Bernas.id – Sepanjang tahun 2020 hingga hingga memasuki kuarta II bulan Mei 2021, saham ASII dari PT Astra International Tbk cenderung menguat. Emiten mampu tumbuh di tengah tren IHSG yang cenderung melemah akhir-akhir ini.
Hingga siang hari ini, Kamis (6/5/2021) saham ASII masih bertahan pada level harga Rp5.475. Sejak sebulan yang lalu tren level harga ASII terus mengalami kenaikan meskipun pada penutupan bulan April pernah menyentuh level Rp5.525.
Baca juga: IHSG Kembali Melemah Hari Ini, BBRI dan BBCA Tetap Jadi Incaran Investor Asing.
Pacu Nilai Saham Astra dengan AstraPay
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan bisnis uang elektronik kian melejit. Kali ini, PT Astra Internasional tidak ingin tertinggal untuk mengembangkan sayap bisnisnya di sektor keuangan digital tahun 2021 melalui AstraPay.
Astra kini sudah siap turut meramaikan kancah industri dompet digital yang sudah didahului Gopay, DANA, OVO, dan LinkAja yang layanannya kini merambah ke pelbagai layanan pembayaran dan pinjaman.
Dilansir dari cnbcindonesia.com, Head of Retail Equity dari PT RHB Sekuritas Indonesia, Thomas Nugroho pada Jumat (23/4/2021) menilai bahwa hasil riset yang telah dilakukan menunjukkan saham ASII memiliki target pada level Rp6.900/saham hingga akhir tahun 2021.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa rasio harga saham terhadap nilai buku (price to book value) Astra International adalah 1,2-1,3 kali. Menurutnya, nilai buku Astra memiliki valuasi yang bagus dan termasuk murah bila dibandingkan dengan sektornya. Ia juga menambahkan bahwa angka price to book value (PBV) yang berkisar 1-2 kali menunjukkan level harga saham yang murah dibandingkan saham emiten sejenisnya (kompetitor).
Pada konferensi pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Suparno Djasmin yang merupakan Direktur Astra International juga membenarkan bahwa bisnis uang elektronik memang menjadi segmen bisnis Astra selanjutnya untuk melengkapi layanan pelanggan Astra melalui jasa keuangan.
Sementara itu, melalui laman resmi AstraPay menjelaskan bahwa AstraPay merupakan alat pembayaran yang diterbitkan oleh PT Astra Digital Arta berbasis mobile.
Jadi, AstraPay adalah layanan uang elektronik yang terlepas dari jasa simpanan sesuai dengan dasar undang-undang tentang perbankan meskipun nilai uang elektronik dikelola olehnya.
Baca juga: Investasi Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80 Juta.
Jadwal Bagi-bagi Dividen Astra
Berdasarkan keputusan RUPST PT Astra International Tbk telah resmi menyetujui laba bersih 2020 senilai Rp4,62 triliun (Rp114/saham) akan dibagikan sebagai dividen tunai. Didalamnya sudah termasuk dividen interim senilai Rp27/saham atau sejumlah Rp1,09 triliun yang dibayarkan pada 27/10/2020 lalu.
Sedangkan pembayaran sisa dividen senilai Rp87/saham atau sebesar Rp5,52 triliun akan dilakukan pada 25/5/2021 mendatang. Pembagian dividen ini dikhususkan kepada pemegang saham perseroan yang tercatat di dalam daftar pemegang saham perseroan.
Di samping itu, sisa laba Astra senilai Rp11,55 trilun akan dibukukan sebagai laba yang ditahan oleh perseroan.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Keputusan RUPST Astra memungkinkan untuk memberikan wewenang bagi Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan tunjangan dan gaji anggotas Direksi Perseroan sesuai dengan kebijakan dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Selain itu, RUPST menetapkan untuk memberikan honorarium maksimal senilai Rp1,6 miliar gross per bulan bagi semua anggota Dewan Komisaris Perseroan. Honorarium akan dibayarkan 13 kali setiap tahun yang terhitung mulai 1 Mei 2021 sampai penutupan RUPST pada tahun 2022.
Untuk memudahkan dan memberikan perhitungan yang matang, RUPST menentukan akuntan publik Tanuderedja, Rintis & Rekan, Wibisana, dan anggora jaringan firma Pricewaterhouse Coopers.
Baca juga: Investasi Kavling Tanah Jonggol Rp 60 juta yang Siap Terima SHM.
