YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pengetatan protokol kesehatan menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) diterapkan di Kawasan Malioboro. Ini dilakukan lewat aplikasi Sugeng Rawuh.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto mengatakan, pembatasan jumlah wisatawan yang datang ke Malioboro tidak bisa dilakukan dengan mudah.
Untuk itu UPT Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta bersama dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengembangkan aplikasi Sugeng Rawuh untuk memonitoring jumlah wisatawan yang masuk ke Kawasan Malioboro.
“Kawasan Malioboro ini berbeda dengan tempat wisata lainnya yang memiliki sistem tiket. Malioboro memiliki 17 pintu masuk, sehingga sangat sulit untuk mengatur arus masuk wisatawan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang terkoneksi dan mudah digunakan,” katanya, Sabtu (20/11/2021)
Aplikasi Sugeng Rawuh menurutnya sudah diterapkan sejak tanggal 26 Oktober 2021. Pengunjung yang datang ke kawasan Malioboro diwajibkan melalukan scan barcode di pintu-pintu masuk Malioboro.
“Saat ini di 17 pintu masuk Malioboro terdapat 2 petugas yang bertugas memperingatkan dan membantu para pengunjung untuk melakukan scan barcode sebelum masuk ke kawasan Malioboro,” kata Ekwanto.
Lewat aplikasi ini, UPT Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta bisa mengetahui jumlah wisatawan yang berada di Kawasan Malioboro, sehingga pengaturan arus masuk wisatawan bisa dilakukan dengan baik.
Selain itu, menurut Ekwanto, pengunjung Malioboro dibatasi waktu. Nantinya, pengunjung akan diberikan peringatan melalui WhatsApp di nomer telpon yang sudah dicantumkan di aplikasi Sugeng Rawuh.
“Waktu kunjung di Malioboro maksimal 2 jam dan untuk pengunjung yang menggunakan bus wisata waktu kunjung maksimal 3 jam,” ujarnya.
Penggunaan aplikasi tersebut dapat melengkapi kebijakan “one gate system” untuk pengaturan arus bus pariwisata di Kota Yogyakarta.
Baca juga: Berkunjung ke Malioboro Dibatasi Cuma Boleh 3 Jam
Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, Ekwanto menuturkan bahwa UPT Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, dan juga terus berusaha membuat Malioboro agar aman, dan nyaman untuk wisatawan.
Baca juga: Malioboro Sudah Boleh Dikunjungi, PKL Jualan Lagi
UPT Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta terus memastikan ketersediaan wastafel, melakukan penyemprotan air bersih, pembersihan sampah 3 sampai 6 kali sehari dan juga memonitoring harga di warung-warung kaki lima yang ada di kawasan Malioboro dan melakukan vaksinasi gratis kepada wisatawan yang belum divaksin.
“Kami juga menyediakan antigen dan vaksinasi gratis setiap Sabtu dan Minggu. Namun, sampai saat ini, kami kesulitan untuk mendapatkan orang yang mau divaksin, karena rata-rata orang yang masuk ke kawasan Malioboro sudah tervaksin,” tandasnya. (den)
