Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Pemprov DKI Evaluasi CFD Rasuna Said, Kembali Digelar Mulai Juni 2026

    May 16, 2026

    Muktamar ke-35 Disorot, NU Diminta Segera Berbenah dari Konflik Internal hingga Politik Pragmatik

    May 16, 2026

    ACE Jogja Istimewa: Tenaga Teknik Jadi Penopang Pariwisata Berkelanjutan DIY

    May 16, 2026

    Gerakan Indonesia Makmur Desak DPR Tolak ART, Fokus Lindungi Kedaulatan Ekonomi

    May 15, 2026

    Yogyakarta Tuan Rumah Kongres XV HIMPSI 2026, Ketua AWMI Dukung Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketangguhan Bangsa

    May 15, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Nasional»Kenapa Pelajar Harus Berperilaku Etis di Dunia Digital? Yuk #MakinCakapDigital
    Nasional

    Kenapa Pelajar Harus Berperilaku Etis di Dunia Digital? Yuk #MakinCakapDigital

    Christina DewiBy Christina DewiMarch 3, 2023Updated:September 21, 20241 Comment
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar diskusi bertema “Etis Sebagai Pelajar di Ruang Digital” - (dok.Kemenkominfo)
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    JAKARTA, BERNAS.ID – Perkembangan teknologi digital yang sangat masif merubah kebiasaan masyarakat, tidak terkecuali pelajar. Berbagai aktivitas dunia pendidikan kini bisa dipraktikan secara online. Meski begitu, pelajar perlu dibekali etika yang baik para pelajar dalam berperilaku digital.

    Melalui progam #MakinCakapDigital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar diskusi bertema “Etis Sebagai Pelajar di Ruang Digital”, Jumat (3/3/2023), dengan pembicara Aina Masrurin dari Manajer Ceritasantri.id yang juga tergabung dalam Komunitas Digital Kaliopak, Sarjoko, praktisi maedia di Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian dan dosen Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Yogyakarta, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta Muhamad Wahib Jamil.

    Aina Masrurin memaparkan, dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural yang dapat menciptakan standar baru tentang etika.

    Berdasarkan itu, lanjut Aina, pelajar akan menghadapi tantangan baru yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dan internet. Bahkan, bisa terjadi praktik-praktik yang tak terpuji seperti cyber bullying, plagiarisme, pencurian data pribadi, dan overuse teknologi.

    Baca Juga : Kemenkominfo Kenalkan Warga Jateng Akan Hak dan Kewajiban di Ruang Digital

    “Internet mempengaruhi cara kita belajar dan dengan berbagai cara membangun hubungan lebih jauh dan berkolaborasi dengan orang lain. Maka, segala aktivitas digital di ruang digital dan menggunakan media digital memerlukan etika digital,” kata Aina.

    Kata Aina lagi, diperlukan kompetensi ketika mengakses informasi sesuai netiket di platform digital, seperti menyeleksi dan menganalisis informasi, membentengi diri dari tindakan negatif di platform digital, serta memproduksi dan mendistribusikan informasi di platform digital.

    “Memverifikasi pesan sesuai standar netiket, berpartisipasi membangun relasi sosial dengan menerapkan netiket, dan berkolaborasi data dan informasi dengan aman dan nyaman di platform digital,” tambah Aina.

    Lantas, Aina mencontohkan, perilaku tak terpuji di media digital terhadap pelajar, yaitu terjadinya praktik cyber bullying (perundungan), kecanduan game online, dan overuse penggunaan media digital.

    “Yang dampaknya dapat memunculkan rasa takut korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di dunia nyata,” tuturnya.

    Dia menyarankan, untuk mencegah hal-hal buruk di media digital diperlukan “kesepakatan” yaitu menjaga privasi, menjaga komunikasi yang sehat, dan jika memang diperlukan melaporkan tindakan cyber bullying kepada pihak yang berwenang.

    Selain itu, lanjut dia, media digital juga memunculkan dampak negatif perilaku plagiarisme yang merupakan bentuk kecurangan akademik yang serius dan dapat mengakibatkan pelajar mendapatkan nilai yang buruk atau bahkan dikeluarkan dari institusi pendidikan.

    “Pelajar kita jadi kehilangan keterampilan, menurunnya kepercayaan diri. Plagiarisme dapat menghalangi kemampuan pelajar untuk mengembangkan keterampilan penelitian, menulis dan berpikir kritis. Hal ini dapat merusak rasa percaya diri pelajar,” tegas Aina.

    “Plagiarisme juga dapat merugikan pemilik karya asli, seperti penulis, pengarang atau pembuat konten, karena tindak tersebut mengabaikan hak cipta mereka,” tambahnya.

    Pembicara lainnya, Sarjoko mengatakan, pengguna internet di Indonesia pada 2022 mencapai 202 juta pengguna, 30 juta di antaranya adalah anak-anak dan remaja.

