Bernas.id – Teknologi digital telah mengaburkan batas antara pemasaran ritel fisik dan pemasaran online. Sebagai pemilik bisnis UMKM, Anda perlu menyesuaikan diri dengan kenyataan baru ini. Cara konsumen membeli produk dan layanan berubah dalam hal kecepatan, platform, dan harapan layanan pelanggan.
Jika bisnis UMKM Anda tidak beradaptasi dengan alat dan strategi yang tepat, maka sektor pemasaran dan hampir seluruh bagian operasional bisnis Anda akan gagal. Karena kalah bersaing dengan kompetitor dan kehilangan pangsa pasar.
Dalam artikel ini, akan dibahas dasar-dasar pemasaran omnichannel sebagai praktik pemasaran terintegrasi, bagaimana hal itu menguntungkan perusahaan, dan bagaimana menerapkannya secara efektif pada bisnis Anda.
Baca juga: Social Media Marketing Bagi UMKM: Strategi, Tips, dan Panduan Lengkap Lainnya
Dengan begitu, bisnis UMKM Anda dapat mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi untuk membuat rencana pemasaran yang meningkatkan pendapatan Anda. Pembahasan akan dibagi dalam beberapa bagian, yaitu:
Daftar Isi :
- Apa itu Pemasaran Omnichannel?
- Perbedaan Utama Antara Pemasaran Multisaluran dan Omnichannel
- Bagaimana Omnichannel Marketing Bermanfaat Bagi UMKM?
- Pahami Bahasa Pemasaran Setiap Saluran
- Konsumen Adalah Prioritas VIP
- Bergelut dengan Data
- Cara UMKM Membangun Kampanye Pemasaran Omnichannel
- Menciptakan Pengalaman Omnichannel adalah Kunci Kesuksesan Masa Depan
Apa itu Pemasaran Omnichannel?
Pemasaran omnichannel adalah strategi yang melibatkan pendekatan setiap saluran sebagai bagian dari sistem yang kohesif dan lebih luas. Karenanya, prinsip marketing ini melibatkan obrolan langsung dengan audiens, email, media sosial, pemasaran di dalam toko, dan masih banyak lagi.
Tujuan utama pemasaran omnichannel adalah untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupak bagi konsumen di berbagai saluran. Pemasaran omnichannel bisa dilakukan oleh pelaku UMKM dengan biaya hemat.
Dengan menyatukan kekuatan masing-masing saluran komunikasi, praktik pemasaran Anda dapat menggunakan omnichannel untuk menyampaikan pesan merek yang lebih efektif. Anda juga dapat menjangkau target audiens pada waktu yang tepat. Anda juga meningkatkan audiens potensial jadi konsumen setia.
Pemasaran omnichannel menggunakan perspektif dan minat pelanggan untuk mengoptimalkan konsistensi pesan pemasaran bisnis UMKM Anda. Pemasaran omnichannel tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Anda harus membuat strategi omnichannel marketing yang terorganisir untuk memastikan tiap saluran pemasaran mengirimkan konten kepada calon pembeli sesuai kebutuhan konsumen.
Perbedaan Utama Antara Pemasaran Multisaluran dan Omnichannel
Ada kesalahpahaman umum bahwa pemasaran omnichannel dan multichannel adalah identik. Dengan demikian, banyak kata kunci dan trik pemasaran yang menyesatkan pemilik bisnis.
Meskipun serupa, ada beberapa perbedaan penting antara kedua strategi tersebut. Pemasaran multisaluran adalah ketika perusahaan menggunakan banyak saluran, baik langsung atau tidak langsung, untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Praktik multisaluran menempatkan merek sebagai pusat pemasaran.
Sedangkan pemasaran omnichannel melibatkan penggunaan semua saluran yang tersedia bagi perusahaan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Praktik omnichannel melibatkan mengutamakan pelanggan dan melakukan penelitian untuk menciptakan pengalaman yang mulus dan terpadu.
Baca juga: Panduan Lengkap UMKM Mengembangkan Digital Marketing Hemat Biaya
Bagaimana Omnichannel Marketing Bermanfaat Bagi UMKM?
Pemasaran omnichannel menghadirkan banyak manfaat menarik bagi bisnis UMKM. Praktik pemasaran ini lebih efektif daripada hanya berfokus pada satu atau beberapa saluran. Selain itu, omnichannel memiliki banyak keunggulan dibandingkan pemasaran multisaluran, yang tidak memperhitungkan gambaran yang lebih besar.
