SLEMAN, BERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman mengijinkan pesta kembang api di malam tahun baru 2023. Namun, harus disertai dengan ijin dari pihak kepolisian.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengizinkan warga menggelar perayaan tahun baru dengan pesta kembang api karena ada perekonomian atau UKM yang bergerak di dalamnya. Namun, ia memberi ketentuan pesta kembang api harus mengantongi ijin dari kepolisian.
“Harus ada ijin dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kembang api yang tidak berizin, tidak boleh,” tutur Kustini, Selasa (27/12).
Baca Juga Gunungkidul Punya Potensi Besar Di Sektor Kerajinan
Menurutnya, pemberian izin perayaan tahun baru akan menggerakkan sektor perekonomian. Namun, semua kegiatan harus sesuai dengan regulasi yang ada. “Kalau diperbolehkan, tentu nanti akan ada ekonomi bergerak. Karena UKM kita bisa ikut apalagi Sleman jadi tujuan destinasi perayaaan tahun baru wisatawan,” terang Kustini.
Kustini pun meminta agar masyarakat yang menggelar perayaan tahun baru memperhatikan faktor keamanan dan ketertiban agar kegiatan yang digelar di malam tahun baru bisa memberikan banyak manfaat. “Euforia boleh tapi ya itu tolong keamanan dan ketertiban umumnya harus diperhatikan. Saya juga melarang adanya konvoi atau bentuk sejenisnya di jalan-jalan,” terangnya.
Terkait protokol kesehatan pandemi Covid-19, Kustini tidak membuat aturan secara khusus. Meskipun begitu, pihaknya tetap meminta warga untuk fokus disiplin memakai masker dan mencuci tangan.
“Saya tetap mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan karena Covid-19. Untuk kebaikan kita semua,” tukas Kustini.
Baca Juga DKP Gunungkidul Lepas 400 Ribu Benih Ikan Ke 20 Telaga
Berdasarkan pantauan dari monitor CCTV media center Polda DIY, hari Minggu (25/12), tercatat ada 28 ribu kendaraan yang masuk. Hal itu menunjukkan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi pilihan favorit tujuan wisata saat liburan Natal dan Tahun Baru sekarang ini.
Pantauan banyaknya jumlah kendaraan roda empat terpantau di pintu-pintu perbatasan DIY, seperti Tempel Sleman; Temon Kulonprogo ataupun di pintu perbatasan Prambanan Sleman.
Di hadapan awak media, Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan menyampaikan anggota kepolisian harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya di tempat terjadinya kepadatan arus lalu lintas.
Ia menekankan kepada jajarannya agar bisa membantu masyarakat di jalan ataupun memberi informasi arah kepada masyarakat maupun wisatawan. “Kita akan terus bersama-sama anggota untuk berada di tengah-tengah masyarakat agar masyarakat merasa aman,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto turut menjelaskan Polda DIY bersama instansi yang terkait bekerja keras dalam mengatur arus lalu-lintas agar tetap lancar dan meminimalisir adanya penumpukan kendaraan di beberapa titik yang dianggap rawan.
“Tentu saja keselamatan, kenyamanan dan keamanan warga masyarakat menjadi prioritas Polda DIY pada operasi kemanusiaan, Operasi Lilin Progo saat ini,” jelasnya.
Kabid Humas menambahkan, untuk memantau arus lalulintas di Yogyakarta dan sekitarnya bisa melalui CCTV Pemkot yang tersebar dibeberapa titik melalui link https://t.co/g7jNeX21HR.
“Masyarakat bisa memantau lewat cctv milik pemkot yg bisa di akses publik,” tambah Yuliyanto.
Seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk di wilayah DIY, Kabidhumas berpesan masyarakat pengguna jalan agar tetap mematuhi peraturan lalulintas, serta saling menghormati antar sesama pengguna jalan.
“Bagi masyarakat Yogyakarta atau pun yang sedang berlibur di Yogyakarta, pastikan keselamatan dalam berkendara di jalan, saling menghargai antar sesama pengguna jalan,” pungkasnya. (jat)
