Bernas.id – Institute Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Peminatnya yang tinggi bikin persaingan seleksi masuk pun sangat ketat. Kuliah di ITB juga tidak mudah. Namun, lain halnya dengan Muhamad Reza. Ia berhasil mematahkan stigma bahwa lulus ITB dengan predikat cumlaude adalah hal yang mustahil.
Dengan IPK 3,74, Reza berhasil meraih gelar sarjana teknik elektro dengan predikat lulusan terbaik sekaligus meraih Ganesha Prize pada 1997. Tentu menjadi prestasi dan kebanggaan tersendiri ketika bisa lulus seleksi masuk dan berhasil tamat kuliah di ITB , apalagi jika berhasil lulus dengan predikat cum laude.
Prestasi dan kebanggaan yang diukir Reza pun tak terhenti selama ia menjadi mahasiswa ITB saja. Usai menanggalkan status sebagai mahasiswa, Reza pun terus mengukir prestasi.
Ilmu teknik elektro yang ia dapatkan selama kuliah ITB semakin membawanya ke puncak kesuksesan. Tak hanya di Indonesia, Reza juga berhasil menorehkan kesuksesan karirnya hingga ke benua Eropa. Bagaimana langkah sukses pria asal Bandung ini? Berikut kisahnya:
Dari Hobi Baca hingga Jatuh Cinta pada Teknik Elektro
Dalam sesi wawancara dengan Bernas.id, Reza mengaku sedari kecil dirinya memang bermimpi untuk kuliah di ITB. Kecintaannya pada ITB tumbuh berkat sang ayah yang sering membawa Reza berkeliling ITB. Lalu dari hobinya membaca, Reza pun merasa jatuh hati pada hal-hal yang berkaitan dengan elektronika.
“Kebetulan, ayah saya dosen ITB dan sering membawa saya jalan-jalan keliling ITB. Karena itu, sejak kecil saya punya impian agar bisa kuliah di ITB. Lalu saya pilih elektronika karena waktu itu hobi baca buku-buku yang membahas tentang pembangkit listrik dan teknologi canggih. Jadi, ya udah deh saya mau kuliah teknik elektro,” ucapnya.
Profesi orangtua sebagai dosen membuat Reza merasa diselimuti keberuntungan. Sebab, kedua orang tuanya sangat memahami bagaimana seluk-beluk menjalani dunia perkuliahan sehingga atmosfer yang tercipta di rumah sangat mendukung dirinya untuk menjalani masa studi dengan baik.
“Beruntung banget rasanya punya orangtua dosen. Suasana di rumah jadi cocok banget buat belajar. Mereka juga bisa jadi semacam ‘alarm’ tentang jadwal belajar saya. Misalnya, nih, waktu saya pulang kuliah malas-malasan, mereka langsung menegur saya dan ingetin jadwal ujian,” tambahnya.
Buku Agenda Jadi Kunci Belajar Efektif
Meski berhasil meraih prestasi akademik yang gemilang, Reza merasa tak kehilangan masa remajanya. Ia masih mampu melewati hari-hari layaknya remaja seusianya. Reza bahkan masih sempat menyisihkan waktu untuk mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan lain di luar aktivitas kuliahnya.
Menurut Reza, hal terpenting agar bisa memiliki catatan akademik yang baik adalah dengan mengatur waktu belajar agar efisien. Karena itu, Reza menyiapkan buku agenda khusus agar semua jadwal hariannya bisa belajar dengan baik.
“Kalau saya lihat-lihat sekarang, dari dulu saya selalu rajin bikin jadwal atau agenda. Jadi, orang tua saya punya buku agenda tahunan yang mereka selalu mengisinya. Nah, saya meniru mereka. Dengan adanya agenda itu, saya bisa mengatur waktu lebih efisien,” ungkapnya.
Reza mengaku kebiasaan membuat agenda tersebut ia lakukan hingga saat ini. Sebab, kebiasaan membuat agenda tersebut banyak membantu dirinya dalam memanajemen waktu harian dan melakukan planning kegiatan lebih akurat.