Daftar di bawah ini adalah sejumlah manfaat yang bisa didapatkan bisnis UMKM saat menjalankan praktik omnichannel marketing:
a. Organisasi yang lebih baik: Umumnya, setiap saluran pemasaran hanya dilihat sebagai platform yang berdiri sendiri. Pola pikir semacam itu membuat keputusan untuk masing-masing saluran tidak integral. Bila Anda memiliki strategi yang kohesif, Anda dapat menyederhanakan operasi pemasaran Anda untuk menghemat waktu dan uang.
b. Integrasi data yang lebih baik: Omnichannel memungkinkan data-data dari berbagai saluran pemasaran tidak saling menumpuk dan tersebar. Selain itu, memungkinkan Anda sebagai pelaku bisnis melihat data dari perspektif yang lebih luas.
c. Pengalaman pemasaran yang mulus: Setiap pelanggan akan melihat produk UMKM Anda dari tempat yang berbeda. Oleh karenanya, Anda perlu memastikan pengalaman mereka mirip dengan konsumen lain yang berasal dari saluran lain. Sehingga semua pelanggan memiliki kesamaan layanan dan pengalaman.
Pahami Bahasa Pemasaran Setiap Saluran
Setiap saluran yang Anda gunakan, apakah itu, Instagram, TikTok Facebook, Google, atau toko ritel, memiliki serangkaian praktik dan karakternya sendiri-sendiri. Setiap orang yang menggunakan platformnya sendiri-sendiri saat terlibat dengan merek UMKM Anda. Artinya, bahasa dan gaya yang digunakan pun juga berbeda dan memiliki karakternya sendiri-sendiri.
Oleh karenanya praktik pemasaran produk UMKM Anda harus mencerminkan keunikan masing-masing platform sekaligus tetap memiliki karakter produk. Tujuannya untuk benar-benar mencapai efek omnichannel yang kuat. Misalnya, bentuk kata-kata promosi yang pendek lebih sesuai untuk audiens Twitter yang terbiasa dengan jumlah karakter yang singkat.
Sedangkan di saluran buletin email mingguan, Anda bisa membuat kampanye pemasaran berbasis cerita yang membahas bagaimana produk berkontribusi bagi masyarakat luas. Kampanye tersebut mampu membuat pengguna merasa terlibat dengan produk dan bisnis UMKM Anda.
Email dan pemasaran media sosial adalah cara yang sangat ampuh untuk berkomunikasi dengan pelanggan produk Anda. Akan tetap Anda tidak boleh mengabaikan kekuatan pemasaran video. Saat ini, video marketing adalah hal terbaik dan yang sedang naik daun di beberapa waktu belakangan ini.
Video marketing tidak sebatas video untuk konten media sosial. Anda dapat membuat webinar interaktif, rekaman tutorial produk, atau demonstrasi produk. Video-video itu bisa Anda unggah di Youtube lalu dikirimkan secara eksklusif via email newsletter, via WhatsApp, atau saluran komunikasi yang lain.
Video telah terbukti lebih efektif daripada sekadar teks atau gambar saat mengajak audien terlibat dengan merek Anda dan melakukan pembelian.
Konsumen Adalah Prioritas VIP
Baca juga: Setelah Pandemi Berakhir, Konsumen Kurangi Waktu di Platform Digital?
Pelanggan Anda harus selalu didahulukan dalam bisnis apa pun. Bagaimanapun, mereka adalah sumber kehidupan dari pertumbuhan dan pendapatan bisnis UMKM Anda yang berkelanjutan. Sayangnya, terlalu banyak perusahaan dan bisnis UMKM yang mengabaikan aspek penting tersebut.
Oleh karena itu, dalam strategi omnichannel marketing, ada sejumlah aspek yang perlu Anda perhatikan demi tercapainya pelayanan tingkat tinggi bagi konsumen
a. Riset Pelanggan: Lakukan sebanyak mungkin riset tentang target pasar Anda. Kunjungi forum industri populer, teliti kata kunci Anda, dan survei pelanggan Anda.
b. UX (Pengalaman Pengguna): Pastikan saluran pemasaran Anda ditujukan untuk pengalaman pengguna. Karena itu situs web dan aplikasi seluler harus responsif untuk memenuhi banyak kebutuhan pengguna dari berbagai perangkat mereka.
c. Layanan Pelanggan: Layanan pelanggan adalah inti menjalankan bisnis di zaman sekarang. Layanan pelanggan menciptakan transaksi konsumen yang berulang.
Fokus pada kebutuhan pelanggan Anda, berikan apa yang mereka inginkan, dan hasilnya pasti akan datang.
Bergelut dengan Data
Prinsip inti pemasaran omnichannel adalah memastikan bahwa Anda mengumpulkan data di sepanjang praktik pemasarannya. Dengan banyaknya saluran yang digunakan, Anda akan memiliki harta karun informasi untuk digunakan.
