BERNAS. ID – Berbicara tentang mobil listrik, Indonesia juga pernah lho menciptakan mobil listrik yang sempat viral pada kisaran 2015 lalu. Kendaraan bertenaga listrik karya Indonesia itu di antaranya seperti Gendhis, Tucuxi, Ahmadi hingga yang terbaru Mobil Listrik Selo.
Ramai dibicarakan masyarakat di Indonesia, mobil listrik Selo bahkan sempat mencuri perhatian public otomotif Indonesia karena digadang-gadang akan menjadi kebanggan Indonesia.
Baca juga: Inilah Harga dan Spesifikasi Mobil Listrik Hyundai Terbaru
Komposisi Komponen
Namun nasib mobil listrik dalam negeri sampai saat ini belum menemui titik kejelasan terkait uji emisi. Lantas bagaimana spesifikasi mobil listrik Selo? Mobil sport yang kabarnya dibangun dengan kandungan komponen lokal 70% yang terdiri dari kompartemen body dan interior.
Sisanya, untuk baterai dan motor listrik didatangkan langsung dari luar negeri. Yuk kenang kembali mobil listrik buatan Indonesia yang sempat mencuri perhatian public otomotif Indonesia. Berikut Bernas.id menghimpunya untuk Anda.
Baca Juga: Inilah 24 Sertifikasi di Bidang IT Terbaik di Universitas Mahakarya Asia
Daftar Isi :
- Sekilas Tentang Pembuatan Mobil Listrik Selo
- Performa dan Spesifikasi Mobil Listrik Selo
- Harga Mobil Listrik Selo
Sekilas Tentang Pembuatan Mobil Listrik Selo

Berawal dari inisiasi Dahlan Iskan yang dulu menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terciptalah mobil listrik yang memiliki desain elegan seperti mobil sedan sport itu.
Ricky Elson, merupakan sosok dibalik lahirnya Mobil Selo ini. Ricky bersama tim Kupu-kupu Malam menyatakan kesanggupannya untuk membuat satu unit sedan sport dan empat unit multi purpose vehicle (MPV) kelas VIP dari nol.
Penamaan Indonesia
Jika mobil listrik generasi pertama diberi nama Tucuxi atau yang bermakna lumba-lumba, penamaan mobil listrik generasi kedua dan seterusnya diberi nama yang terdengar lebih Indonesia. Dalam arti bahasa Jawa, Selo memiliki arti batu. Namun hingga saat ini, penamaan Selo belum ada yang mengetahui apa makna sebenarnya penentuan nama tersebut.
Baca Juga: Ingin SPP Kuliah Gratis? Ini Strategi Kerja Remote di Universitas Mahakarya Asia
Mobil Selo sebenarnya merupakan mobil listrik generasi kedua yang berhasil dikembangkan oleh Ricky Elson dan Tim Kupu-kupu Malam, Yogyakarta. Sebelumnya dari tangan pria kelahiran Padang, Sumatera Barat itu, ia juga berhasil merakit Mobil Listrik yang diberi nama Gendhis.
Ricky Elson dulu pernah bekerja di Nidec Corporation sejak 2014 hingga 2016 sebagai peneliti dan pengembang teknologi mesin listrik penggerak maupun untuk pembangkit listrik. Adapun fokus yang diemban Ricky di bagian riset dan pengembangan electric motor technology.
Regulasi
Meski begitu di balik pembuatan Mobil Selo tersebut, Ricky kesulitan terkait pengembangan mobil listrik dalam linimasa media sosialnya. Pria kelahiran 11 Juni 1980 juga mengungkapkan jika dalam hal teknologi mobil listrik, ia belum bisa membahas lebih jauh soal regulasi.
Namun, Ricky berharap peran dari pihak-pihak terkait untuk mendukung dan memudahkan pengadaan beberapa komponen vital dalam pengembangan mobil listrik, seperti baterai dan komponen lainnya.
Baca juga: Ingin Beli Mobil Listrik Tesla? Ini Harga dan Modelnya di Indonesia
Performa dan Spesifikasi Mobil Listrik Selo

