YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Di tengah masa PPKM Level 3, Pemkot Yogyakarta merasa Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada tetap bisa melakukan pengembangan inovasi produk. Karena itu Pemkot Yogyakarta mulai akhir bulan ini memfasilitasi salah satu IKM yang sudah eksis, yakni IKM Sentra Aluminium, yang ada di kawasan Kelurahan Sorosutan.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi menjelaskan, Pemkot Yogyakarta akan memfasilitasi IKM dengan mendatangkan 4 tenaga ahli untuk melatih IKM yang ada. Keempat tenaga ahli adalah Dr Suyitno (pakar manufaktur), Prof Dr. Budi Agus Riswandi (pakar HKI), FX Novi E. Putranto MA (seniman) dan Nurwahyudi S.Pd (chef).
“Kita akan merekrut delapan talent-talent muda untuk dilatih secara khusus, kemudian hasilnya akan dikawankan dengan IKM-IKM yang berada di Sorosutan. Ada 10 IKM terpilih. Harapannya muncul desain-desain inovatif, yang hasilnya bisa diimplentasikan,” kata Tri, Jumat (18/2/2022).
Ia menambahkan, upaya pengembangan IKM di Kota Jogja selama ini berbasis ke sentra industri, bukan kawasan industri. Dan kini telah terbentuk 30 sentra industri di 45 kelurahan. Yang menjadi andalan adalah sentra alumunium yang ada di Kelurahan Sorosutan, di mana sudah didirikan UPT Logam di sana, yang sejak 2014 menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Masyarakat industri perlu diajari untuk menciptakan produk baru yang sekadar meniru produk yang ada,” kata dia.
Baca juga: Sentra IKM Unggulan Kota Jogja di Tiap Wilayah Mulai Dirintis
Prof. Budi Agus Riswandi salah satu tenaga ahli yang diperbantukan menerangkan, informasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) perlu dipakai untuk sarana inovasi produk. HKI harus dipelajari agar tidak terjadi penjiplakan produk, tidak terjadi pelanggaran hukum.
“Informasi HKI juga dipakai untuk mengembangkan tren produk saat ini,” kata dia.
Baca juga: UPT Logam Jogja Mampu Ekspor Reflektor Lampu ke Panasonic Jepang
FX Novi E. Putranto, seorang seniman dan desainer selaku salah satu tenaga ahli yang lain menjelaskan, produk yang laku biasanya adalah produk yang memiliki bentuk menarik. Karena itu pihaknya siap memberikan masukan terkait desain produk yang inovatif.
“Yang dipilih adalah mereka yang berani mengemukakan ide dan gagasannya,” katanya.
Sementara itu Kepala UPT logam Nafi'ul Minan mengakui, selama ini inovasi yang dilakukan IKM Sentra Aluminium memang minim. Produk baru sering tidak berkembang dan susah dijual.
“Kadang produk inovasi tidak bisa digunakan,” katanya. (den)