Untuk bisa memaksimalkan kumpulan data tadi, Anda memerlukan pendekatan data yang tepat. Pertama, Anda memerlukan rencana yang solid untuk mengumpulkan data sejak awal. Dengan begitu akan ada banyak teknologi yang digunakan untuk menghubungkan serta mengumpulkan data konsumen secara efektif.
Kedua, Anda harus sering mengkonsolidasikan data. Tujuannya agar Anda dapat membandingkan kemajuan informasi atau data di berbagai platform yang digunakan.
Dengan melakukan praktik pengumpulan data, Anda akan memperoleh wawasan penting yang lebih besar. Sehingga memungkinkan Anda menyelaraskan bisnis UMKM Anda dengan pelanggan demi melayani kebutuhan konsumen lebih baik.
Keputusan bisnis yang berbasis data akan membuat Anda mampu berkompetisi dengan kompetitor. Selain itu, keputusan berbasis data jauh lebih baik daripada keputusan berdasar pada asumsi atau tebak-tebakan.
Cara UMKM Membangun Kampanye Pemasaran Omnichannel
Strategi pemasaran omnichannel berisi pesan, pernyataan, dan positioning produk yang konsisten di semua saluran, platform, serta gawai. Dengan begitu, omnichannel menciptakan pengalaman merek yang mulus bagi pelanggan.
Omnichannel memastikan bahwa merek Anda disajikan dengan cara yang sama antar satu platform dengan platform lain. Kabar baik lainnya, kampanye omnichannel marketing juga berdampak positif pada departemen penjualan dan departemen layanan konsumen.
Mengapa? Dengan menunjukkan kepada pelanggan bahwa bisnis Anda hadir di semua saluran dan platform yang mereka gunakan, maka pelanggan akan mengetahui kemampuan bisnis Anda memberikan layanan pada mereka.
Baca juga: Jangan Asal Go Digital, UMKM Wajib Kuasai Omnichannel
Untuk bisa menghadirkan layanan omnichannel marketing yang integral, berikut ini sejumlah langkah sederhana yang bisa ditempuh UMKM:
1. Mulailah dengan Situs Website dan Media Sosial
Menciptakan pengalaman omnichannel adalah proses yang lambat. Anda tidak perlu berada di mana-mana sekaligus. Lakukan semuanya dengan perlahan tapi terprogram.
Mulailah dengan situs web dan saluran media sosial Anda. Persiapkan akun dan buatlah rencana konten selama beberapa hari ke depan. Pastikan Anda mengunggah konten secara konsisten dan berinteraksi dengan pengguna yang menghubungi Anda melalui berbagai saluran tadi.
Jika Anda secara konsisten terlibat dengan pengguna di Instagram tetapi tidak menjawab di Facebook, audiens akan menyadarinya. Berfokus pada satu saluran dan mengabaikan yang lain akan membuat merek Anda terlihat tidak konsisten dan tidak profesional.
2. Buat Aplikasi Jika Diperlukan
Tentu saja, semuanya tergantung pada industri, produk UMKM, dan konsumen Anda. Bisa jadi, Anda tidak perlu mengambil langkah membuat aplikasi. Tetapi jika Anda menjual produk atau menawarkan layanan tertentu dan bisa mendapat manfaat hadirnya sebuah aplikasi, maka buatlah aplikasi.
Bagi sebuah bisnis UMKM, Anda sebaiknya menyewa pekerja lepas yang memiliki kemampuan membuat aplikasi. Pastikan Anda memiliki alasan yang logis dan terukur untuk menawarkan aplikasi ke konsumen.
3. Berusahalah untuk Memecahkan Setiap Masalah Konsumen
Saat Anda menambahkan saluran baru ke strategi omnichannel, pastikan motivasinya adalah untuk memecahkan masalah konsumen. Tujuan membantu masalah pelanggan adalah
Dengan begitu, akan ada banyak manfaat yang bisa didapatkan bisnis. Seperti mendapatkan lebih banyak visibilitas, menghasilkan lebih banyak penjualan, memastikan pelanggan memiliki pengalaman yang mudah dan bebas masalah.
4. Gunakan Pesan yang Sama di Seluruh Saluran
Untuk menciptakan pengalaman yang konsisten, gunakan pesan yang sama di seluruh saluran pemasaran. Misalnya, jika Anda menjalankan iklan di berbagai platform media sosial, Anda pasti ingin iklan tersebut memiliki pesan yang sama. Anda dapat mengubah kata-katanya sedikit, selama keseluruhan pesannya sama.
