SLEMAN, BERNAS.ID – Dinas Kesehatan Sleman mengejar target untuk memvaksin 10.000 pedagang pasar. Sampai saat ini, baru tercatat 500 pedagang di Sleman yang memperoleh vaksin covid-19. Vaksinasi dosis pertama seluruh pedagang Sleman ditargetkan selesai akhir Juni 2021.
Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Sleman mengatakan untuk dosis kedua para pedagang pasar, salah satunya dilaksanakan hari ini di Pasar Gentan Ngaglik Sleman, Kamis (3/6/2021). “Hari ini di Pasar Gentan, dosis kedua. Hari Senin (7/6/2021) di Pasar Sambilegi Sleman,” ujarnya, Kamis (3/6/2021).
Joko menyampaikan untuk vaksinasi dosis pertama selanjutnya akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok bertujuan untuk pembagian lokasi saja. “Kita mau menjadikan 5 kelompok dengan menggunakan vaksin AstraZeneca. Rencananya mulai minggu depan. Jumat besok baru menyusun jadwal dengan Disperindag,” ucapnya.
Untuk kelompok tengah, Joko menyebut akan dilaksanakan di GOR Sleman. Ia mengatakan para pedagang pasar berasal dari Pasar Sleman, Pasar Denggung, dan Pasar Godean. “Kelompok Timur nanti rencananya di Candi Prambanan. Kelompok Barat, lokasi di sekitar Pasar Godean,” terangnya.
Untuk ketersediaan vaksin, Joko menyebut stok masih sekitar 17.000 vaksin. “Kita sudah ajukan 26.000 vaksin AstraZeneca, mungkin datang Senin. Yang sudah digunakan, 3000 sudah habis,” katanya.
Baca Juga : Ribuan Dosis Vaksin AstraZeneca Siap Dipakai di DIY
Terkait pengggunaan vaksin AstraZeneca, Joko menyampaikan telah menggunakannya untuk tenaga pendidik. “Yang sudah jalan, untuk tenaga pendidik dosen, petugas SAR, dan pelayanan publik yang mengurusi alat-alat kesehatan. Lalu, lansia mulai 2 Juni,” imbuhnya.
Joko menambahkan, vaksin AstraZeneca aman untuk usia 18 tahun ke atas dan usia 50-60 tahun juga aman. “Sebenarnya, tidak dikaitkan dengan usia, tapi lebih baik di atas 18 tahun. Kalau tidak ada riwayat gangguan darah tidak apa-apa,” jelasnya.
Untuk AstraZeneca, Joko menekankan pentingnya skrinning lebih mendalam jika ada gangguan darah. Hal itu bertujuan untuk menghindari adanya pembekuan darah di pembuluh darah internal. “KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) tidak sampai 1 persen. Prosentase kecil dan ringan, pusing ringan-ringan,” tuturnya. (jat)
