Pada umumnya berbicara dengan tiga orang sekaligus sangatlah sulit. Seringkali satu sama lain akan ingin lebih terlihat bukan. Berbeda ketika tim Bernas.id mewawancarai tiga pemilik brand lokal asal Jawa Tengah ini. Ketiga anak muda yang memiliki produk kulit lokal yaitu Anonimo Leather ini, sangat kompak dalam menjawab semua pertanyaan. Andita, Antonius, dan Danika berhasil mematahkan pandangan produk kekinian harus dari kota besar seperti Jakarta atau Bandung. Simak percakapan mereka lewat daring bersama Bernas.id.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Bagaimana kabarnya?
Baik sekali, mudah-mudahan pembaca Bernas.id juga dalam keadaan baik ya.
Kapan mulai berpikir untuk memulai bisnis?
Andita: sebenarnya awalnya pada tahun 2017. Saya masih kuliah semester akhir. Saya sepertinya butuh uang saku lebih. Saya butuh karena di jurusan Arsitektur, biaya tugas cukup menguras kantong. Saya mencari cara agar dapat membangun bisnis tetapi tak butuh banyak alat, bisa sambil kuliah dan dikerjakan di kost. Saat KKN bertemu seorang teman dan mencoba produk kulit untuk dijadikan bisnis.
Danika : sempat ada beberapa perombakan kepemilikan bisnis juga sebenarnya. Tahun 2019 akhir, kita mantap untuk mengurus surat-surat dan menentukan kepemilikan atas nama kami bertiga.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Mengapa berani bangun bisnis produk kulit, bukankah sudah banyak sekali brand kulit di Indonesia?
Andita: menurut saya pribadi, kulit adalah bahan yang cukup istimewa. Saya sering bertanya kenapa dompet kulit mahal. Setelah saya pelajari, ternyata untuk satu lembar kulit prosesnya sangat panjang. Proses penyamakan, pewarnaan kemudian memotong pola dan lainnya. Hal ini membuat saya penasaran.
Danika: mungkin benar banyak sekali produk kulit. Namun, menurut kami di Indonesia produk kulit identik dengan maskulinitas. Banyak produk kulit yang bentuknya tegas dan kaku. Padahal kulit bukan hanya untuk laki-laki, perempuan juga bisa menggunakan bahan kulit.

Antonius: sebenarnya misi lainnya untuk mematahkan stereotype sih. Kebetulan kita bertiga anak muda dari Jawa tengah tepatnya Klaten dan Yogyakarta. Mungkin di Indonesia, sebagian masih berpikir brand lokal atau fashion brand kekinian dari Jakarta atau Bandung. Sebenarnya tak masalah dari mana, yang penting cocok dan anda memang suka.
sayangnya mungkin ada beberapa dari kita yang memandang sebelah mata produk Jawa Tengah, terutama pada produk fashion. Kebetulan kita dari Jawa Tengah dan produksi juga di Klaten, kita juga ingin membanggakan. Bahwa banyak juga brand lokal asal Jawa Tengah yang desainnya unik dan sama kerennya dari kota besar lainnya.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Dari mana bahan dasar produk kulit kalian?
Andita: semua bahan dasar yang kami gunakan adalah kulit lokal.
Antonius: Indonesia punya tempat penyamakan kulit yang cukup besar di Magetan. Akses juga mudah, harganya juga terjangkau, dan kualitas juga baik lalu kenapa harus impor dari luar negeri.
Apa kesulitan kalian dalam memproduksi dan memasarkan bisnis produk kulit kalian?

Danika: banyak sekali, jangankan proses memproduksi dan memasarkan. Menjadi entrepreneur saja menempuh jalan panjang. Pembagian saham, menentukan sistem dan bisnis model butuh waktu 2 tahun. Belum lagi masalah-masalah yang akan ditemui saat memproduksi. Seperti misalnya Andita, Ia bisa dikatakan seniman atau creator. Pasti akan memiliki idealisme memandang proses pembuatan produk. Berbeda dengan saya yang mungkin memiliki idealisme sendiri dalam memasarkan produk. Orientasi creator yang memproduksi dan pemasaran pasti sering bergesekan.
Antonius: tugas saya sebagai penengah ketika kedua rekan sedang beda jalur. Itu salah satu strategi kami tetap bisa kompak membangun bisnis bertiga. Membangun bisnis bertiga memang bukan hal yang mudah. Menyatukan tiga kepala agar satu visi misi lebih sulit lagi.
namun, bukan berarti membangun bisnis bertiga tidak ada kelebihannya loh. Dengan berbisnis lebih dari satu orang, kita bisa saling mengisi dan dapat melihat bisnis dari banyak sisi. Dengan begini kita mengetahui kekurangan dan kekuatan bisnis kita. Akan lebih mudah mencari formula terbaik dalam menjalankan bisnis dari segi produksi juga pemasaran.
Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah
Apa visi dan misi untuk bisnis produk kulit lokal kalian ini?
Andita: sebenarnya kita bertiga punya rencana memberdayakan ibu-ibu disekitar tempat produksi kita di Klaten. Ingin bekerja sama melatih keterampilan, kreativitas mereka, dan diharapkan juga sebagai sumber mata pencaharian tambahan. Hanya karena pandemi, sepertinya harus mundur dulu.
Ada pesan untuk anak muda yang ingin memulai bisnis?
Antonius: satu, Jangan takut untuk mencoba. Kedua, jangan minder terutama untuk teman-teman yang merasa dari kota kecil. Ingat bahwa semua bisnis berasal dari kecil. Ketiga, cari keunikan produk yang ingin dijadikan bisnis. Jika kalian bingung, carilah teman terpercaya untuk diajak memulai bisnis. Ini akan membantu kalian berkembang. Selamat mencoba.
Baca juga: 4 Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar Agar Tidak Terkecoh