Namun, berhati-hatilah dalam menggunakan konten yang sama secara berlebihan. Anda mungkin mengalami masalah duplisi yang menyebabkan konten dihukum oleh mesin pencari dan platform media sosial.
Karena itu, jangan hanya copy-paste sama persis konten. Ciptakan karakter konten yang konsisten tapi bukan copy-paste. Lakukan modifikasi konten sesuai karateristik saluran dan audiens yang berbeda-beda. Tapi pastikan juga bahwa modifikasi dan hasil konten masih berada di satu jalur karakter produk yang sama.
5. Beri Pelanggan CTA yang Sesuai dengan Platform
Setiap kali Anda berinteraksi dengan pelanggan di saluran tertentu, baik di iklan, pos organik, pesan pribadi, panggilan telepon, atau email, pastikan ada CTA (Call to Action) di tiap akhir interaksi. CTA itu, tentu saja, harus sesuai dengan perangkat dan platform.
Misalnya, iklan media sosial harus mengarah ke situs web seluler, bukan versi desktop situs Anda. Contoh lain, saat berkomunikasi dengan konsumen via WhatsApp, usahakan ia jadi follower akun media sosial bisnis UMKM Anda. Pastikan juga bahwa aksi CTA tidak mengecewakan pelanggan dan hanya memperluas pengalaman konsumen yang telah Anda berikan.
6. Uji dan Ulangi
Semua saluran pemasaran dan semua data di dunia tidak akan membantu jika Anda tidak meluangkan waktu untuk meninjaunya. Anda perlu melihat kinerja historis di berbagai saluran untuk melihat kampanye mana yang paling efektif dalam menghasilkan keuntungan.
Bagi data Anda ke dalam berbagai kategori dan tahapan di semua saluran yang dipakai. Misalnya, iklan berbayar harus dibedakan dari data laman website dan data media sosial. Dengan cara ini, Anda dapat memisahkan strategi yang mendorong lalu lintas, konversi, dan evaluasi strategi yang perlu diubah. Tujuannya adalah untuk menghindari alokasi anggaran yang sia-sia.
Baca juga: 5 Langkah Bisnis UMKM Menjalankan Omnichannel Marketing Lebih Efektif
Menciptakan Pengalaman Omnichannel adalah Kunci Kesuksesan Masa Depan
Setiap perusahaan, baik bisnis UMKM atau perusahaan besar harus mengembangkan pengalaman omnichannel yang unik. Artinya Anda harus bekerja sama dengan sejumlah orang lain agar strategi omnichannel ini berjalan dengan baik dan sempurna.
Saat membangun strategi omnichannel marketing, pastikan orang-orang yang memiliki peran vital di produk, pemasaran, penjualan, dan dukungan pelanggan ikut terlibat. Setelah semua orang memahami tujuan dan sasaran inisiatif omnichannel, Anda mulai bisa merencanakan strategi omnichannel. Menyertakan orang-orang yang memiliki peran berbeda akan mempermudah Anda saat melakukan peralihan total ke omnichannel marketing.
Pada akhirnya, strategi besar Anda harus terdiri dari rencana untuk membangun pengalaman yang koheren dan selaras di berbagai platform. Karena konsep omnichannel marketing ini masih baru dijalankan, Anda tidak perlu khawatir terjadi kesalahan-kesalahan. Segera lakukan evaluasi jika menemukan kesalahan.
Pengalaman pengguna saluran omnichannel bersifat jangka panjang. Sekilas, skala integrasi pemasaran yang dijelaskan di atas hanya cocok dijalankan oleh perusahaan-perusahaan besar. Akan tetapi bisnis UMKM pun bisa memanfaatkan strategi pemasaran banyak saluran integral ini.
Teknologi telah berkembang pesat selama dekade terakhir, dan tidak ada keraguan bahwa perubahan di masa depan akan membuat UMKM bisa terlibat langsung dengan pelanggan, di mana pun mereka berada, apa yang mereka lakukan, atau gawai apa yang mereka gunakan.
Untuk merangkul realitas baru pemasaran bagi UMKM, Anda perlu mengadopsi pendekatan omnichannel. Strategi ini melibatkan penggunaan semua saluran yang tersedia untuk membuat saluran pemasaran serta penjualan yang kuat, persuasif, dan konsisten. Jika tidak, Anda berisiko tertinggal di pasar sasaran Anda.
Oleh karena itu, simak baik-baik poin-poin di atas. Pastikan bahwa bisnis UMKM Anda memiliki tujuan pemasaran yang jelas dan strategi omnichannel yang kuat. Gunakan tiap saluran dan platform dengan benar untuk meningkatkan kesadaran, keterlibatan. Harapannya, di masa depan terjadi konversi demi pertumbuhan bisnis.
