Pengajuan simulasi kredit renovasi rumah bisa dilakukan baik melalui bank konvensional maupun sistem syari’ah dengan regulasi, perhitungan, syarat yang berbeda.
Bagi yang ingin menempati rumah lama dan ingin melakukan renovasi, bisa mencoba mengajukan biaya dengan sistem simulasi kredit renovasi rumah. Kredit ini bisa melalui bank konvensional atau melalui sistem syari’ah.
Akan tetapi, perencanaan dan analisa yang baik adalah hal yang wajib dibutuhkan sebelum Anda mengajukan simulasi kredit renovasi rumah.
Bagaimana pun juga memiliki hunian yang nyaman merupakan idaman bagi setiap orang. Baik memiliki hunian baru atau hunian lama yang mengalami proses renovasi sehingga terlihat lebih menarik dan nyaman ditinggali.
Untuk pertimbangan kredit syari'ah, Anda bisa membaca ulasan soal kredit syariah di sini.
Yang Harus Diperhatikan dalam Simulasi Kredit Renovasi Rumah
Perencanaan dan analisa yang baik adalah hal yang dibutuhkan sebelum Anda mengajukan simulasi kredit renovasi rumah, baik melalui sistem konvensional seperti bank – bank yang ada saat ini, maupun melalui sistem syari’ah.
Perencanaan dan analisa yang tepat tersebut, akan menghindarkan Anda dari kerugian apabila mengajukan kredit untuk renovasi rumah.
1. Lakukan Riset yang Baik
Riset yang baik harus Anda lakukan sebelum melakukan renovasi rumah, terlebih dengan menggunakan sistem pengajuan kredit melalui simulasi sistem bank konvensional maupun syariah.
Riset tersebut, mencakup banyak hal, seperti pemilihan bahan atau material yang akan digunakan, serta perhitungan dalam anggaran yang dibutuhkan, sehingga bisa menjadi acuan Anda dalam melakukan pembiayaan kredit.
Baca juga: Mau Renovasi Kamar Mandi, Kenali 5 Jenis Keramik Lantai Anti Licin
2. Lakukan Perincian Secara Detail
Melakukan perincian secara detail dalam pengajuan simulasi kredit renovasi rumah, akan meminimalisir terjadinya pengeluaran secara tidak wajar. Tidak sedikit para pemohon kredit renovasi rumah yang salah dalam melakukan perhitungan tersebut.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Anda bisa membuat perincian secara detail mengenai hal – hal yang dianggap mendesak atau penting, agar proses renovasi yang akan dijalankan berjalan dengan baik.

Pengajuan Simulasi untuk Renovasi
Pastikan, sebelum Anda mengajukan kredit untuk perbaikan rumah, terlebih dahulu telah melengkapi beberapa berkas administrasi yang dibutuhkan. Berikut di antaranya :
Karyawan: Menyerahkan foto copy kartu identitas pemohon, kartu keluarga, sertifikat IMB, surat nikah, melampirkan slip gaji terakhir, NPWP, serta copy rekening tabungan 3 bulan terakhir.
Wiraswasta: Menyerahkan foto copy kartu identitas pemohon, kartu keluarga, sertifikat IMB, surat nikah, copy rekening tabungan 3 bulan terakhir.
Selain itu, bagi wiraswasta, Anda juga melampirkan laporan keuangan selama 2 tahun terakhir, legalitas usaha yang terdiri dari, NPWP, SIUP, Akta pendirian serta NPWP pribadi.
Profesional: Menyerahkan foto copy kartu identitas pemohon, kartu keluarga, sertifikat IMB, surat nikah, copy rekening tabungan 3 bulan terakhir.
Anda juga harus melampirkan surat yang berisi izin praktek, serta NPWP personal yang dimiliki.
Baca juga: Tidak Boleh Asal Diperbaiki, Ini Aturan Renovasi Rumah Subsidi
Kredit Renovasi Rumah secara Konvensional dan Syariah
Setelah Anda mengetahui berkas yang dibutuhkan dalam pengajuan kredit renovasi, Anda bisa melakukan perhitungan pada simulasi kredit renovasi rumah bca yang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mendapatkan hunian dengan suasana yang terlihat lebih baru.
Simulasi Kredit Renovasi Melalui Bank BCA
Apabila Anda mengajukan kredit renovasi rumah sebesar Rp. 75.000.000, disertai dengan pembayaran uang muka sebesar Rp. 3.750.000, masa peminjaman kredit selama 1 tahun. Maka estimasi angsuran per bulan yang harus Anda bayarkan sebesar Rp. 6.038.000 dengan bunga sebesar 4.5%.
Simulasi Melalui Syari’ah
Simulasi kredit renovasi rumah syariah setelah nasabah melakukan akad jual beli atau murabahah, nasabah tidak akan mendapatkan uang tunai, penerimaan tersebut berupa bahan bangunan atau material didapatkan dari toko yang telah dipilih nasabah. Contoh skema pengajuan kredit:
| Pembiayaan | 12 bulan | 24 bulan | 36 bulan | 48 bulan | 60 bulan |
| Rp. 15.000.000 | Rp. 1.451.262 | Rp. 827.164 | Rp. 624.513 | Rp. 527.083 | Rp. 471.572 |
| Rp. 20.000.000 | Rp. 1.935.016 | Rp. 1.102.872 | Rp. 832.684 | Rp. 702.777 | Rp. 628.763 |
| Rp. 30.000.000 | Rp. 2.902.523 | Rp. 1.654.308 | Rp. 1.249.026 | Rp. 1.054.165 | Rp. 943.145 |
Dari penjelasan mengenai simulasi kredit renovasi rumah di atas, Anda akan mendapatkan gambaran mengenai pembiayaan kredit yang akan diambil, baik melalui bank konvensional maupun sistem syari’ah. Sebagai informasi tambahan, coba cek Tips Jitu Renovasi Rumah yang Hemat dan Memuaskan sebelum mengajukan kredit renovasi.
