Maka, kunci agar lebih aman terletak pada instalasi listrik. Ada standar dalam memasang kabel yang harus dipenuhi agar hunian lebih aman.
Bahaya Tersambar Petir

Bahaya baja ringan terhadap petir (foto: Shospec)
Material baja termasuk bahan logam. Sehingga membuatnya rentan terhadap ancaman petir di kala hujan.
Tapi, jika kita pahami menggunakan logika, material baja ringan tak akan dipakai jika terbukti membahayakan penghuni, bukan?
Contohnya mudah mengundang sambaran petir. Jadi, seandainya ada bangunan dengan material ini yang tersambar, tentu ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan kondisi demikian.
Fakta lain, mengutip Kencana Indonesia, baja ringan ternyata memberi jalur pada petir sehingga mengalir ke dalam bumi. Alhasil, bangunan dengan baja ringan lebih tahan terhadap sambaran serta memiliki kerusakan lebih sedikit.
Baca juga: Kelebihan Membangun Rumah dengan Rangka Baja Ringan Dibanding Konstruksi Kayu
Usai sudah penjelasan mengenai bahaya menggunakan baja ringan kali ini. Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda untuk memilih material terbaik dan aman untuk hunian.
Apakah Anda memiliki visi untuk menciptakan ruang-ruang yang indah sekaligus fungsional? Program Sarjana Arsitektur di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) membuka peluang bagi Anda untuk menjadi arsitek inovatif yang mampu memadukan seni, teknologi, dan kebutuhan manusia.
Peluang Bisnis Menarik Sambil Kuliah
Kuliah sambil berbisnis bukan lagi impian. Menjadi reseller laptop adalah solusi cerdas untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu jadwal akademik. Raih masa depan dengan mendaftar di UNMAHA. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA untuk mendapatkan respons cepat serta informasi akurat. Universitas Mahakarya Asia juga telah membuka kesempatan bagi Anda yang ingin mendapat beasiswa berupa gratis pembayaran SPP kuliah.***5