Baca juga Merajut Kisah Sukses GPT-3 Menembus Frontier Kecerdasan Buatan
Sistelnas Tumbuhkan Rasa Percaya Diri
Saat memasuki masa SMP, Reza juga terpilih mewakili provinsi Jawa Barat dalam pemilihan Siswa Teladan Nasional (Sistelnas). Pengalaman selama menjalani seleksi Sistelnas tersebut diakui Reza membawa pengaruh besar dalam karirnya.
“Saat ikut Sistelnas, kita dikumpulkan di satu asrama dan diberi banyak pelatihan. Nah, di momen itu, rasa percaya diri saya tumbuh. Saya bisa ketemu dengan banyak teman dari berbagai daerah. Waktu pelatihan pun kita diminta membuat prakarya dan penampilan seni. Di situ, kua belajar untuk berani tampil” tambahnya.
Sistelnas juga membuat Reza merasakan pengalaman interview dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih. Ia juga belajar bagaimana caranya bersosialisasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang berbeda.
“Saat ikut Sistelnas, kita semua juga ketemu dengan tokoh-tokoh penting. Saya yang waktu itu masih SMP, merasa sangat terinspirasi dengan mereka. Saat itu pula, saya jadi sadar bahwa setiap orang ternyata bisa berkontribusi untuk negara yang penting kita fokus dengan apa yang kita bisa,” ungkapnya.
Mendirikan YoBerbagi
Keinginan besar untuk berbagi ilmu membuat Reza juga jatuh hati pada dunia pendidikan. Hal itulah yang mendorongnya untuk menciptakan sebuah platform khusus. Dengan nama ‘YoBerbagi’, platform belajar yang diinisiasi oleh Reza pun berhasil membuat banyak pelajar Indonesia bisa mengakses ilmu pengetahuan dengan mudah langsung dari pakarnya.
YoBerbagi menyediakan berbagai topik keilmuan lewat audio visual yang bisa diakses melalui Youtube dan website yoberbagi.id. Melalui platform tersebut, pelajar dari berbagai pelosok Indonesia pun bisa belajar dan berdiskusi langsung dari ahlinya.
“Selain bekerja sebagai profesional, saya punya keinginan untuk mengajar. Namun, saat saya mengajar ternyata ada keterbatasan teknis. Lalu saya coba pakai audio visual. Ternyata, teman-teman saya yang lain juga ingin ikutan. Ya sudah, kita bergabung untuk membangun platform ini,” ungkapnya.
Selama pandemi, YoBerbagi mengalami perkembangan pesat. Hal ini terbukti dengan banyaknya pakar yang bergabung dan respons positif dari penontonnya. Bahkan, tim YoBerbagi pun sering mengadakan webinar sebagai wadah diskusi antara pelajar Indonesia dengan para pakar di berbagai bidang keilmuan.
“Sudah ada ratusan pakar yang bergabung dan tak hanya dari Indonesia saja. Video sharing ilmu dan inspirasi sudah ada seribu. Viewer ‘YoBerbagi’ pun sudah jutaan,” ungkap Reza.
Untuk mengembangkan YoBerbagi, Reza berencana untuk tetap fokus berbagi ilmu positif secara gratis agar semua pelajar di Indonesia bisa mengakses ilmu pengetahuan dari pakarnya. Ide YoBerbagi, Reza dapatkan setelah ia pulang dari Eropa.
Sepulangnya dari Eropa, Reza banyak melakukan perjalanan ke berbagai belahan Indonesia. Dari perjalanan tersebut, Reza merasa ada ketimpangan atau GAP dalam sistem pendidikan Indonesia.
“Waktu keliling Indonesia itu, saya melihat ada GAP. Banyak kampus yang punya semangat belajar tinggi langsung dari ahlinya, tapi nggak ada akses. Nah, dari situ lalu saya ingin buat platform khusus agar orang-orang bisa akses ilmu langsung dari pakar secara gampang,” tambahnya.
Hidup di Berbagai Negara
Sebelum kembali memutuskan pulang ke Indonesia, Reza telah mencicipi puluhan tahun pengalaman hidup di berbagai negara seperti Swedia dan Belanda. Hidup di negara dengan berbeda budaya dan bahasa tentu memberikan tantangan tersendiri bagi dirinya.
