KULONPROGO, BERNAS.ID – Meningkatkan perekonomian salah satunya dengan mendorong pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk dapat terus berjalan dan berkembang di tengah pandemi covid-19 ini. Lalu apa saja yang sudah dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo. Berikut wawancara wartawan Bernas.id dengan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo, Ch Tri Subekti Widayati, SH. MM.
Untuk meningkatkan perekonomian, khususnya bagi para pelaku UMKM, apa saja yang sudah dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo?
Tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo adalah menyelenggarakan kegiatan di bidang kelembagaan dan pengawasan, permodalan dan pemberdayaan. Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut di atas adalah meningkatkan pendapatan masyarakat dalam hal ini Koperasi dan UMKM. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah, Memberikan restrukturisasi pinjaman atau pembiayaan kepada koperasi mitra LPDB KUKM maksimal selama 12 bulan. Diharapkan dengan adanya program restrukturisasi yang telah dilakukan LPDB KUMKM, koperasi simpan pinjam dapat juga melakukan penangguhan pembayaran pokok dan bunga kepada anggota dan bagi UKM yang ditetapkan dalam program ini juga dapat melakukan inovasi terhadap kebutuhan tertentu yang meningkat selama pandemi covid-19. Melakukan pendataan Koperasi dan UMKM yang mempunyai toko untuk dapat memberikan fasilitas pembelian dengan layan antar kepada masyarakat.
Mendorong/mengajak UMKM untuk memproduksi masker, hand sanitizer, APD, dan lain sebagainya yang dibutuhkan masyarakat dan tenaga kesehatan pada masa pandemi covid-19 saat ini. Fasilitasi pendataan dan pengusulan BPUM. Fasilitasi Entry Pendaftaran Kartu Prakerja. Perjanjian tentang pemberdayaan Koperasi dan UMKM dengan PT Angkasapura. Pengembangan Koperasi Suplier E-Warung. Mendorong koperasi pengelola Tomira dalam pengelolaan toko modern terutama dalam pemasaran produk lokal.
Memberikan arahan kepada Koperasi agar tetap bisa berjalan dan melayani masyarakat dengan tetap melakukan aktivitas dengan social distancing serta protokol kesehatan yang ketat. Fasilitasi Galeri UMKM di RM Pondok Lestari. Fasilitasi Galeri di Sogan – Jowo Finger. Fasilitasi Galeri di lobi DPRD. Fasilitasi berdirinya Graha Agro Sambiroto (budidaya minuman lidah buaya termasuk produk mangklon kosmetik).
Fasilitasi berdirinya pusat oleh-oleh Istana Omah Gedang. Kurasi Produk Lokal yang masuk Tomira. Memberikan rekom BBM solar bagi Pelaku Usaha. Penghargaan kepada para pelaku UMKM. Pelaksanaan kegiatan pelatihan marketing online dalam rangka memasarkan produk lokal Kulonprogo.
Pelaksanaan pra riset makanan dalam kaleng bagi UMKM. Pelaksanaan pengolahan mie sehat mendukung destinasi wisata. Pelaksanaan pelatihan pembuatan wedang uwuh celup, teh celup dengan varian rasa empon-empon dan pelaksanaan pelatihan anyaman dari serat alam.
Dari beberapa program yang dijalani tersebut, mana yang angka keberhasilannya signifikan?
Penguatan permodalan, pelaksanaan kegiatan pelatihan marketing online dalam rangka memasarkan produk lokal Kulon Progo, dan fasilitasi pendataan dan pengusulan BPUM.
UMKM yang sedang berkembang di Kulonprogo saat ini apa? Yang sedang ingin berkembang apa?
UMKM yang sedang berkembang yaitu pelaku usaha yang bergerak di bidang olahan makanan, kerajinan batik, kerajinan serat alam, dan reseller dalam pemasaran produk melalui media sosial.
UMKM yang sedang ingin berkembang yaitu di bidang kuliner seperti cafe, rumah makan, serta produk olahan makanan dan minuman dalam kaleng.
Rata-rata penghasilan mereka ditengah pandemi ini bagaimana?
