Pada era digital ini, semakin banyak saja profesi baru yang tercipta. Salah satunya, content creator dan product reviewer. Banyak sekali bisnis dan produk yang membutuhkan jasa dari dua profesi tersebut. Salah satunya produk dan bisnis kecantikan, perempuan ini adalah salah satu yang menangkap kesempatan dan fenomena tersebut. Radhita Nur Annisa seorang writer, content creator dan beauty reviewer akan berbagi inspirasi seputar profesinya kepada pembaca Bernas.id
Apa kabar kak Rara?
Alhamdulillah, Baik.
Apa kesibukannya saat ini?
Saat ini saya sedang sibuk sebagai beauty writer, beauty content creator, dan beauty reviewer. Saat pandemi ini juga kegiatan yang sering dilakukan adalah beberapa webinar atau online talk show dengan teman-teman yang concern dengan isu kecantikan.
Dapatkah anda mendeskripsikan tentang profesi anda?
Sebenarnya saat ini saya masih bekerja sebagai beauty writer pada salah satu perusahaan E-commerce bidang kecantikan di Indonesia. Namun, pada saat ini saya juga aktif sebagai beauty content creator dan beauty reviewer. Layaknya creator lain, pekerjaan ini membutuhkan kreativitas. Membuat content khusus kecantikan sesuai dengan brand identity produk tersebut.
Mungkin beberapa dari teman-teman sudah pernah dengar tentang profesi beauty reviewer. Rasanya sekarang profesi tersebut sedang marak ya, semenjak era digital masuk. Tugas saya sebagai beauty reviewer adalah mencoba dan merasakan pengalaman ketika mencoba produk khususnya kecantikan. Tak hanya itu, saya juga harus mendeskripsikan kandungan, manfaat, sensasi, dan result setelah pemakaian. Metode yang digunakan untuk mendeskripsikannya bisa lewat story telling berupa tulisan, video, dan gambar.

Kapan mulai tertarik dengan profesi beauty writer, beauty content creator, dan beauty reviewer?
Ketertarikan tentang produk kecantikan sebenarnya dimulai sejak masih berkuliah. Namun, mewujudkannya sebagai profesi sekitar tiga tahun lalu. Berawal dari berprofesi dari beauty writer hingga berkembang ke beauty content creator dan beauty reviewer.
Akun independen yaitu @lalalaskin akhirnya berani dikerjakan sendiri satu tahun lalu. Saya memulainya saat awal pandemi. Tak ada kegiatan yang padat saat itu di rumah. Saya merasa jenuh dan tidak produktif. Akhirnya memutuskan untuk fokus membuat berbagai content lewat sosial media. Pada saat pandemi, saya mengalami fungal acne. Saya mencoba menceritakan penyebab dan proses pemulihan masalah kulit yang dialami lewat content. Alhamdulillah, berkembang hingga saat ini. Hasilnya saya dapat menghadiri talk show atau webinar tentang beauty product.
Adakah pengalaman unik yang pernah ditemui saat bekerja pada bidang tersebut?
Saya yakin setiap profesi memiliki kesulitan masing-masing. Pengalaman unik, kurang menyenangkan dan kenangan yang membekas pasti ada donk hehehe. Beberapa teman seprofesi sering sekali mendapatkan ghosting dari brand. Istilahnya keren sekali ya, sayangnya tak sekeren kenyataannya.
Beberapa brand menghubungi untuk menanyakan rate atau harga publikasi. Setelah negosiasi dan persetujuan seringkali tak ada kabar yang jelas antara persetujuan atau pembatalan kerja sama. Ini sering dialami teman-teman beauty reviewer, saya salah satunya. Meski begitu tentu kita tidak berfokus dengan yang buruk-buruknya saja.
Menurut anda apakah profesi ini menjanjikan pada masa depan?
Masalah menjanjikan atau tidaknya, secara umum saya lihat profesi ini sangat menjanjikan. Terutama di Indonesia yang rasanya bisnis produk kecantikan sudah menjamur. Perempuan baik laki-laki sudah bangga sekali menggunakan produk kecantikan asal Indonesia. Tentu profesi ini banyak dibutuhkan oleh meraka. Namun, semua ini tergantung kemampuan individu dalam melihat perkembangan pasar dan inovasi pada content
Dapatkah anda memberi tips dan trick memilih produk kecantikan (skin care) untuk menjaga kulit wajah kepada pembaca Bernas.id?
Halo teman-teman pembaca Bernas.id. Cara memilih produk kecantikan yang pertama adalah anda harus paham betul jenis kulit anda. Meskipun kita memiliki jenis kulit yang sama, belum tentu sebuah produk cocok pada orang tersebut. Kedua, ketahui masalah kulit yang ingin kamu perbaiki terlebih dahulu. Ketiga, cari tahu zat-zat yang dapat memicu masalah kulitmu. Keempat, selalu lihat komposisi produk kecantikan. Kelima, pastikan waktu expired dan pilih produk dengan BPOM yang jelas. Bagi anda yang pemula bisa mencoba rangkaian cleanser, toner, moisturizer, dan sun screen.