“Memang bahasa itu jadi kendala utama waktu saya tinggal di negara orang. Jadi, saya coba belajar bahasa dengan praktik langsung. Nggak usah takut salah atau mikir grammar. Ngomong aja dulu,” ungkapnya.
Reza mengaku belajar bah adalah kunci utama agar sukses beradaptasi di tempat baru. Dengan memahami bahasa lokal, kata Reza, ia bisa lebih mudah memahami kultur dan cara berpikir masyarakat sekitar.
“Dari belajar bahasa, pintu budaya yang lain itu bisa lebih terbuka. Menurut saya, kunci utama untuk beradaptasi di tempat asing, yah, belajar bahasa,” tambahnya.
Tinggal di berbagai negara membuat Reza belajar lebih menghargai semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Oleh karena itu, ia bisa memandang segala sesuatu dengan pikiran positif.
“Setiap negara itu punya kelebihan dan kelemahan. Tergantung kita lihat yang mana. Ada hal yang bisa kita ubah dan ada yang tidak bisa. Daripada memandang yang buruk, mending kita lihat sisi indahnya saja. Belanda dan Swedia punya sisi inovatif dan struktur yang bagus. Indonesia juga punya kelebihan di mana setiap orangnya punya daya adaptasi yang tinggi,” ucapnya.
Hidup puluhan tahun di negara orang juga membuat Reza mampu membangun kepribadian yang lebih terstruktur dan menghargai waktu dengan baik. Selain itu, Reza juga belajar bagaimana membangun pola pikir inovatif dan efisiensi kerja yang tinggi selama berada di negeri orang.
“Selama di Belanda dan Swedia, saya banyak belajar bagaimana caranya hidup lebih terstruktur dan menghargai waktu. Di sana juga saya dituntut untuk punya pola pikir inovatif dan cara kerja yang efisien. Hal itu akhirnya saya bawa hingga saat ini,” tambahnya.
Kembali Pulang
Yah, setelah melalui puluhan tahun di negeri orang, Reza akhirnya memutuskan untuk pulang dan mendedikasikan pengalaman serta ilmunya di tanah air. Bahkan, Reza banyak terlibat dalam proyek pembangunan energi terbarukan untuk menggali potensi berbagai daerah di Indonesia.
Jadilah Profesional Unggul Bersama UNMAHA
Ingin seperti Reza yang berhasil membawa ilmunya ke tingkat internasional? Universitas Mahakarya Asia hadir dengan Program pendidikan berbasis teknologi dan kewirausahaan yang membekali mahasiswa untuk siap menghadapi dunia kerja global. Mulailah perjalanan sukses dari UNMAHA dan raih masa depan cerah.
Raih Beasiswa UNMAHA dan Gapailah Mimpi Besarmu
UNMAHA membuka kesempatan Beasiswa PBL bagi mahasiswa berprestasi yang ingin mewujudkan mimpi besar, seperti Reza yang sukses menembus dunia internasional. Manfaatkan peluang ini dan jadilah bagian dari generasi muda yang berdaya saing global.
Mulai Bisnis Reseller dengan Mudah di Adolo
Ingin memulai bisnis reseller dengan sistem yang fleksibel dan menguntungkan? Adolo.id adalah solusi terbaik untuk mendapatkan produk berkualitas dengan harga reseller tanpa ribet. Dengan berbagai metode pembayaran, termasuk arisan yang dikelola secara transparan, bisnis reseller kini lebih mudah dijalankan. Bergabunglah sekarang dan nikmati kemudahan berjualan tanpa harus stok barang sendiri!
Jangan lewatkan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi bagian dari komunitas reseller Adolo.id. Daftar sekarang dan mulailah perjalanan bisnis reseller yang praktis dan terpercaya. Wujudkan impian bisnis digitalmu dengan cara yang lebih cerdas dan efisien!
Punya pertanyaan seputar PMB UNMAHA atau program studi? Admin UNMAHA siap membantu menjawab semua kebutuhan informasi. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA, dan dapatkan respons cepat serta informasi akurat.***6
