SLEMAN, BERNAS.ID – Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY menggelar sarasehan “Gali Potensi Yogyakarta sebagai Kota Museum” di Monumen Jogja Kembali, Senin (6/9/2021). Sarasehan bertujuan untuk membangkitkan lagi museum-museum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk semakin mendukung Keistimewaan Yogyakarta.
Ki Bambang Widodo, Ketua Umum Barahmus DIY mengatakan, di DIY setiap tahun museumnya bertambah. Ia merasa yakin nanti suatu saat, Yogyakarta akan menjadi pusat kunjungan-kunjungan untuk studi banding dari museum lain. “Di Yogyakarta banyak pahlawan nasional yang bisa menjadi teladan dan ada bukti sejarah di museum,” tuturnya di sela-sela kegiatan sarasehan.
Ia menyebut di Yogyakarta ada Museum Pangeran Diponegoro, Museum Jenderal Sudirman, Museum Sri Sultan Hamengkubuwana IX, dan Museum Dr Sardjito. Bahkan, tahun depan, akan dibuka Museum Muhammadiyah, Ahmad Dahlan dan Museum Pramuka Indonesia. “Nantinya pun akan menambah predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Museum setelah Kota Pendidikan, Kota Perjuangan, Kota Kebudayaan, Kota Pariwisata,” tuturnya.
Baca Juga: Agar Museum Tak Mati Suri, Barahmus DIY Ingin Program Ini Digencarkan Lagi
Ki Bambang mengatakan, saat ini tercatat anggota Barahmus sebanyak 40 museum dan 18 calon museum baru yang sedang dipersiapkan masuk keanggotaan. “Kita akan bina terus agar memenuhi PP Nomor 66 Tahun 2015 melalui dinas kebudayaan kabupaten dan kota,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi mengatakan, sarasehan merupakan refleksi wajah museum-museum di Yogyakarta ke depannya sebagai wajah keistimewaan Yogyakarta.
“Museum sebagai fasilitas pemeliharaan dan pengembangan objek kebudayaan, perlu ada langkah bersama agar museum bisa mengomunikasikannya dengan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, perlu adanya tindakan nyata dengan satu data permuseuman dan satu data gerakan kebangkitan museum. “Data museum yang terpadu dan akurat akan memudahkan diakses untuk dipergunakan antarpemangku kepentingan permuseuman,” lanjutnya.
“Gerakan kebangkitan Museum, akan menjadikan Museum yang berstandar, sebagai tempat dengan berbagai manfaat, seperti pendidikan dan hiburan,” imbuhnya.
GKR Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY mengatakan, status Kota Museum akan bisa menjadi cantolan untuk keberlangsungan museum-museum di Yogyakarta. Ia pun bertanya tentang mengapa minat orang ke museum tidak terlalu tinggi?
“Museum itu tidak terlalu dilirik wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, kita bisa mencari solusinya dengan memetakan permasalahan. Nanti harus didukung dengan kebijakan tidak hanya dari Pariwisata, tapi Pemerintah dan sekolah-sekolah,” ujarnya.
GKR Bendara menginginkan museum-museum di Jogja harus menjadi ikon-ikon pariwisata. Museum tidak boleh kalah dengan objek-objek wisata yang instagramable karena sebenarnya ada museum yang instagramable.
“Harapannya dengan perjalanan 50 tahun Barahmus, akan terbangun dukungan dengan berkolaborasi sehingga dapat menempatkan museum di tempatnya,” imbuhnya.
GKR Bendara pun menginginkan tiket museum jangan terlalu murah karena objek wisata instagramable berani menarik bayar 20 ribu rupiah. “Ayo museum harus beradaptasi, harus memiliki masterplan. Nanti digandengkan dengan promosi pariwisata tahun depan,” tukasnya. (jat)
