YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY berharap program wajib kunjung museum bagi pelajar digencarkan saat aktivitas pariwisata dan pembelajaran tatap muka (PTM) di daerah ini kembali dibuka. Program wajib kunjung museum telah diinisiasi Dinas Kebudayaan DIY sejak 2013 untuk mengedukasi siswa serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap museum.
“Program wajib kunjung sangat membantu museum di DIY untuk tetap bertahan,” tutur Ketua Umum Barahmus DIY, Ki Bambang Widodo, Sabtu (4/2/2021).
Menurut Bambang, lewat program itu pula, menurutnya pemerintah ikut membantu museum terdampak pandemi untuk bertahan.
Sebelum pandemi, dengan menggunakan sarana empat unit bus, Dinas Kebudayaan DIY menurutnya telah memberikan kesempatan para siswa mengunjungi museum-museum di DIY sebagai wahana belajar di luar kelas secara gratis.
“Museum-museum yang dikunjungi sangat terbantu karena otomatis tiket para siswa dibayarkan oleh pemerintah daerah,” ujar dia.
Bambang berharap selain Dinas Kebudayaan DIY, program tersebut juga bisa digelar oleh dinas kebudayaan di seluruh kabupaten/kota.
Baca juga: Museum Itu Bukanlah Tempat Barang Rongsok, Ada Nilai Edukasi
“Kabupaten Bantul sudah menerapkan, saya harap Sleman demikian, Kota Yogyakarta juga demikian karena dengan program itu sudah membantu museum-museum di DIY,” ujarnya.
Ia berharap ketika aktivitas pariwisata di DIY kembali dibuka, seluruh museum yang menyimpan beragam benda-benda bersejarah dan bernilai budaya di DIY dapat kembali beroperasi. Dari 38 museum di DIY, 22 di antaranya menurut Bambang dalam kondisi memerlukan bantuan untuk bertahan dan beroperasi kembali karena terdampak pandemi COVID-19.
“Saat pariwisata kembali dibuka, kami berharap Pemda DIY memastikan keberlangsungan museum dengan membentuk tim khusus yang mampu memetakan kondisi masing-masing museum,” tandasnya. (den)
