BERNAS. ID- Tenang dan berbahaya, begitulah kira kira kata singkat yang bisa merepresentasikan gelandang berbakat Tottenham Hotspur, Harry Winks. Eks pelatih The Lilywhites, Mauricio Pochettino bahkan menjulukinya sebagai “Little Iniesta.” Gaya mainnya yang tenang, sekaligus akurasi umpan-umpan pendek yang selalu ia tunjukan mirip dengan legenda Barcelona, Andres Iniesta.
Memang, Sejak Pochettino masih melatih skuad Tottenham Hotspur, banyak anggapan bahwa Harry Winks adalah anak kesayangan pelatih asal Argentina itu. Mauricio Pochettino menjadi Manajer Tottenham pada Mei 2014, dia juga yang mengorbitkan Harry Winks naik jenjang dalam penandatanganan kontrak profesional ke skuad utama bersama Joshua Onomah dari akademi Tottenham U23.
Di bawah bimbingan Pochettino, Harry mampu mengembangkan permainan terbaiknya.Lalu bagaimana profil dan sepak terjang seorang Harry Winks? Mari simak ulasan berikut ini.
Baca juga: Ini Dia Profil Rodrigo Bentancur, Gelandang Anyar Tottenham Hotspur
Tentang Harry Winks
Nama Lengkap : Harry Billy Winks
Tempat Lahir : Hemel Hempstead, Inggris
Tanggal Lahir : 2 Februari 1996
Kebangsaan : Inggris
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Tottenham Hotspur
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 8 Gelandang
Tinggi Badan : 178 cm
Kekuatan Tendangan: Kaki Kanan
Nama Instagram: @harrywinks
Baca juga: Ben White, Cerita dan FaktaBek Mahal yang Didatangkan Arsenal
Awal Harry Winks Meniti Karir Sepak Bola
Pemain bernama lengkap Harry Billy Winks itu lahir pada 2 Februari 1996 di Hemel Hempstead, Inggris Raya. Sejak kecil ia lahir di tengah keluarga pendukung fanatik Tottenham Hotspur. Ibunya bernama Anita Winxs, dan ayahnya Gary Winks.
Kecintaan Harry pada sepak bola ternyata mewarisi bakat dari sang Ayah. Sang ayah, Gary Winks ialah mantan pemain sepak bola semi-profesional yang bermain untuk Hemel dan Berkhamsted, sebuah klub lokal Inggris Raya.
Awal karir sepak bola Harry Winks dimulai ketika mendaftar di akademi Ross & Andy’s Soccer Camps saat usianya 5 tahun. Potensinya dalam mengolah bola cukup bagus, Harry Wink kemudian direkomendasikan oleh tutornya di Ross & Andy’s Soccer Camps untuk menghadiri uji coba Tottenham Hotspurs.
Dalam trialnya itu, akhirnya ia mendapat lampu hijau dan tembus ke skuad muda akademi Tottenham Hotspur di musim 2013/ 14. Hingga kini Harry adalah salah satu pemain produk akademi sistem pembinaan pemain Tottenham Hotspur.
Di akademi itu Harry tidaklah terlihat seperti pesepak bola yang menjanjikan. Chris Ramsey juga sempat mengungkapkan hal ini, sebagai Kepala Pembinaan Pemain Tottenham Hotspur yang sekarang menjabat sebagai Direktur Teknik Queen Park Rangers.
“Harry Winks merupakan seorang yang punya perawakan kecil, rapuh, dan bukan atlet yang hebat saat itu. Tapi dia sangat bagus secara teknik dan kemauan mereka untuk mendengarkan dan memperbaiki diri itu luar biasa,” kata Ramsey.
Baca juga: Mengenal Son Heung-min, Bintang Korea Selatan dan Rekor Gol di Eropa
Masuk ke Skuad Utama Musim 2014
Harry Winks akhirnya promosi ke tim utama saat itu The Lilywhites masih ditukangi Mauricio Pochettino pada Mei 2014. Pelatih asal Argentina itu tertarik padanya setelah melihat perannya di lini tengah di Tottenham U23. Namun, musim-musim awal di Spurs, Harry harus rela banyak menghabiskan semusim hanya duduk di bangku cadangan.
Pada musim itu ia hanya tampil sekali di Liga Europa, dan hanya sebagai pemain pengganti. Pada musim selanjutnya, ia bermain dua kali pada ajang yang sama, dan lagi-lagi hanya sebagai pemain pengganti. Barulah di musim ketiganya, Harry mulai mendapatkan tempat di skuad utama.
Debutnya di Liga Premier menjadi awal saat ia masuk menggantikan Christian Eriksen saat melawan Liverpool pada 27 Agustus 2016. Sementara gol pertama yang berhasil ia buat saat Harry Winks tampil penuh kontra West Ham United. Di sana ia tampil cukup baik dan mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Total musim itu Ia dimainkan 30 kali dan 11 di antaranya turun sebagai starter.
Berkat kesabaran dan kegigihannya, di musim keempatnya bersama Spurs ia menjelma menjadi salah satu pemain andalan bagi tim The Lilywhites. Pemain bertinggi 178 sentimeter itu menjadi pembeda di lini tengah Spurs. Gaya bermainnya yang agresif, serta ketenangannya dalam umpan bola bola pendek nyatanya membuat Pochettino menyukainya. Bahkan Pochettino menjulukinya sebagai Little Iniesta, karena gaya mainnya dirasa mirip dengan legenda Barcelona, Andres Iniesta.
Baca juga: Timo Werner, Striker Chelsea yang Punya Julukan “Turbo Timo”
Harry Winks Memiliki Umpan-umpan Akurat
Dilansir dari WhoScored, persentase umpan sukses Harry Winks mencapai 88,8 persen. Winks selalu turun sebagai pemain inti di 7 dari 8 pertandingan terakhir Spurs. Hal ini secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa Pochettino telah mempercayakan lini tengah Spurs pada pria 24 tahun ini.
Usai kepergian Mauricio Pochettino di kursi pelatih Tottenham Hotspur, nama Harry Winks tidak lantas tersisih di skuad utama. Meski sering bongkar pasang pelatih, mulai dari Jose Mourinho, Nuno Espírito Santo, hingga kini di era kepelatihan Antonio Conte.
Performa Harry Winks cukup konsisten mendapat peran di lini tengah Tottenham. Harry membuktikannya dalam 25 laga yang sudah ia lakoni, Harry sukses membukukan satu gol dan dua assist. Sejauh ini di kompetisi Premier League musim 2021/ 22, di lini tengah, Harry bahu membahu bersama Rodrigo Bentancur dan Oliver Skipp mampu mengangkat performaTottenham ke peringkat lima tabel klasemen sementara Premier League.
Baca juga: Fakta Dejan Kulusevski, Winger Pinjaman Tottenham dari Juventus
