BERNAS.ID – Evolusi algoritma pencarian Google menuntut adanya penyesuaian strategi pemasaran digital UMKM. Bagaimanapun juga, strategi pemasaran digital yang kuat akan membantu meningkatkan bisnis.
Jadi, apa yang diperlukan untuk memasarkan bisnis UMKM di 2022 ini? Salah satu faktor penting yang perlu diketahui pelaku bisnis adalah memahami bagaimana tren akan berkembang sepanjang 2022.
Apalagi, secara keseluruhan, dunia pemasaran digital berkembang dengan kecepatan cahaya. Memang perkembangan baru adalah hal yang biasa. Karenanya, mari memahami bagaimana tren digital marketing 2022 bagi bisnis UMKM:
Baca juga: 3 Tips Menyusun Strategi Pemasaran Minim Budget
Pemasaran Story telling agar produk relate dengan konsumen. Sumber: unsplash
1. Pemasaran Story-telling
Bagaimana sebaiknya pelaku UMKM memasarkan produknya di dunia yang terlalu otomatis dan serba cepat? Salah satu strategi terbaiknya adalah memanusiakan produk Anda.
Kemanusiaan menjadi hal baru yang bersifat premium dan mewah. Bisnis tidak bisa lagi menjadi entitas tanpa rasa, dingin, atau yang sebatas transaksi dagang. Orang-orang mulai mencari dan mendambakan lebih banyak hubungan emosional saat dunia menjadi lebih maju secara teknologi. Menceritakan produk Anda dari sudut pandang manusia adalah kunci untuk terhubung dan terlibat dengan audiens pada tingkat yang jauh lebih dalam.
Baca juga: 4 Alat Digital Marketing Paling Efektif Ini Wajib Kamu Gunakan
Internet telah membuat aktivitas pemasaran sebagai sesuatu yang dapat diakses oleh semua orang. Salah satu efek negatifnya adalah, sebuah produk jadi jauh lebih sulit untuk menonjol. Karena semua orang memakai platform yang sama dan gaya digital marketing yang sama. Karena itulah, produk bagus tidak cukup.
Sederhananya, buat pemasaran Anda menjadi sebuah cerita yang membangkitkan respons emosional, dan meningkatkan kesukaan di mata audiens. Jadi, bagikan tantangan, kesuksesan, dan tujuan produk untuk terhubung dengan orang-orang. Sehingga, para calon konsumen itu merasa terhubung dalam frekuensi emosional yang sama.
Adaptasi teknologi visual AR VR ke digital marketing. Sumber: unsplash
2. Adaptasi Teknologi Visual
Teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) masih dalam tahap awal evolusinya. Akan tetapi, prospek cerah perkembangan teknologi tersebut akan sangat berefek terhadap dunia periklanan dan pemasaran. Kedua teknologi visual tersebut akan mengubah cara konsumen berinteraksi dengan layanan, produk, dan bagaimana produk berkomunikasi dengan audiensnya.
Baca juga: 4 Digital Marketing Tools Paling Efektif Ini Wajib Kamu Gunakan
Semakin banyak bisnis UMKM yang menggabungkan VR dan AR ke dalam strategi pemasarannya, maka akan semakin meninggalkan pengalaman mendalam dan kesan abadi di pikiran calon konsumen. Ujung dari strategi ini adalah loyalty konsumen ke produk Anda.
Aktivitas pemasaran dengan AR lebih layak dan lebih murah untuk digunakan daripada pemasaran VR. AR hanya membutuhkan smartphone atau aplikasi desktop, sehingga lebih mudah diakses oleh pengguna. Sedangkan VR membutuhkan teknologi dan gawai tambahan untuk menciptakan pengalaman multi-indera bagi pengguna, sehingga akan membutuhkan lebih banyak biaya.
