JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan rendahnya capaian target testing dan tracing Covid-19 merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, pada hari Kamis (22/7).
“Ini sangat tergantung daerah ya, dan target ini sudah ada di dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021,” ujar Nadia saat konferensi pers yang digelar secara daring. “Jadi tinggal kita berharap komitmen yang kuat dari daerah untuk mencapai target testing dan tracing.”
Nadia pun menyebutkan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah mendistribusikan media tes Covid-19 ke masing-masing Dinas Kesehatan daerah. Selain itu pemerintah pusat juga terus mengevaluasi dan memberi arahan kepada pemerintah daerah dalam rapat koordinasi yang diadakan tiap pekan.
Baca juga: Selama PPKM Level 4, Usia di Bawah 18 Tahun Dilarang Gunakan Transportasi Publik
“Selalu dalam rapat ditampilkan evaluasinya ya, kalau antigen dan PCR sudah dibantu penyediaannya oleh Kemenkes,” lanjut Nadia.
Meski demikian, Nadia tak menjelaskan secara detail permasalahan yang mengakibatkan rendahnya tes harian Covid-19 di daerah dan gagal mencapai target yang ditentukan pemerintah. Padahal, rasio kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 20 persen lebih setiap harinya dan jauh melampaui batas maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu sejumlah 5 persen.
Kedepannya Nadia berharap pemerintah daerah dapat mengerahkan masyarakat dari berbagai elemen untuk membantu meningkatkan jumlah testing dan tracing harian Covid-19. Nadia juga mengingatkan bahwa Kemenkes telah mendukung pemerintah daerah melalui bantuan biaya operasional kesehatan puskesmas.
Baca juga: IDI: PPKM Darurat Jangan Kendor!
“Diharapkan pemerintah daerah meningkatkan kapasitas tracing dengan melibatkan kader, mahasiswa, bidan desa, atau babinsa dan Babinkamtibmas,” tegas Nadia. “Kemenkes juga telah mendukung operasionalnya melalui bantuan biaya operasional kesehatan puskesmas.”
Lebih lanjut, Nadia menyebutkan hanya ada lima kabupaten/kota dalam tiga hari terakhir yang mampu mencapai 90 persen dari standar testing dan dinilai baik. Beberapa daerah tersebut diantaranya Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, serta Kabupaten Sumenep.
Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan 324.283 tes perhari pada awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tanggal 3 Juli kemarin. Kendati demikian, jumlah testing dalam 18 hari PPKM Darurat hanya terdapat 139.360 rata-rata per hari.
