Bernas.id – Dalam suatu perusahaan atau unit bisnis yang sudah mapan, istilah supply chain management (SCM) bukan sesuatu yang asing. Manajemen bisnis itu dimulai dari proses perencanaan barang, produksi, hingga distribusi sampai di tangan konsumen.
Dalam konsep SCM, unit usaha berupaya memaksimalkan kinerja bisnisnya sedemikian rupa agar manajemennya efektif dan efisien.
Dalam buku Operasi Manajemen (2011), Jay Heizer menuliskan bahwa definisi SCM adalah aktivitas pengelolaan kegiatan usaha untuk mengubah bahan mentah sampai menjadi barang jadi, siap jual, dan dikirim oleh sistem distribusi kepada konsumen.
Konsep SCM menekankan pada perencanaan bisnis secara total, bagaimana produksi komoditas mulai dari perencanaan dan pengadaan bahan baku, hingga siap digunakan oleh konsumen. SCM berusaha menemukan cara paling optimal untuk memaksimalkan keuntungan unit bisnis tersebut.
Tahapan SCM dalam Bisnis
Terdapat tiga tahapan SCM dalam suatu unit usaha. Tahapan itu dimulai dari proses memperoleh bahan baku hingga menjadi barang siap jual, sebagai berikut.
1. Upstream Supply Chain Management
Tahapan pertama dari SCM adalah proses memperoleh bahan baku yang belum diolah. Bahan mentah ini dapat diperoleh dari pihak ketiga atau diadakan sendiri oleh bisnis terkait.
Baca juga: Mengenali Apa Itu Crowdfunding Berikut Jenis dan Cara Kerjanya

2. Internal Supply Chain Management
Tahapan kedua dari SCM adalah proses pengolahan barang mentah di atas. Ia dikerjakan dalam kegiatan produksi hingga menjadi barang jadi.
3. Downstream Supply Chain Management
Tahapan terakhir dari SCM adalah proses distribusi barang dari pihak perusahaan hingga sampai ke konsumen. Biasanya, tahapan ketiga ini dilakukan oleh distributor eksternal
Proses SCM dalam Unit Usaha
Karena strukturnya yang lengkap, SCM melibatnya banyak proses dengan kegiatan yang kompleks, mulai dari persiapan produksi, pengadaan barang, hingga distribusi sampai di tangan konsumen. Berikut enam proses yang dilalui dalam SCM.
1. Perencanaan atau Planning
Proses pertama dalam rantai SCM adalah perencanaan atau planning produk tersebut. Tahapan perencanaannya dimulai dari perkiraan permintaan, perencanaan pembelian, perencanaan produksi, hingga persiapan tenaga kerja yang akan mengolah bahan mentah hingga menjadi barang jadi siap dipasarkan.
Dalam proses perencanaan, harus dilakukan analisis tren pasar. Komoditas yang akan diperdagangkan disesuai dengan permintaan konsumen sehingga berpotensi laku di pasaran.

2. Pembelian atau Pengadaan Bahan Mentah
Proses kedua dalam SCM adalah pengadaan barang mentah atau bahan baku. Unit usaha harus mempertimbangkan perolehan bahan dengan harga terbaik, dalam jumlah tepat, dan waktu yang tepat.
Proses pengadaan bahan mentah ini biasanya melalui beberapa tahapan, mulai dari pengajuan pembelian, penilaian pengajuan, persetujuan pembelian, dan pemesanan ke pemasok atau supplier.

3. Produksi
Proses produksi adalah kerja memanfaatkan bahan mentah hingga menjadi produk jadi. Proses produksi juga direncanakan seefisien mungkin. Kalau perlu, kinerjanya tidak hanya melibatkan manusia, namun juga tenaga mesin.
Baca juga: Balance Score Card: Tujuan, Manfaat, dan Cara Menggunakannya

4. Pengelolaan Gudang
Usai barang diproduksi, biasanya tidak lantas diperjualbelikan, melainkan disimpan dulu di gudang. Setiap proses pengelolaan gudang ini harus dicatat dengan teliti agar tidak ada perbedaan jumlah fisik antara jumlah barang dan catatan pembukuannya.
Pengelolaan barang di gudang mencakup proses memasukkan (inbound), mengeluarkan barang (outbound), mengambil, mengepak, cross-docking, dan stock opname.

5. Pengiriman Komoditas
Setelah barang diambil digudang, dikemas, kemudian proses selanjutnya adalah pengiriman barang ke distributor untuk dipasarkan ke konsumen luas.

6. Pengembalian Barang
Proses lainnya dalam SCM adalah pengembalian barang. Lazimnya, hal ini terjadi karena kerusakan, kekeliruan, atau keterlambatan pengiriman.
Pengembalian barang umumnya melalui beberapa proses, seperti pemeriksaan kondisi produk, otorisasi pengembalian, penggantian produk, penjadwalan pengiriman, dan pengembalian uang.