    Menurut Sarjoko, perubahan hidup serba digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan berbagai aktivitas. Banyak pelajar yang semakin nyaman dan percaya dalam melakukan aktivitas serba digital. Di sisi lain, ada banyak hal positif. Maka diperlukan pemahaman masyarakat terkait keamanan digital.

    Dia mengungkapkan, perubahan hidup serba digital memunculkan kekhawatiran para orang, yakni 83 persen orang tua khawatir anaknya terpapar konten tidak pantas atau berpotensi membahayakan ketika berselancar internet.

    Sarjoko memaparkan, berdasarkan sumber UNICEF dan indonesiabaik.id, tercatat ada 1.940 pengaduan anak terkait kasus pornografi dan kejahatan siber. “281 anak menjadi korban cyber bullying, dan 326 anak menjadi korban kejahatan seksual melaluiu internet,” ungkap Sarjoko.

    Sarjoko menyarankan agar para orang tua memberikan pemahaman pada anak-anaknya agar terhindar dari cyber bullying yaitu dengan melakukan beberapa hal. “Bilang ke anak itu mengalaminya, beritahu apa yang dialaminya kepada seseorang yang dapat dipercaya agar mendapat dukungan. Ajarkan mereka agar berani untuk berbicara,” imbuhnya.

    “Begitu juga jika anak kita melihat sesuatu di media sosial yang membuatnya marah atau tersakit, ajarkan dia untuk melapor. Di berbagai platform media sosial, ada kanal untuk melapor sebuah postingan atau foto yang melanggar peraturan komunitas. Kebanyak platform media sosial memperbolehkan kita untuk mengeblok seseorang agar tidak melihat konten mereka dan mereka tidak bisa menghubungi atau mengirimkan pesan kepada kita,” jelasnya.

    Sarjoko memberikan tips aman berinternet di antaranya, jangan mengunggah atau memposting informasi pribadi apapun secara online seperti alamat rumah, sekolah atau nomor telepon.

    Dia juga menyarankan agar mengatur pengaturan privasi di akun online setinggi mungkin. Dan, jangan pernah membagikan atau memberitahu password kepada orang lain. “Jangan bertema dengan orang yang tidak kamu kenal, jangan bertemu dengan orang yang kamu kenal dari perkenalan online, dan bilang kepada orang tua jika ingin bertemu dengan orang yang mereka kenal di media sosial,” saran Sarjoko.

    Sarjoko juga menyarankan agar orang tua memberitahu anak-anaknya agar tidak mudah percaya dengan apa yang dilihatnya di internet. Dan mengonsultasikan atau minta pendapat orang tua.

    “Jangan pernah membeli sesuatu secara online tanpa meminta izin dari orang tua. Dan, minta bantuan atau tanyakan kepada orang yang lebih berpengalaman sebelum mengundur program, foto atau gambar di internet,” pungkasnya.

    Baca Juga : Puncak Kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital, Kemenkominfo Besok Gelar Siberkreasi Netizen Fair 2022 di Jogja

    Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta Muhamad Wahib Jamil mengatakan, perkembangan teknologi digital dapat mengaburkan wawasan kebangsaan, menipis rasa sopan santun, bahkan menghilangkan budaya asli Indonesia.

    “Perkembangan teknologi digital juga dapat memunculkan kebebasan berekspresi yang kebablasan, berkurang toleransi dan penghargaan pada perbedaan, dan menghilangkan batas-batas privasi, serta pelanggaran hak cipta terhadap karya intelektual,” tuturnya.

    Karena itu, kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa sangat diperlukan dalam bermedia digital dalam kehidupan sehari−hari.

    Sebagai informasi, adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (***)

    digital Gerakan Nasional Literasi Digital GNLD Kemenkominfo
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Christina Dewi

      Related Posts

      Aplikasi Simetris Berbasis AI Siap Cegah Kasus Keracunan MBG di Yogyakarta

      May 13, 2026

      Gabungkan Kekuatan, ASUS, Intel dan Microsoft, ASUS ExpertBook Ultra, The Flagship of the Industry, Hadirkan Tenaga 50W Tanpa Kompromi

      May 7, 2026

      5 Mobil Keluarga Terbaik yang Nyaman untuk Liburan dan Aktivitas Sehari-hari

      May 3, 2026

      Tri Atmodjowati: Kesiapan Psikologis Jadi Tantangan di Era AI

      April 30, 2026

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Transformasi Visual UMKM: Teknologi Ganti Background Foto dalam Satu Klik

      April 7, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Huayan Robotics Memamerkan Solusi Pengelasan dan Otomatisasi di METALTECH & AUTOMEX 2026

      May 14, 2026

      Huayan Robotics Memamerkan Solusi Pengelasan dan Otomatisasi di METALTECH & AUTOMEX 2026

      May 14, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Pemprov DKI Evaluasi CFD Rasuna Said, Kembali Digelar Mulai Juni 2026

      May 16, 2026

      ACE Jogja Istimewa: Tenaga Teknik Jadi Penopang Pariwisata Berkelanjutan DIY

      May 16, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.