Pencapaian bisnis seseorang adalah topik asyik untuk dijadikan bahan diskusi. Sering kali pencapaian pemilik bisnis yang kita tonton di televisi membuat kita termotivasi. Banyak dari kita sering pergi ke seminar bisnis demi mendapatkan ide atau pengetahuan seputar bisnis. Namun, kejadian ini terus berulang bak lingkaran setan. Jarang sekali ide bisnis yang dimiliki berubah nyata.
Motivasi yang didapatkan dari acara di televisi atau datang ke sebuah seminar bisnis terasa sia-sia. Pandangan seperti tak cocok berbisnis atau tak punya modal besar sudah adalah alasan klasik. Dua hal tersebut, bak lingkaran setan tak berkesudahan. Tadinya semangat, berubah malas. Ide bisnis hanya ide usang yang entah kapan direalisasikan.
Ony Jaya Kharisma seorang pengusaha, akan mematahkan pandangan kita tentang tak punya modal besar. Ony Jaya Kharisma, seorang founder dari salah satu local brand tas yang sudah berdiri sejak 2009, yaitu Bigmo. Laki-laki asal kota Bandung ini, dengan senang hati membahas perjalanan merealisasikan ide bisnisnya hingga saat ini dengan bermodalkan lima puluh ribu rupiah.
Laki-laki yang telah memulai bisnisnya sejak tahun 2009 ini, sejak awal tak tertarik dengan tas. “Saya dari awal tidak pernah punya hobi koleksi tas. Saya Cuma suka barang branded” tandasnya. Ony mengaku selalu penasaran dengan barang-barang bermerek. Pada saat itu, ia sedang menyukai sebuah merek tas asal Amerika. Tas tersebut susah ditemui di Bandung sehingga harus mencarinya hingga ke toko barang bekas. “Saya cari tas merek itu sampai ke toko-toko yang berada di pasar barang bekas. Nah, dulu Kaskus terkenal sekali untuk cari barang-barang. Saya coba cari disana, saya malah ketemu orang jual tas mirip yang saya mau itu. Akhirnya punya ide menjadi reseller saja sekalian” tandasnya secara gamblang.
Ony mencoba memberanikan diri memasarkan tas tersebut ke kampus dan juga teman-teman alumni di SMA. Percobaan pertama membuahkan hasil. Motivasinya untuk terus memasarkan produk ini, semakin besar. Sayang sekali bulan ketiga, Ia menemukan masalah. Tas yang dijual mengalami banyak kerusakan, tentu saja ada pelanggan yang komplain. “Saya akhirnya berhenti menjual tas tersebut. Ternyata kualitasnya memang tak begitu baik” tandasnya.
Pada Oktober 2009, Ony menemukan seseorang yang dapat menjahit tas. Ia bertemu orang tersebut dari seorang teman. Akhirnya ia memantapkan ide dan mengeksekusinya jadi bisnis. Ia memulai menjahit produk bisnisnya satu demi satu. “Saya sangat tidak setuju jika ada yang mengatakan membangun bisnis harus banyak modal” tandasnya. Menurutnya modal bisa dalam bentuk apa saja seperti ide, komunitas, teman-teman dan kemampuan. “Saya pertama kali memulai bisnis ini, dari uang lima puluh ribu rupiah untuk mendapatkan sebuah tas. Saya menjualnya kepada teman” tandasnya. Menurutnya hal yang paling penting adalah ketika memiliki modal, seorang pengusaha sudah harus mengetahui hal yang perlu dilakukan dengan modal tersebut. “Apalagi jika anda sudah punya modal besar. Bukan tentang uangnya tetapi apa yang dapat anda lakukan dengan uang tersebut” tandasnya.

Ony menyadari bahwa akan banyak sekali rintangan untuk membangun sebuah bisnis. Namun, bukan berarti teman-teman pembaca bernas.id tak bisa menghadapinya. “Untuk teman-teman yang ingin membangun bisnis, pantang menyerah adalah kunci utama. Pasti akan selalu ada masalah saat memulai bisnis. Semakin besar dan semakin kompleks. Positive thinking is a must, selalu ada jalannya. Mulai saja dulu” tandasnya. Menurutnya setiap bisnis pasti memiliki masa-masa sulit. Sebagai calon pengusaha, fokuslah pada solusi bukan masalah. “Bagaimana anda tahu permasalahannya jika tidak mencoba memulai. Jangan terlalu pesimis. Lebih baik trial dan error dulu saja” tambahnya.
Menurutnya jika sudah mengetahui nilai barang yang ingin dipasarkan dan mengerti target yang tepat, bukan hal yang sulit untuk memulai bisnis dengan modal lima puluh ribu rupiah sekalipun. Bisnis dapat terus dikembangkan dan dipelajari setelah memulainya. “Saya juga bukan orang yang expert dibidang usaha. Mungkin teman pengusaha lain lebih mengerti tentang branding, marketing, selling saat awal memulai bisnis mereka. Saya mempelajari hal-hal tersebut sambil menjalankan bisnis” tandasnya. Ony Jaya Kharisma, seorang pengusaha muda yang dapat menginspirasi bahwa untuk memulai bisnis tak butuh modal yang besar. Namun, membutuhkan niat dan kemauan yang besar untuk mewujudkannya.