Ada beberapa cara bagi pelaku UMKM untuk menjadikan teknologi AR atau VR ke dalam aktivitas digital marketing. Misalnya, Anda dapat menggunakan AR untuk memungkinkan pelanggan mencoba berbagai produk secara virtual. Pelanggan juga dapat menggunakan aplikasi AR untuk melihat bagaimana furnitur dan perabotan lainnya akan terlihat di ruang mereka sebelum membeli.

Personalisasi membuat produk punya rasa dan kareteristik yang berbeda di mata konsumen. Sumber: unsplash
3. Personalisasi
Berkat perkembangan dan terobosan di bidang analisis data, pembelajaran mesin, serta kecerdasan buatan, lanskap pemasaran telah berkembang secara drastis selama beberapa tahun terakhir.
Baca juga: 3 Perbedaan Digital Marketing dengan Marketing Konvensional yang Perlu Anda Tahu
Kemajuan tersebut memberi pelaku bisnis sebuah kemampuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih pribadi dan manusiawi bagi pelanggan. Personalisasi merupakan strategi bagi UMKM untuk terlibat dengan audiens dengan cara yang lebih alami dan tidak mengganggu.
Mengapa personalisasi penting? Orang-orang terus-menerus dibombardir oleh semua jenis media periklanan. Mulai dari papan reklame, iklan TV, email newsletter, dan iklan media sosial. Akibatnya, mereka menjadi terbiasa mengabaikan informasi yang mereka anggap tidak relevan dan terhubung.
Kabar baiknya, personalisasi memungkinkan Anda memiliki data konsumen lebih detail dan mendalam. Data-data tersebut adalah basis utama Anda untuk memberikan layanan berorientasi konsumen yang lebih baik.
Pemasaran dengan personalisasi berarti Anda harus memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa jika Anda ingin menarik dan mempertahankan perhatian audiens. Pelanggan sangat responsif terhadap pesan, diskon, dan penawaran khusus, bacaan yang dipersonalisasi, dan rekomendasi produk yang sesuai kondisi pelanggan.
Inti utamanya adalah Anda harus menyesuaikan penawaran produk UMKM bisnis untuk setiap individu konsumen. Untuk bisa mendapatkan datanya, Anda bisa mulai dari beraudiensi langsung dengan konsumen di diskusi-diskusi informal terlebih dahulu.

Social-commerce menjajikan pemasaran digital yang baik. Sumber: unsplash
4. Social-Commerce
Perdagangan di media sosial melibatkan penggunaan situs jejaring sosial untuk menjual produk bisnis UMKM. Social-commerce adalah menggabungkan toko online bisnis dengan media sosial untuk menciptakan strategi pemasaran produk.
Sebagian besar lalu lintas internet saat ini berasal dari perangkat seluler, yang berarti pelanggan lebih cenderung memulai proses pembelian mereka dari aplikasi seluler.
Seluruh aktivitas berbelanja konsumen dari penemuan produk, proses checkout, dan layanan pelanggan berlangsung di platform media sosial. Sejumlah situs media sosial yang telah diadaptasi untuk aktivitas social-commerce adalah Facebook, Instagram, dan Pinterest.
Masalah penting di social-commerce adalah pengguna ponsel atau pelanggan Anda ini memiliki kecenderungan mengabaikan keranjang belanjanya. Oleh karenanya, sangat penting untuk membuat proses checkout lebih mudah, lebih cepat, dan lebih nyaman bagi pengguna.
Tidak banyak yang dapat lakukan untuk mengoptimalkan situs media sosial agar sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda dan konsumen. Karena itu, dalam social-commerce, Anda harus memiliki layanan pelanggan yang luar biasa jika benar-benar ingin memanfaatkan platform ini.
Keempat tren marketing digital di atas bila bisa dimanfaatkan secara maksimal akan meningkatkan penjualan produk bisnis UMKM Anda. Dalam pemasaran digital, Anda memang bisa menghemat uang tapi pastikan biaya produksi dimanfaatkan dengan cara yang benar dan sesuai perkembangan internet. Karena jika tidak, maka tidak ada hasil yang didapat.