BERNAS. ID- Dua pemain anyar sukses diboyong Tottenham Hotspur pada bursa transfer Januari 2022 kemarin. Kedua pemain yang diboyong The Lilywhites merupakan pemain dari klub Liga Serie A, Juventus, yakni Dejan Kulusevski dan Rodrigo Bentancur.
Meski keduanya sukses memboyong pemain Juventus itu ke Tottenham Hotspur Stadium, keduanya memiliki durasi dan status kontrak yang berbeda. Tottenham mengumumkan melalui laham resminya bahwa Bentancur adalah rekrutan permanen mereka.
Baca juga: Lucas Moura, Gelandang Kreatif Andalan Tottenham Hotspur Asal Brasil
Sementara, Dejan Kulusevski bergabung Tottenham Hotspur berstatus pinjaman dengan klausul untuk pembelian secara permanen musim depan. Adapun Juventus melego nilai transfer Bentancur dengan mahar 19 juta Euro atau Rp 305 miliar, dan bonus sebesar 6 juta Euro.
Gelandang energik eks jebolan akademi Boca Juniors itu diikat kontrak hingga 2026.Lantas bagaimana profil dan sepak terjang gelandang jebolan akademi Boca Junior ini sebagai pemain sepak bola? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Daftar Isi :
- Tentang Rodrigo Bentancur
- Masa Awal di Akademi Boca Junior
- Diboyong ke Allianz Stadium Juventus
- Dipermanenkan Tottenham Hotspur
Tentang Rodrigo Bentancur
Nama Lengkap : Rodrigo Bentancur Colman
Tempat Lahir : Nueva Helvecia, Uruguay
Tanggal Lahir : 25 Juni 1997
Kebangsaan : Uruguay
Agama : Kristen
Nama Pasangan: Melany La Blanca
Klub Saat Ini: Tottenham Hotspur
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 30 gelandang
Tinggi Badan : 187 cm
Kekuatan Tendangan: Kaki Kanan
Nama Instagram: @rodrigo_bentancur
Baca juga: Steven Bergwijn, Winger Lincah yang Kini Tersisih di Tottenham
Awal Karir Rodrigo Bentancur di Akademi Boca Junior
Lahir pada 25 Juni 1997 di Nueva Helvecia, Uruguay dengan nama asli Rodrigo Bentancur Colman. Sejak kecil ia memiliki nama panggilan Lolo dari kedua orang tuanya, Roberto Bentancur (Ayah) dan Mary Colman (Ibu). Namun saat berusianya empat tahun, Bentancur harus mengalami nasib pilu kala sang ibu meninggal dunia.
Kesedihan masa kecilnya itu sulit ia lewati, bahkan sampai sekarang untuk mengenang mendiang ibunya, tubuh Bentancur memiliki tato bergambar wanita sebagai malaikat pelindungnya. Ibunya, Mary Colmán tetap menjadi alasan Rodrigo memakai nomor punggung 30, mewakili hari kelahirannya.
Karir sepak bola Bentancur bermula sejak berusia 13 tahun pada 2010. Ia pernah mencoba seleksi sepak bola di beberapa akademi seperti Club Lucerna, Club Artesano, dan CA Penarol, hingga yang terakhir ia berhasil masuk di akademi Boca Junior.
Usai menyelesaikan jenjang di akademi level junior, saat usianya 17 tahun, Rodrigo Bentancur pun sukses bergabung ke tim utama Boca Junior. Debut pertamanya bermula dalam laga uji coba pada awal musim 2015.
Untuk diketahui, di awal menempa diri di pembinaan akademi Los Chanchitos, julukan Boca Juniors, dulunya Bentancur bermain sebagai gelandang serang. Namun di tim senior Boca, peran Bentancur mengalami rotasi untuk lebih banyak berperan sebagai gelandang bertahan.
Sejak saat itu, dia sudah menjadi andalan di lini tengah Los Chanchitos. Bentancur ikut membantu Boca meraih dua gelar juara liga utama Argentina 2015 dan 2017, serta Copa Argentina 2015, sebelum akhirnya ia diminati klub Serie A, Juventus.
Baca juga: Fakta Dejan Kulusevski, Winger Serba Bisa yang Kini Merapat ke Tottenham
Juventus Memboyong Rodrigo Bentancur ke Allianz Stadium
Terus menunjukkan peningkatan di skuad utama Los Chanchitos, Juventus lantas mengirimkan tim pemandu bakatnya ke Brasil untuk bernegosiasi. Bak gayung bersambut, pada musim 2017/ 18 lalu, Boca Juniors berniat mendatangkan Carlos Tevez dari Juventus. Hal ini membuat klub tersebut menjadikan Juventus sebagai prioritas utama sebagai tim yang boleh membeli Bentancur.
Keduanya akhirnya sepakat dan sukses mendaratkan sang pemain seharga 6 juta Euro atau setara Rp 100 miliar. Tak butuh waktu lama bagi Bentancur beradaptasi di sepak bola Italia. Ia mampu mengembangkan kemampuannya dengan baik. Bentancur menutup musim pertamanya berseragam Juventus dengan tampil sebanyak 27 laga.
Sejatinya pemain berusia 24 tahun itu tampil reguler di Serie A dan Liga Champions sepanjang waktunya bersama I Bianconeri. Bentancur kerap menjadi andalan di skuad utama La Fesia Signora walau permainannya kerap menuai kritik dari fans.
Bersama Juventus, Bentancur telah memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut mulai musim 2017/ 18 – 2019/ 20 lalu, dua kali piala Supercoppa Italia, dan dua kali juga Coppa Italia. Total Bentancur telah membukukan 181 penampilan dengan rincian 3 gol dan 18 assist.
Baca juga: Harry Kane, Si Striker Tajam Tottenham Hotspur Pencetak Rekor Gol Liga Inggris
Menjadi Pemain Permanen Tottenham Hotspur
Tottenham sukses mengakhiri perjalanan empat setengah musim Rodrigo Bentancur di Juventus. Gelandang asal Uruguay bergabung ke The Lilywhites dengan mahar 19 juta Euro melalui tiga tahap pembayaran.
Gelandang energik eks jebolan akademi Boca Juniors itu menandatangani kontrak hingga 2026. Pemain timnas Uruguay itu bakal bertanggungjawab sebagai suksesor Dele Alli dan Tanguy Ndombele yang berganti kostum di bursa transfer musim dingin kemarin.
Dengan hadirnya Bentancur, tentu membuat lini tengah Tottenham semakin kreatif. Selain itu, ini juga mempermudah Antonio Conte dalam membuat opsi rotasi pemain tengah yang sama bagusnya. Pada musim 2021/ 22 ini, Tottenham tercatat memiliki lima gelandang diantaranya Pierre-Emile Hojbjerg, Harry Winks, Ryan Sessegnon, Oliver Skipp, dan yang terakhir Rodrigo Bentancur.
Sementara itu mengutip dari football-italia, alasan Rodrigo Bentancur memilih pindah ke Tottenham karena ingin belajar lebih bersama pelatih Antonio Conte. Pelatih asal Italia itu, bukan sosok baru di mata gelandang kelahiran Nueva Helvecia, Uruguay.
Saat Conte masih menukangi di Serie A, Inter Milan 2019/ 21, Bentancur menilai ia adalah sosok pelatih yang hebat dan selalu ingin menang. Bentancur yakin Antonio Conte mampu membuatnya berkembang, baik secara mental maupun permainan. Hal itu menjadi motivasi yang besar untuknya.
Baca juga: Son Heung-min, Penyerang Korsel Tersubur di Eropa