Jika dilihat performanya, Mobil Listrik Selo memiliki komposisi dan tampilan body yang meyakinkan. Apalagi Mobil Selo diklaim sanggup menghasilkan transmisi otomatis 6- percepatan dan kecepatan hingga 220 km/jam.
Adapun dari segi baterai yang dipasangkan, Selo sudah didukung dengan baterai 360 V. untuk pengisian dayanya, membutuhkan waktu 3- 4 jam saja untuk pengisian daya. Ketika baterai penuh, mobil listrik Selo bisa menempuh jarak jelajah hingga 250 km dengan laju maksimal kekuatan 182 horse power dan kapasitas mesin 130 kw.
Baca Juga: AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
Sementara dari segi kompartemen body dan interior, seperti velg hingga model scissorsnya menggunakan komponen asli dari dalam negeri. Fitur lainnya yang disematkan pada mobil listrik Selo adalah regenerative brake di mana daya pengereman nantinya juga bisa dialokasikan untuk mengisi baterai.
Mobil listrik Selo jadi mobil sport generasi kedua yang diproduksi di Indonesia oleh putra negeri sendiri. Bahkan banyak juga yang menyebutkan jika Ferrarinya Indonesia adalah Tucuxi semntara untuk Lamborghininya adalah Selo.
Baca juga: Mau Beli Mobil Listrik Cina? 7 Mobil Ini Bakal Masuk Indonesia
Harga Mobil Listrik Selo

Berbicara soal banderol mobil Selo Indonesia, cukup banyak informasi yang beredar pada saat itu terkait harga per unit mobil ini. Ada pelbagai sumber yang menyebutkan jika mobil listrik generasi kedua ini jadi diproduksi massal, maka harga jualnya di kisaran angka Rp200 jutaan.
Riset
Dijelaskan juga, menurut Menteri Riset dan Teknologi tahun 2013, Gusti M Hatta, dirinya memperkirakan bila mobil listrik Selo diproduksi massal maka harga jualnya bisa 30 persen lebih murah dibandingkan modal awal yang diperlukan untuk merancang dan mengembangkan mobil listrik Selo.
Pasalnya, modal awal yang dibutuhkan untuk perancangan dan pengembangan hingga akhirnya jadi satu unit mobil listrik, menelan modal sebesar Rp1,5 Miliar. Dihimpun dari pelbagai sumber, besaran biaya tersebut dibenarkan langsung oleh Supervisi Kupu-kupu Malam, Tatar Yoga Nugroho.
Modal yang Dibutuhkan
Menurut Yoga, sebagai salah satu anggota tim Putra Petir yang mengembangkan mobil listrik di Indonesia, modal Rp1,5 Miliar yang dibutuhkan pembuatan mobil generasi kedua ini relatif lebih murah jika dibandingkan pembuatan mobil listrik generasi pertama Tucuxi. Tim pengembang mobil Tucuxi saat itu membutuhkan modal awal hingga Rp3 Miliar.
Besaran modal awal yang dibutuhkan untuk pembuatan mobil listrik Selo bukan menjadi patokan harga jual mobil listrik buatan Indonesia ini nantinya. Adapun Ricky Elson, menambahkan jika modal awal yang dikeluarkan oleh Dahlan Iskan tersebut lumrah, karena biaya untuk research and development atau penelitian dan pengembangan mobil listrik termasuk ke dalam biaya modal awal tersebut.
Namun sejauh ini, pasca gagalnya lolos uji kelayakan emisi mobil tersebut. Produksi massal Mobil Listrik Selo pun belum terdengar lagi. Malahan kabarnya, Mobil Selo justru dibajak Malaysia untuk meneruskan pengembangan mobil listrik ini.
Baca juga: Daftar Mobil Listrik dari Harga Paling Murah sampai yang Mahal
Peluang Bisnis
Kuliah sambil berbisnis bukan lagi impian. Menjadi reseller laptop adalah solusi cerdas untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu jadwal akademik. Untuk Anda yang ingin melanjutkan kuliah, Raih masa depan dengan mendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru di UNMAHA. Berbagai pilihan program studi yang berkualitas siap menjadi jembatan menuju impian akademik dan karir yang gemilang. Jangan tunda lagi, daftar sekarang dan mulailah perjalanan akademik yang menginspirasi. Punya pertanyaan seputar PMB atau program studi? Admin UNMAHA siap membantu menjawab semua kebutuhan informasi. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA, dan dapatkan respons cepat serta informasi akurat.***5