Penghasilan UMKM ditengah pandemi covid-19 ini sangat menurun dari sebelum pandemi, karena rata rata turun permintaan dari konsumen.
Ada berapa UMKM yang berada dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM di Kulonprogo? Jumlah itu meningkat atau menurun dipandemi ini?
Ada 42.493 UMKM yang terdata di Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo (hasil pendataan dari OPD yang mempunyai binaan pelaku usaha).
Dari segi jumlah bertambah, tetapi dari omset dan pendapatan mengalami penurunan.
Kendala apa yang biasa dihadapi oleh para pelaku UMKM?
Beberapa kendala yang dihadapi oleh UMKM yaitu, terbatasnya akses permodalan yang bisa dijangkau, kurang optimalnya manajemen dan administrasi UMKM, kurangnya pemahaman terkait Legalitas, kurangnya pemasaran melalui online, dan kurangnya peningkatan kualitas produk.
Perkembangan koperasi sendiri di Kulonprogo seperti apa ditengah pandemi ini?
Pandemi covid-19 berdampak pada permodalan koperasi dan UMKM. Menurunnya omset Koperasi dan UMKM menyebabkan sulitnya pengembalian pinjaman bagi koperasi yang memiliki pinjaman pada bank. Terdapat skema dari perbankan terkait penanganan kredit Koperasi UMKM di tengah pandemi, akan tetapi skema tersebut belum dapat menjangkau seluruh sasaran. Hal ini disebabkan oleh syarat dan ketentuan yang tetap berlaku untuk mengikuti program perbankan tersebut. Selanjutnya bagi Koperasi dan UMKM yang akan bangkit kembali mengalami kesulitan permodalan dikarenakan persyaratan jaminan yang harus disampaikan dimana kondisi keuangan usaha mengalami penurunan
Apakah sampai ada koperasi yang tutup akibat pandemi ini?
Koperasi tidak ada yang sampai tutup akibat pandemi, tetapi sangat terdampak terhadap penurunan pendapatan koperasi, karena bagi koperasi yang mempunyai usaha simpan pinjam kebanyakan anggotanya tidak bisa membayar angsuran. Sebab menurun atau tidak mempunyai penghasilan karena usahanya bangkrut akibat pandemi covid. Bagi koperasi konsumen juga terdampak karena daya beli masyarakat yang menurun. Adanya penurunan penjualan dan permintaan pasar.
Bantuan apa yang diberikan Dinas kepada Koperasi ditengah pandemi ini?
Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulonprogo melakukan pendataan terhadap koperasi-koperasi yang mempunyai usaha pertokoan/perdagangan dan diharapkan pada masa pendemi covid ini bisa memberikan layanan antar kepada konsumen. Sehingga konsumen tidak perlu keluar rumah untuk mencukupi kebutuhannya. Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulonprogo membantu menyebarkan informasi koperasi-koperasi yang siap layanan antar.
Selain itu juga melaksanakan koordinasi dengan Perbankan di Kulonprogo terkait relaksasi Pinjaman Perbankan. Dari hasil koordinasi dengan perbankan didapatkan informasi bahwa perbankan di Kulonprogo siap melayani relaksasi kepada Koperasi dan UMKM di masa pandemi Covid-19 ini.
Terdapat beberapa skema relaksasi pinjaman Koperasi dan UMKM :
1. Subsidi bunga 50 persen dengan syarat kredit cair sebelum Februari
2. Penundaan angsuran pokok
3. Penambahan jangka waktu
Harapannya buat Koperasi dan UMKM di Kulonprogo seperti apa?
Koperasi dan UMKM dapat menjalankan usahanya dengan baik dan lancar serta sudah bisa menyesuaikan dengan situasi pandemi yang ada, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi koperasi daan anggotanya serta bagi UMKM.
Koperasi dan UMKM Kulonprogo tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pelaku yang mandiri dan berkualitas dengan adanya bandara YIA ataupun perkembangan yang ada di Kulonprogo saat ini maupun kedepannya.
Koperasi dan UMKM memiliki daya saing dan kemandirian di tengah kemajuan teknologi saat ini dan tidak meninggalkan semangat ekonomi kerakyatan yang menjadi landasan dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM. (cdr)
